Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 50


__ADS_3

Setelah mendapat teguran dari Dara,Raka menjadi salah tingkah.Tak menyadari tindakanya itu.


"Aku sampai lupa kalau aku memang berkali kali bertanya tentang hubungan Dara dengan Rendy karena sampai sekaranh aku berharap mereka tidak ada hubungan yang spesial "gerutu Raka dalam hati."


Raka tak sadar jika dirinya saat ini sedang melamun di depan Dara.


Dari Dara sedang makan siang,sampai Dara selesai makan siangnya dan membawa pesanan Raka.


"Mas,mas Raka ini pesenannya "ucap Dara mengguncang lengan Raka."


Raka terhenyak kaget dari lamunannya dan lekas membayar pesanannya.


"Dara,bisakah setelah pulang kerja kita ngobrol berdua karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu "tiba tiba Raka berucap."


"Bicara saja sekarang disini mumpung Dara lagi jam santai,kalau nungggu pulang kerja maaf saja mas Dara ga bisa "ucap Dara sekenanya."


"Memang sepulang kerja kamu ada acara ya?"tanya Raka penasaran."


"Iya mas,Dara sudah janji sama ka Rendy mau main ke rumah ka Rendy untuk silahturahmi dengan orang tuanya "ucap Dara berbohong."


"Sepertinya hubungan kalian ini sudah sangat serius ya?"ucap Raka menyelidik."


"Doakan saja ya mas,supaya di segerakan "jawab Dara sumringah."


"Maksudnya di segerakan bagaimana Dara?"tanya Raka menyelidik."


"Tadi mas Raka tanya apa ya aku jawab apa,kok malah seolah tak paham dari jawabanku atas pertanyaan dari mas Raka"ucap Dara sekenanya."


"Maaf ya mas ,Dara sudah waktunya bekerja kembali "ucap Dara sambil melihat jam tangannya."


"Baiklah Dara,ya sudah aku permisi ya"ucap Raka berlalu pergi dengan rasa lesu dan kecewa."


Dara hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Raka yang menurut Dara engga banget.


Dara tahu jika saat ini Raka memang menaruh hati padanya tapi Dara sudah memilih untuk menerima cinta Rendy.


Karena Rendy yang telah cukup lama menemani Dara di segala kesehariannya.


Sementara Raka bingung harus bagaimana lagi untuk mendapatkan cinta dari Dara.


Apalagi saat ini Dara telah berpacaran dengan Rendy.Sepertinya sudah tidak ada lagi kesempatan untuknya bisa merebut Dara dari Rendy.


Walaupun papi Alan selalu memberi semangat jika sebelum janur kuning melengkung,sah sah saja mendekati Dara.


"Apa lebih baik aku sudahi saja penyamaranku ya,mungkin jika Dara tahu kalau aku orang kaya pasti Dara tak menolakku lagi.Dan pasti akan meninggalkan Rendy demi untuk bersamaku "gerutu Raka sembari melangkah ke motor gojeknya."

__ADS_1


Raka lekas melajukan motor maticnya ke rumah untuk berganti pakaian dengan baju kantoran.


Karena Raka telah makan siang,makanan yang di beli di cafe Dara di berikannya pada Iko.


"Setiap hari saja bo,jadi gwe irit duitnya bisa gwe tabung untuk modal nikah "ucap Iko langsung melahap makanan yang di berikan oleh Raka."


"Mimpi loe,emang ada cewe yang mau sama loe??"cibir Raka mengejek Iko."


"Lihat saja bos,pasti gwe dulu yang nikah"ucap Iko sumringah."


"Buktikan jangan omong doang "cibir Raka sinis."


"Pastinya dong "jawab Iko terkekeh."


Raka lekas masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian,sambil menunggu Iko selesai makan siangnya.


Tak berselang lama Iko telah selesai makan siangnya dan Raka juga telah siap berangkat ke kantor.


Raka tidak akan menyamar lagi di hadapan Dara,Raka akan mencoba mendekati Dara dengan penampilan aslinya .


"Siapa si yang mau menolakku,pasti nanti Dara klepek klepek kalau lihat penampilanku yang rapi dan ganteng ini "gerutu Raka dalam hati senyum senyum sendiri."


