Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 58


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan Dara,Rendy sedikit geram mengira kalau Firman yang memberitahukan pada Leon tentang keberadaan Dara.


Rendy segera menelfon Firman untuk menanyakan hal ini namun secara baik baik.


Firman yang mendengar penuturan Rendy terhenyak kaget karena dia tidak memberitahu pada Leon tentang keberadaannya.


Firman juga berkata pada Rendy kalau dirinya beralasan jika Dara telah risign dari cafe.


Firman juga merasa heran mengapa Leon bisa tahu keberadaan Dara.


Firman meyakinkan pada Rendy jika bukan dirinya yang telah memberitahukan keberadaan Dara pada Leon.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Firman lewat sambungan telfon,Rendy tak curiga lagi pada Firman .


Namun Rendy juga masih penasaran darimana Leon tahu keberadaan Dara.


Hingga Rendy memutuskan untuk mengabulkan keinginan Dara.


"Baiklah sayang,kakak ke ruangan dokter dulu ya,meminta ijin supaya besok kamu di perbolehkan pulang "ucap Rendy mengusap surai hitam Dara."


"Trimakasih ya ka"senyum Dara sumringah."


Rendy lekas melangkah ke ruangan dokter dan menemui dokter yang menangani Dara.


Rendy mengutarakan semua yang Dara ucapkan barusan pada sang dokter.


Dokter bisa memaklumi jika Dara sudah tak betah berada di rumah sakit.


Dokter mengijinkan Dara pulang besok pagi dengan syarat Dara dan Rendy harus menandatangi surat pernyataan yang isinya jika terjadi apa apa di luar tanggung jawab rumah sakit.


Karena Dara boleh pulang lusa namun sudah memaksa pulang saja.


Dokter segera mengambil kertas berupa formulir berisikan surat pernyataan.


Dokter melangkah ke ruangan Dara di sertai oleh Rendy.


Dokter menanyakan ulang pada Dara untuk keinginan Dara pulang.


Dara pun menjawab jika dirinya sudah mantap ingin pulang saja.


Hingga dokter meminta Dara dan Rendy untuk menanda tangani surat pernyataan tersebut.


Dokter menasehati pada Dara,supaya benar benar tidak boleh banyak bergerak dulu.


Dokter juga menyarankan supaya Dara banyak istirahat untuk sementara waktu sampai luka jahitan benar benar membekas bukan hanya mengering.


Dara menyanggupi semua yang dokter sarankan dan akan benar benar mematuhinya.

__ADS_1


Dara merasa lega karena keinginannya untuk pulang segera terwujud.Senyum sumringah mengembang di bibir tipis Dara.


Rendy yang melihat keceriaan Dara turut merasa senang.


"Bagaimana sayang,kamu senang kan?"tanya Rendy memastikan."


"Iya ka,Dara senang sekali karena Dara yakin kalau Dara masih tetap di rumah sakit ini pasti besok si clurut Leon akan kemari.Kakak tahu kan,kalau Dara sangat membencinya "ucap Dara mengepal ngepalkan tinjunya membayangkan wajah Leon yang sangat memuakkan."


"Sudah sayang,kamu ga perlu emosi dan kesal seperti itu kan besok pagi pagi benar kita pulang jadi si clurut itu tak akan bisa menemuimu "hibur Rendy mengembangkan senyum."


"Hhee iya ka maaf ya ka"ucap Dara tertunduk malu."


Setelah percakapan begitu lama Dara terlelap dalam tidur di brangkarnya.


Sedang Rendy tidur di kursi samping brangkar dengan kepala bertumpu pada brangkar dimana saat ini Dara berbaring.


Sementara situasi di rumah Leon sedikit hening.


Mamah Lani sedang memikirkan pertemuannya dengan Dara yang tak sengaja.


Mamah Lani melamun memikirkan siapa gerangan yang telah kejam mencelakai Dara begitu kejam.


"Mah,kok mamah belum tidur?apa yang jadi beban pikiran mamah?"tanya papah Daniel penasaran."


Mamah Lani menceritakan pertemuannya yang tak di sengaja dengan Dara di rumah sakit saat menjenguk teman sosialitanya.


