Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 40


__ADS_3

Leon tergesa gesa melajukan mobilnya sambil terus mengunyah roti tawarnya.


Namun pikirannya terus tertuju pada Dara dan Dara.Dirinya mulai sadar jika telah tumbuh cinta di hatinya untuk Dara.


Wanita yang semasa sekolah selalu di hina dan di katakan sebagai cewe barbar.


Kini dirinya malah ingin memiliki Dara di saat dirinya telah sah menjadi suami Ike.


Suami telah berangkat kuliah,istri masih nyenyak tidur.Baru 2 hari jadi istri tingkahnya ga berubah,membuat mamah Lani sedikit kecewa dan geram.


"Pah,kita punya menantu seperti tak punya menantu.Masa seorang istri jam segini kok belum bangun.Lagi pula semalam pulang larut banget pah "cebik mamah Lani menghela nafas panjang."


"Yaaa coba mamah ngomong pelan pelan sama Ike,ajarin bagaimana jadi istri yang baik "ucap papah Daniel memberi saran ."


"Semalam sudah mamah nasehati bakan respon katanya iya iya..tapi ini malah belum bangun juga .Tadi kalau mamah ga ngebangunin Leon juga pasti Leon ga kuliah karena kesiangan "ucap mamah Lani kesal."


"Ya mau bagaimana lagi mah,toh itu sudah jadi pilihan dari Leon "ucap papah Daniel dengan santainya."


"Padahal mamah sudah mencoba terima kenyataan buruk ini.Kalau dalam hati mamah,pengennya si Dara yang jadi menantu kita pah..Yaaaa malah wanita pemalas si Ike ini "cebik mamah Lani mengusap wajahnya berulang ulang."


"Sudahlah mah tak usah di sesali,mungkin sudah takdir Leon jodoh Ike.Tinggal kita yang harus sabar untuk sedikit demi sedikit merubah sifst buruk menantu kita dan anak kita "ucapnya."


"Iya pah "ucap mamah Lani singkat."


Kemudian mamah Lani melanjutkan sarapannya dengan rasa enggan.


Sejenak mamah Lani teringat dengan sosok Dara.Seorang gadis yang sederhana namum pintar beladiri.


Kadang membuat rasa suntuk hilang dan berganti dengan senyuman.


Lain halnya dengan Dara yang saat ini sudah berada di cafe.Dirinya sudah mulai sibuk dengan merekap data data pendapatan hari lalu.


Setelah selesai semua urusannya,tinggal bersantai ria sambil menunggu para pelanggan datang.


Tak berselang lama datanglah pelanggan yang tak lain adalah mami Olive bersama teman teman sosialitanya.


Mami Olive terhenyak kaget saat melihat Dara di meja kasir.


"Kamu kerja disini nak??"tanya mami Olive tersenyum riang menghampiri Dara."


"Iya tante "jawab Dara menyalami mami Olive."

__ADS_1


Segera Dara memberikan daftar menu makanan dan minuman pada mami Olive.


Segera mami Olive memilih menu makanan dan minuman untuk semua teman sosialitanya.


Karena hari ini jatah mami Olive yang menyajikan makanan dan minuman bagi teman teman sosialitanya.


Sudah menjadi aturan bagi siapa saja anggota arisan yang mendapat arisan giliran menjamu dengan makanan dan minuman.


Dara segera melangkah menuju ke dapur dengan membawa daftar menu makanan dan minuman yang di pesan oleh mami Olive.


Setelah itu dirinya kembali ke meja kasir kembali.Karena khawatir ada pelanggan yang akan membayar.


Tak berselang lama seluruh pesanan dari mami Olive telah siap di hidangkan.


Rita dan beberapa temannya membawa ke meja dimana ada mami Olive dan teman teman sosialitanya.


"Ehh rupanya ini semua pesanan tante,silahkan tante di nikmati selagi masih hangat "ucap Rita tersenyum ramah pada mami Olive."


Mami Olive hanya tersenyum tak berkata apa apa.


Kemudian asik kembali bersama teman teman sosialitanya.Untuk mengundi arisan hari ini .


Setelah mendapat kocokannya,semua tertawa riuh terutama anggota arisan yang mendapat arisan tersebut.Arisan di kocok 1 bulan sekali.


Segera mami Olive dan teman teman sosialitanya bangkit dari duduk mereka masing masing dan segera meninggalkan cafe tersebut.


Namun saat mami Olive membayar semuanya pada Dara,mami Olive menyelipkan uang satu lembar seratus ribu di bawah buku data pendapatan.


"Sayang,di bawah buku ini uang tips buatmu ya "ucap mami Olive tersenyum manis."


"Tapi tante.."


Belum juga Dara selesai berucap tiba tiba mami Olive menyela.


"Usstt sudah ga usah berisik..ambil.saja .."bisik mami Olive."


Tanpa menunggu jawaban dari Dara,mami Olive segera berlalu dari hadapan Dara sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Dengan segera Dara mengambil uang seratus ribu yang diselipkan mami Olive di bawah buku data pendapatan.


Dara langsung mengantunginya.

__ADS_1


"Puji Syukur dapat rejeki bisa buat tambahan belanja ibu "gerutu Dara dalam hati sembari tersenyum."


Kemudian Dara melanjutkan kembali pekerjaannya dengan penuh semangat.


Waktu berjalan begitu cepatnya,tak terasa telah sore.Dara menghela nafas panjang dan tersenyum sendiri.


Merasa senang karena waktu pulang telah tiba.Dirinya lekas menata semuanya kembali ke tempatnya.


Mengunci laci lacinya,dan kemudian membawa uang ke ruang manajer untuk di setor.


Setelah selesai dari ruang manajer,Dara lekas keluar dari cafe tersebut.


Menunggu Rita yang sedang mengambil motor di parkiran.Dara menunggu tepat di depan cafe.


Namun lagi datang Rendy juga Raka.Keduanya datang bersamaan di jam bersamaan.


Rendy mengemudi mobil sedang Raka mengemudi motor maticnya dengan menggunakan baju gojek.


Keduanya berbarengan menghampiri Dara yang sedang menunggu Rita.


Sementara dari jauh,Leon sedang mengintai Dara.Niat hati ingin menjemput Dara dan memohon maaf.


Tapi malah melihat pemandangan yang buat Leon geram dan sangat emosi.


"Kenapa itu rekan bisnis papah selalu saja nongol,dan itu cowo pake seragam gojek ngapain juga ikutan deketin si cewe barbar "gerutu Leon mengepalkan tinju."


"Satu saingan belum sempat gwe bereskan,tapi kenapa masih ada lagi yang baru "gerutunya kembali."


Sementara Dara kaget dengan kedatangan Rendy dan Raka secara bersamaan.


"Loh mas Raka,Dara ga pesan gojek kok "ucap Dara mengernyitkan alis."


"Aku sengaja kemari ingin anter kamu pulang Dara"ucap Raka sambil melirik sinis pada Rendy."


"Pulang sama kaka saja yuk de,kamu kan belum begitu kenal sama si tukang gojek ini.Yang ada entar kamu di jahatin "sindir Rendy melirik sinis pada Raka."


Dara terbengong bengong,belum juga Dara menjawab.Tiba tiba Leon datang dan menggandeng tangan Dara.


"Kalian berdua ga pantas antar Dara,apa lagi dekat dengannya.Kalian sudah berumur ga level dengan Dara "cibir Leon dengan percaya diri."


Dara menepis pegangan tangan Leon.

__ADS_1


"Loe kurang ajar amat si,pegang pegang tangan gwe!!dasar cecunguk tak tahu diri !"cebik Dara ketus."


__ADS_2