
Dara merasa sakit hati karena ulah Leon yang telah berkata kasar padanya.
"Huh, kalau kejadian ini bukan di cafe sudah aku tampar mulut kotornya!! "gerutu Dara dalam hati. "
Dara lekas kembali ke meja kasirnya.
"Maaf tuan Daniel, saya ijin ke toilet sebentar "ucap Rendy pamit pada rekan bisnisnya. "
Sementara Rendy bangkit dari duduknya dan segera melangkah menuju meja kasir.
"De, kamu ga apa kan? "tanya Rendy merasa iba melihat Dara diperlakukan kasar oleh anak dari rekan bisnisnya.
"Aku ga apa apa kok ka, itu juga bukan kesalahan dia. Aku yang salah ka, karena ceroboh "jawab Dara mencoba untuk tersenyum. "
Rendy menghela nafas panjang "syukurlah kalau kamu ga apa apa de. Karena anak bau kencur itu belagu banget, ucapannya menurutku itu terlalu kasar ."
"Sudahlah ka, ga usah dibahas lagi. Aku kan barusan sudah bilang, jika aku tidak apa apa "ucap Dara menyunggingkan senyum. "
"Kenapa hatiku berdebar saat berdekatan dengan gadis ini?? Jika dipandang lebih seksama lebih teliti, gadis ini sangat cantik "gerutu Rendy di dalam hati. "
"Ka, hello... ka... "panggil Dara mencolek lengan Rendy. "
"Eh iya maaf de "jawab Rendy gugup. "
"Ka, apa ada yang bisa saya bantu lagi?? Apa ada yang kaka perlukan lagi? "tanya Dara mencairkan suasana. "
"Oh tidak kok de, ya sudah aku permisi dulu ya de "ucap Rendy pamit pada Dara. "
Rendy membalikkan badan melangkah menuju ke meja dimana telah menanti Leon beserta papah Daniel.
Waktu cepat berlalu, karena sekarang adalah hari sabtu. Maka Dara cuma kerja setengah hari. Kebetulan juga libur untuk memberi les privat.
"Aku akan menjenguk Setyo, aku sangat merindunya "batin Dara. "
Hingga pulang kerja Dara bergegas ke makam Setyo dengan naik transportasi umum.
Tak lupa Dara sebelum ke makam, terlebih dulu membeli bunga dan air minum.
Setelah sampai di makam, Dara menaburkan bunga serta menuangkan air ke makam Setyo. Tak lupa Dara berdoa untuk almarhum Setyo.
Setelah selesai berdoa, Dara sejenak mengobrol dengan makam Setyo.
"Aku sangat rindu padamu Tyo, aku tidak akan pernah melupakan saat saat kebersamaan kita dulu. "
"Tyo, sudah 3 tahun berlalu sejak kamu meninggalkanku sendiri. Namun rasaku padamu takkan bisa pergi begitu saja. "
__ADS_1
"Tyo, kamu ingat kan?? Saat kita dulu berjanji bersama. Jika kita lulus, kita akan bekerja bersama sama. "
"Tyo, aku ingin curhat padamu. Hari ini aku bete di tempat kerjaku.Ada seorang pria yang sangat menyebalkan sekali berbicara kasar padaku. "
"Seandainya aku ga ingat pesan terakhirmu dulu, sudah aku hajar lelaki itu. Karena sangat menyebalkan sekali. "
Itulah sepenggal curhatan Dara pada almarhum Setyo, kekasihnya dulu sewaktu sekolah di SMK Kejuruan.
Tak terasa air mata Dara menetes membasahi makam Setyo. Dara tak bisa move on dari Setyo. Seminggu sekali Dara selalu jenguk makam Setyo.
Dari Setyo meninggal, sudah 3 tahun berlalu. Namun Dara masih setia rutin ke makam dan selalu mengirim doa untuk Setyo.
Tanpa sepengatahuan Dara, ada sesosok pria tampan memperhatikan Dara.
Pria tampan itu adalah Rendy. Rendy ingin ke makam Setyo karena ingin meminta ijin pada Setyo. Rendy ingin mendekati Dara .
"Betapa setianya kamu pada adikku de, hingga sudah 3 tahun berlalu kamu masih mau mengunjungi makam adikku "gerutu Rendy. "
Perlahan Rendy menghampiri Dara, menepuk pundak Dara yang sedang bersimpuh di makam Setyo adik kandung Rendy.
