Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 61


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat ,tak terasa sudah 1 bulan berlalu dari pertunangan Dara dan Rendy.


Hubungan mereka semakin mesra saja ,membuat iri bagi yang melihatnya.


Sejak pertunangan untuk menghindar dari gangguan Raka dan Leon,Dara di pindahkan kerjanya di cafe cabang Firman.


Yang kebetulan tak jauh dari rumah Dara hingga cukup berjalan kaki.Ini semua juga telah melalui persetujuan antara Dara dan Rendy.


Dara tak ingin di ganggu terus oleh Raka juga Leon.Dara juga ingin menjaga perasaan Rendy.


Dara tak ingin Rendy selalu cemburu dan cemburu.


Sejak Dara di pindahkan Rendy lebih tenang dan sudah tidak gelisah lagi.


Sementara orang tua Dara perlahan lahan ekonomi mulai stabil.


Sudah tidak memikirkan kontrakan,usaha bengkel ayah Rinto maju pesat,usaha dagang bu Ranti juga maju pesat.


Orang tua Dara sudah bisa mulai menabung sedikit demi sedikit.Hutang juga sudah tidak terlalu banyak seperti dulu.


Namun Dara tak lepas tangan,Dara tetap membantu ekonomi orang tuanya.


Dara ingin bisa melihat Tya kuliah,Dara ga ingin adik adiknya seperti Dara hanya lulus SLTA.


Makanya Dara tetap memberi jatah pada orang tuanya walaupun orang tuanya tak mau menerimanya.


Hingga orang tua Dara mengalah tetap menerima uang dari Dara namun tidak di gunakannya melainkan di tabungnya untuk kelak keperluan Dara.


Sementara Raka tambah uring uringan sejak tahu Dara sudah tak bekerja lagi di cafe.


Berbagai cara telah Raka lakukan untuk mencari tahu keberadaan Dara.Namun tetap tak bertemu juga.


Nomor ponsel Dara juga telah di ganti oleh Dara,karena Dara merasa terganggu oleh telfon dari Raka maupun Leon.


Dara ingin menjalin hubungan dengan Rendy tanpa ada pihak ke 3 dan pihak ke 4.


Hingga di suatu hari,Raka tak sengaja menabrak seorang gadis yang wajahnya mirip dengan Dara yang ternyata adalah Tya adik Dara.


"Aduhh maaf de "ucap Raka."


"Iya ka ga apa apa kok "ucap Tya menyunggingkan senyum."


Tya kemudian melanjutkan perjalanannya untuk menunggu angkutan umum guna pulang sekolah.


Kebetulan Tya telah lulus jadi ke sekolah hanya mengambil ijasah saja.


"Wajahnya kok mirip Dara ya?"gerutunya dalam hati."

__ADS_1


Hingga Raka mengikuti Tya hingga Tya sampai rumah.Sejenak Raka mengamati rumah dimana tadi Tya masuk.


"Wahh kebetulan sekali depan rumah itu ada warungnya,pura pura ahh pesen mie instan sama kopi "gerutunya."


Raka menghampiri warung di depan rumah Dara yakni warung ibunya.


Raka memesan mie instan sama kopi susu.


Kebetulan Dara sift siang hingga berada di rumah.


Sejenak Dara keluar untuk berpamitan pada orang tuanya.


"Ayah ibu,Dara pamit berangkat kerja ya "ucapnya tanpa tahu jika diantara beberapa orang di warung salah satunya adalah Raka."


Saat Dara akan melangkah pergi,Tya berlari lari memanggilnya.


"Ka Dara..tunggu ka "teriak Tya mengejar Dara."


"Ada apa Tya?"tanya Dara singkat."


"Ini uangnya jatuh "ucap Tya singkat dengan memberikan uang 50 ribu pada Dara."


Sejenak Dara merogoh kantung celananya,dan benar adanya tak ada uangnya.


"Hhee iya Tya itu ka Dara,ini kantung celananya bolong"ucap Dara terkekeh."


Agar semua orang tak curiga,Raka hanya sesekali menatap Dara dan Tya.


Hati Raka berbunga bunga karena telah mengetahui rumah Dara.