Raka telah berniat sepulang dari kantor akan ke cafe dimana Dara bekerja dengan penampilannya yang sekarang bukan penampilan tukang gojek.


Waktu yang di tunggu tunggu Raka telah tiba,tak terasa sudah sore.


Segera Raka bercermin untuk merapikan pakaian dan rambutnya.


Dirinya tersenyum sendiri melihat wajah sendiri.Merasa dirinya sangat sempurna dengan penampilannya yang sekarang.


Segera Raka memerintah Iko melajukan mobilnya ke arah cafe dimana Dara bekerja.


Hanya beberapa menit saja Raka telah sampai di depan cafe.Kebetulan Dara sedang berdiri di depan cafe menunggu jemputan dari Rendy.


Raka segera menghampiri Dara dengan senyum termanisnya.


Dara sedikit terpana dengan penampilan Raka yang baru yang terlihat lebih rapi.


Namun hanya sekejap saja setelah itu Dara terbiasa lagi.


"Eh masa Raka,pikir Dara siapa "ucap Dara tersenyum."


"Yuk Dara pulang sama aku??"ajak Raka tersenyum ramah."


"Maaf mas,Dara sedang nunggu jemputan dari ka Rendy "ucap Dara menolak halus."

__ADS_1


"Aku bawa mobil juga loh Dara,itu mobilku ada sopir pribadinya juga.Sama kok kaya Rendy,aku sudah ga pake motor kok,masa ga mau di antar juga"ucap Raka mencoba tersenyum."


"Iya mas,Dara tahu mas Raka bawa mobil tapi maaf saja karena Dara sedang menunggu ka Rendy "ucap Dara tersenyum kecut."


Hingga tak berapa lama Rendy datang membunyikan klaksonnya.Segera Dara berlari kecil menghampiri mobil Rendy dan masuk dalam mobil Rendy.


Raka menatap Dara dengan sangat kecewa karena usahanya tak berhasil juga dalam meluluhkan hati Dara.


Sementara Rendy melirik sinis pada Raka dan Rakapun membalas lirikan Rendy dengan sinis pula.


Segera Rendy melajukan mobilnya untuk mengantar Dara pulang.


Namun Rendy ingin sejenak mengajak Dara makan bakso.


"Sayang,kita mampir sebentar ya "ucap Rendy menyunggingkan senyum."


"Memangnya mau mampir kemana ka?"tanya Dara penasaran."


"Makan bakso sebentar saja "ucap Rendy memohon."


"Ga mau lah ka"jawab Dara singkat."


"Kenapa ga mau sayang?"tanya Rendy heran."


"Paling entar ka Rendy borong banyak bakso buat keluarga Dara,Dara ga mau lah ka "rajuk Dara manyun."


"Ya sudah ga,kita beli cuma buat kita saja tapi mau ya sayang karena aku masih kangen sama kamu ingin berdekatan denganmu walaupun sebentar saja "ucap Rendy terkekeh."


Dara menjadi tersipu malu mendengar ucapan dari Rendy,Dara mengiyakan permintaan dari Rendy.


Selama Dara menjadi kekasih Rendy,Rendy sangat bahagia sekali.Bahkan hari harinya selalu ceria dan lebih bersemangat lagi untuk bekerja.


Rendy segera melajukan mobilnya menuju ke warung bakso langganan mereka berdua.


Hanya 10 menit saja mereka telah sampai di warung bakso tersebut.Namun tertanya saat ini Raka juga sedang ada di warung bakso tersebut.


Raka menatap iri kemesraan Dara dan Rendy.Karena Dara dan Rendy tak melihat adanya Raka di warung bakso tersebut.


"Coba aku yang di posisi Rendy saat ini,pasti aku akan sangat bahagia tidak seperti saat ini merasa sedih dan kecewa "gerutu Raka di dalam hati."


Raka tak tahan melihat kemesraan antara Dara dan Rendy hingga akhirnya Raka membatalkan pesanan baksonya.


Raka pergi begitu saja dari warung bakso terebut dengan penuh rasa geram.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔

__ADS_1


__ADS_2