Dara terhenyak kaget dan menoleh,menengadahkan tatapannya.
"Kaka, bikin kaget Dara saja "ucap Dara tertunduk sejenak untuk menghapus air matanya."
Setelah itu Dara bangkit berdiri.
Namun ketika Dara akan melangkah pergi, Rendy menghentikan langkah Dara.
"Tunggu sebentar de, ada yang ingin kaka tanyakan padamu ."
Darapun menoleh "ya ka, kaka ingin bertanya apa? "
"Apa selama ini kamu sering kemakam adikku?"tanya Rendy menyelidik menatap Dara yang sedari tadi memandang ke makam Setyo."
"Iya ka, Dara seminggu sekali kemari. Sejak Setyo meninggal hingga saat ini, Dara selalu menyempatkan kemari untuk mendoakannya dan menjenguknya. Memangnya ada apa ka, apakah Dara tidak boleh kemari lagi? "Dara balik bertanya. "
"Bukan begitu Dara,papah sama mamah penasaran. Karena tiap mamah sama papah kemari, selalu melihat ada bunga di makam Setyo. Kaka ga melarangmu untuk kemari kok de "ucap Rendy panjang lebar sembari tersenyum manis. "
"Syukurlah ka, kalau Dara masih boleh setiap saat jenguk Tyo. Kalau begitu Dara pamit pulang ya ka"ucap Dara membalikkan badan lagi untuk segera pulang. "
Namun lagi lagi Rendy menghentikan langkah Dara.
"Tunggu sebentar Dara, biar kaka antar kamu ya"ucap Rendy menawarkan diri. "
"Ga usah ka, biar Dara pulang sendiri saja "tolak Dara secara halus. "
__ADS_1
"Tolong Dara, kali ini saja. Aku ingin mengantarmu pulang. Tunggulah sebentar saja, kaka ingin mendoakan Setyo "ucap Rendy menatap sendu pada Dara. "
"Baiklah ka, Dara tunggu disini saja ya "ucap Dara merasa tak enak hati. "
Rendy menaburkan bunga ke makam adiknya, sejenak Rendy memejamkan mata untuk berdoa.
Setelah itu Rendy tak lupa menyampaikan niat hatinya pada Setyo.
"Setyo adikku, kaka ingin meminta ijin padamu. Kaka ingin menjalin kasih dengan Dara. Kaka janji de, ga akan menyakiti Dara. Kaka ingin menjaganya, kaka ingin menggantikan posisimu. Tolong ijinkan kaka ya de "gerutu Rendy sembari mengusap usap batu nisan yang bertuliskan nama Setyo. "
"Sudah dulu ya de, kaka juga minta ijin padamu. Kaka akan mengantarkan pulang Dara ."
Setelah selesai berucap, Rendy bangkit dari berjongkoknya. Dan lekas menghampiri Dara.
"Yuk de, kita pulang "ajak Rendy tersenyum manis pada Dara. "
Dara dan Rendy berjalan berdampingan tanpa ada sepatah katapun.
Keduanya saling membisu, keduanya asik dengan pikiran masing masing.
Hingga suasana berubah saat perut Dara berbunyi.
"De, kamu lapar ya?? "tanya Rendy menahan tawanya. "
Dara tak menjawab, hanya tersenyum malu.
"Aaduhhhhh, kenapa si cacing diperutku tak bisa di ajak kompromi??!!Sungguh aku malu pada kaka almarhum Tyo "gerutu Dara dalam hati. "
"Kamu ga usaha malu Dara, kaka juga sering kok seperti itu "ucap Rendy supaya Dara tak merasa malu padanya. "
Tak terasa langkah mereka telah sampai didepan mobil Rendy.
Rendy membukakan pintu mobilnya untuk Dara "silahkan de "ucapnya tersenyum manis."
Dara lekas masuk dalam mobil. Segera Rendy melajukan mobilnya. Namun baru seperempat perjalanan Rendy menghentikan mobilnya .
Membuat Dara bertanya tanya "Ada apa ka,kok berhenti?? "
"Kita makan dulu yuk, kebetulan kaka juga lapar. Itu ada warung bakso "ajak Rendy sambil menunjuk warung bakso. "
"Deg deg " Dada Dara bergetar melihat warung bakso tersebut.
"Itu kan warung bakso langgananku dan Tyo. Kita sering banget makan disana "gerutu Dara dalam hati dengan mata berkaca kaca. "
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1
Mohon like, vote, fav dong ka..