Kini Raka tak bersedih lagi seperti tempo dulu.


"Wahh Dara punya adik juga yang sangat mirip dirinya,ga apa apa dech ga dapat kakaknya sama adiknya,lagian rupanya juga sama ga da yang di buang "gerutu Raka dalam hati."


Setelah makan mie instan buatan bu Ranti serta minum kopi,Raka lekas membayarnya.


Dengan uang 50 ribu namun tak mau di beri kembalian.Raka begitu saja saat di panggil oleh bu Ranti.


Bu Ranti hanga geleng geleng kepala melihat tingkah Raka.


"Aneh itu anak muda kok di kasih kembalian malah pergi saja,banyak duit kali ya yah?"ucap bu Ranti pada ayah Rinto."


"Anggap saja itu rejeki untuk ibu,kalau tidak jika suatu saat pemuda itu makan di warung ibu ga usah suruh bayar bu "ucap ayah Rinto memberi saran."


"Iya yah."


Raka sempat melihat Dara melangkah hingga Raka melangkah mengikuti jalan yang Dara lewati.

__ADS_1


Raka terus melangkah menyelidiki apakah Dara kerja di daerah sini saja.


Saat Raka melangkah 10 langkah,di seberang jalan Raka melihat ada sebuah cafe.


"Hhhhemm pasti Dara kerja di cafe itu,itu kan cafe cabang dimana dulu Dara kerja .Aku akan kemari lagi menjelang pulangnya Dara "gerutu Raka sambil melangkah ke mobilnya."


"Untung mobilku parkir tak jauh dari cafe itu "gerutunya kembali."


Raka melajukan mobilnya dengan senyam senyum sendiri karena bahagia telah mengetahui rumah Dara.


Yang lebih buat Raka bahagia ternyata Dara memiliki adik yang sangat mirip dirinya,bahkan bagai pinang di belah dua.


Tak berselang lama sampai juga di rumah,Raka langsung melenggang ke kamar dengan bersiul membuat mami Olive yang melihatnya merasa heran dengan perubahan sikap Raka.


"Itu anak kenapa ya,kemarin kemarin ada beberapa minggu murung,ini kok sekarang senyum senyum bersiul siul,apa sudah punya ganti untuk Dara?"gerutu mami Olive sambil geleng geleng kepala ."


Mami Olive melanjutkan aktifitasnya mengecek pembukuan pasar swalayannya.


Dirinya sebenarnya sangat kerepotan mengurus semuanya sendiri.Butuh asisten untuk membantu pekerjaan yang menurutnya tidaklah mudah.


Pekerjaan yang benar benar menguras IQ atau pikiran.


Sebentar sebentar mami Olive memijat pelipisnya sendiri ,sejenak melepas kaca mata.


Hal itu di lakukannya berkali kali,hingga mami Olive memutuskan untuk istirahat sejenak dalam mengecek pembukuan pasar swalayannya yang tergolong sangat ramai.


Seperginya Dara bekerja,Tya membantu ibunya di warung kopinya.


Tya mengajak ibunya bercakap cakap sejenak.Tya mengutarakan isi hatinya untuk tidak melanjutkan kuliah.


Tya ingin bekerja seperti Dara,Tya ingin membantu orang tua seperti apa yang di lakukan Dara.


Tya ga tega jika kuliah di biayai oleh Dara,karena menurut Tya kakaknya sudah banyak berkorban demi keluarga.


Keputusan Tya belum sepenuhnya di setujui oleh ayah dan ibunya.


Orang tua Tya meminta Tya membicarakannya kembali nanti jika Dara telah pulang bekerja.Walau bagaimanapun Dara juga perlu di beri tahu mengenai keinginan Tya.


Biar sama sama nyaman dan tidak ada ganjalan bagi Dara maupun Tya.


Tya menyanggupi apa yang ayah dan ibunya ingini.Keluarga Dara keluarga yang sangat harmonis.


Anak anaknya juga saling menyayangi saling mengasihi satu sama lain.


Tidak pernah ada pertengkaran.


💗💗💗💗💗💗💛💛💛💛💖💖💖💖💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2