
Hari berganti hari dan minggu berganti minggu,tak terasa hubungan Dara dan Rendy sudah berjalan 3 bulan.
Dalam waktu 3 bulan itu sampai sekarang,Leon dan Raka masih saja mencoba mendekati Adelia.
Jika si Raka dengan jalan yang wajar,beda dengan Leon dengan jalan yang tidak baik.
Leon berencana ingin mencelakai Rendy,agar Leon bisa lebih mudah meluluhkan hati Dara itu menurut Leon.
Padahal Dara sangat membenci Leon bahkan semenjak masih duduk di bangku sekolah SMK.
Seperti saat ini Leon mencoba membujuk Dara untuk bersedia di antar pulang oleh dirinya.
Dara sedang berdiri di depan cafe seperti biasa menunggu jemputan dari Rendy.
"Hay Dara,mau pulang ya??mending loe pulang sama gwe saja secara mobil gwe lebih keren dari pada mobil pacar loe "ucap Leon menyombongkan diri."
Dara sama sekali tak menghiraukan tawaran dari Leon,hanya merespon dengan lirikan sinis.
"Ayohlah Dara,gwe minta maaf atas kesalahan gwe dulu saat sekolah.Suka ganggu loe dan ngebuly loe.Sekarang gwe sadar,kalau loe itu bukan gadis yang buruk "ucap Leon memelas."
Lagi lagi Dara tak merespon ucapan dari Leon,dirinya hanya mematung dan sesekali melihat jam tangannya.
Tak berselang lama jemputan datang,Dara tersenyum sumringah menghampiri Rendy.
Rendy keluar dari mobil menghampiri Dara .
"Sayang,apa si cecunguk itu mengganggumu lagi."tanya Rendy sembari melirik sinis ke Leon yang sombong."
"Sudahlah ka,ga usah di urusin cowo sombong seperti dia,lebih baik kita pulang yuk.."ajak Dara tersenyum manis sembari mencolek hidung mancung Rendy."
Segera Rendy membukakan pintu mobil untuk Dara,dan segera pula Rendy menyusul Dara masuk mobil.
Rendy lekas melajukan mobilnya tanpa menghiraukan tatapan tajam Leon .
Sementara Leon terus saja menggerutu dan mengepalkan tinjunya karena penolakan dari Dara.
Selagi asik bercengkrama di dalam mobil,tiba tiba perut Dara berbunyi.Rendy sempat mendengarnya.
Rendy menahan tawanya,sedang Dara tertunduk malu.
"Sayang,kamu lapar ya?"tanya Rendy menaik turunkan alisnya menggoda Dara."
__ADS_1
"Hhee iya ka,tadi di cafe ga sempat makan siang karena cafe sangat ramai"jawab Dara tersipu malu."
"Sayang mau makan apa,ga usah malu seperti itu donng..dang..ding..dong.."canda Rendy terkekeh."
"Terserah dech ka,makan apa saja Dara mau kok "jawab Dara singkat."
"Hemm bagaimana kalau kita makan soto bakso di warung perempatan itu itu.."ajak Rendy sambil menunjuk warung bakso yang terlihat tak jauh dari mobil Rendy yang sedang melaju pelan."
"Baiklah ka"jawab Dara singkat."
Rendy memarkirkan mobilnya di samping warung bakso tersebut.
Segera Rendy dan Dara turun dari mobil dan Rendy yang memesan makanan dan minumannya.
Tak berselang lama,datanglah pesanan Rendy.2 Porsi soto bakso dan ketupat,serta 2 gelas es teh manis.
Segera ke duanya menyantap makanannya.Namun Dara lebih cepat lebih lahap karena sedang merasakan lapar yang teramat sangat.
"Sayang,nambah lagi ya biar nampol dan kenyang perutmu "ucap Rendy mengusulkan agar Dara menambah porsi soto baksonya lagi."
Namun Dara tak mau,dengan alasan telah kenyang.Ketika keduanya selesai makan,Rendy tak lupa memesan beberapa porsi untuk di bawa pulang untuk keluarga Dara.
Namun Rendy tak pernah mendengarkan nasehat dari Dara.