Setelah mendengarkan penuturan mamah Lani,papah Daniel mengernyitkan alis.


"Aneh ya mah,kok ada yang kejam seperti itu,anehnya lagi kenapa tak di laporkan ke polisi saja biar pelaku segera di tangkap "ucap papah Daniel."


Sejenak mereka bercakap cakap panjang lebar sebelum tidur.Mereka merencanakan akan menjenguk Dara esok pagi dengan mengajak serta Leon.


Setelah merasa lelah mengobrol,orang tua Leon terlelap dalam tidur.


Berbeda dengan Leon yang terus saja merasa bersalah pada Dara.Leon tak bisa memejamkan matanya karena resah dan gelisah memikirkan Dara.


Ingin rasanya meminta maaf tapi pasti Dara akan semakin membencinya jika tahu yang Dara alami karena perilaku Leon.


Pikiran buntu serasa tak ada jalan untuk membayar kesalahan Leon pada Dara.


Sementara Dara yang sedari tadi terlelap tidur,kini sedang terjaga.


Mendapati Rendy tidur tertelungkup di samping brangkar dimana Dara berbaring.


Perlahan entah kenapa tangan Dara reflek mengusap surai hitam Rendy secara perlahan.


"Ka maafkan Dara ya,selama ini Dara selalu merepotkan kakak.Kakak begitu tulus sayang bukan hanya ke Dara tapi juga ke keluarga Dara.Dara ga akan sia siakan cinta tulus kakak "

__ADS_1


Dara tak tahu jika ocehan Dara tersebut di dengar oleh Rendy yang kebetulan juga terjaga dari tidurnya.


Rendy sangat bahagia karena penantiannya dan pengorbanannya tak sia sia.


Kini Dara benar benar telah bisa mencintainya.


"Ehemmm bener ga tuh?"goda Rendy terkekeh."


Dara tersipu malu dan memalingkan wajahnya mencoba menutupi rona merah yang ada di pipinya.


"Sayang,bener ga yang barusan kamu ucapkan"ucap Rendy memalingkan wajah Dara agar menatap dirinya."


Ini pertama kalinya jantung Dara berdegup kencang saat bertatapan dengan Rendy.


Sejenak Dara terpaku menatap wajah Rendy dan tak bisa berucap.


Rendy mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi hingga mereka saat ini hanya berjarak 1 inci.


Jantung Dara tambah berdegup kencang.


"Sayang,coba kamu ucapkan lagi apa yang tadi kamu ucapkan "pinta Rendy menatap Dara sendu."


Dara hanya diam saja,hingga Rendy berkata lagi.


"Sayang,aku ingin mendengar ungkapan rasa cinta dan sayangmu padaku saat ini juga "pinta Rendy kembali."


Dara menelan salivanya dan akhirnya mengucapkan rasa cintanya pada Rendy.


"Ka,Dara cinta dan sayang sama kakak "ucap Dara."


Tiba tiba Rendy mendekatkan bibirnya ke bibir Dara.Entah kenapa Dara hanya diam saja saat bibir Rendy menyentuh bibirnya.


Kecupan kedua mendarat ke bibir Dara membuat Dara menelan salivanya kembali karena kaget.


Kecupan singkat tersebut membuat pipi Dara merona merah bagaikan memakai perona pipi


"Terima kasih sayang,kamu telah bisa membuka hatimu untukku bahkan kamu juga telah mengorbankan nyawamu untukku "ucap Rendy mengusap bibir Dara yang basah karena dirinya."


"Harusnya Dara yang berterima kasih sama kakak,karena kakak hampir 2 tahun ini selalu menemani Dara selalu ada buat Dara "ucapnya tersipu malu."


Tiba tiba perut Dara berbunyi karena lapar,membuat Dara malu dan membuat Rendy terkekeh.


Rendy memutuskan untuk keluar sejenak mencari makanan untuk Dara dan juga untuk dirinya karena kebetulan dirinya juga merasakan lapar yang teramat sangat.


Untung di depan rumah sakit ada tukang roti bakar walaupun tengah malam masih mangkal.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2