Rendy melakukan itu semua karena Rendy benar benar tulus sayang bukan hanya pada Dara tapi juga pada orang tua Dara dan adik adik Dara juga.
Setelah semua pesanan soto bakso telah di bungkus,segera Rendy dan Dara beranjak pergi dari warung soto bakso tersebut menuju ke mobil Rendy.
Segera Rendy melajukan mobilnya,namun dalam hati Dara menggerutu.
"Gara gara cacing di perut ga bisa di kompromi jadi seperti ini.Kasihan ka Rendy selalu saja di repotkan olehku"gerutu Dara dalam hati."
Mereka tak menyadari jika laju mobil mereka di ikuti oleh 2 mobil.
Leon telah memerintahkan orang untuk mencelakai Rendy namun tidak dengan Dara .
Rasa tak enak telah mendera Dara,sekilas Dara melirik dari kaca sepion mobil jika di belakang mobil Rendy ada 2 mobil yang sedari tadi mengikuti laju mobil Rendy.
"Aku harus bagaimana ini,apa sebaiknya aku ngomong ke ka Rendy saja kalau di belakang mobilnya ada 2 mobil yang sedang menguntit kita?"gerutu Dara dalam hati."
Hingga akhirnya Dara mengutarakan semuanya pada Rendy .Jika saat ini ada 2 mobil yang mengikuti laju mobil Rendy.
__ADS_1
Dan Dara menasehati Rendy supaya berhati hati.
Rendy menyelidik melirik dari kaca spion mobilnya,setelah menyadari sedang dalam bahaya,segera Rendy mempercepat laju mobilnya.
Hingga terjadilah kejar kejaran di jalan raya.
Namun tanpa sepengatahuan Dara,dulu Rendy adalah mantan pembalap mobil.Jadi dengan sangat lihai,Rendy bisa menguasai situasi jalan raya.
Rendy mengebut dengan kencang menyebrang jalan,dan naas bagi mobil yang sedang mengikuti mobil Rendy.
Saat akan memburu mobil Rendy,mobil ini tidak melihat jika saat ini ada sebuah truk besar dengan laju yang sangat cepat hingga mobil yang mengikuti Rendy menabrak truk besar tersebut.
Sedang mobil yang di belakangnya juga menabrak mobil yang di depannya.Akhirnya terjadilah kecelakaan beruntun di jalan raya besar tersebut.
Sedang mobil Rendy aman aman saja tak mengalami lecet sedikitpun.Dara sangat lega karena telah terhindar dari bahaya.
Namun Dara juga sangat penasaran dengan orang yang ingin mencelakai mereka.
Tidak halnya dengan Leon,yang mendengar kabar ke gagalan dua mobil suruhannya untuk mencelakai Rendy.
Dirinya sangat emosi dan geram,dengan melampiaskan melempar semua barang barang yang ada di kamarnya.
Hingga kamar Leon bagaikan kapal pecah,berserakan di lantain pecahan pecahan vas bunga dan beling gelas.
Kedua orang tua Leon yang letak kamarnya bersebelahan menjadi kaget dan lekas melangkah menuju kamar Leon.
"Astaga..apa yang kamu lakukan Leon?"tegur papah Daniel geleng geleng kepala."
"Ya Leon,kok kamarmu jadi berantakan seperti ini "ucap mamah Lani menghela nafas panjang melihat kamar Leon yang sangat berantakan."
Leon tak menjawab ucapan dari kedua orang tuanya.Leon malsh berlalu pergi dari kamarnya dengan membawa kontak mobilnya.
Leon tak memikirkan sama sekali kegaduhan yang telah di buatnya itu.
Segera Leon mengambil mobilnya yang terparkir di garasi dan segera melajukannya dengan cepat menuju ke sebuah bar.
Leon melampiaskan amarahnya dengan meneguk minuman keras yang cukup banyak.Hingga dirinya benar benar mabuk dan tak bisa bergerak sama sekali.
Sampai sang penjaga bar mengotongnya dan meletakkan tubuh Leon di emperan bar.Karena bar akan tutup.
😎😎😎😎😎😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😎😎
__ADS_1