Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 20


__ADS_3

Dara sangat bersyukur dan berterima kasih pada tukang gojek tersebut.


"Mas,makasih ya sudah nolong aku"ucap Dara singkat sambil memegangi pergelangan tangan yang lecet karena ikatan yang di paksa di lepas sendiri."


"Iya sama sama sama,namamu siapa?Namaku Raka,maaf ya gara gara aku kelamaan kamu hampir celaka"ucap Raka pada Dara."


"Namaku Dara mas,iya ga apa apa kok mas "ucap Dara singkat."


"Tanganmu lecet pasti sakit sekali"ucap Raka menghampiri Dara ingin melihat kondisi tangan Dara."


"Ga apa apa kok mas,cuma luka ringan entar juga sembuh sendiri "ucap Dara mencoba tersenyum menahan rasa sakit di kedua pergelangan tangannya."


Raka melangkah ke motornya mengambil kotak P3k yang selalu di bawanya kemanapun dia berada.


"Sini biar aku obati lukamu "Raka meraih paksa tangan Dara."


Dengan sangat perlahan lahan Raka terlebih dulu mengobati pergelangan tangan kanan Dara.


Dibaluri lukanya dengan betadine kemudian ditutup dengan perban dan diberi perekat plester.


Setelah pergelangan tangan kanan selesai,Raka meraih pergelangan tangan kiri Dara.


Dengan sangat hati hati dan perlahan lahan pula,Raka mengobati pergelangan tangan kiri Dara.


Sesekali pandangan mata mereka beradu satu sama lain.Sesekali pula mereka saling melempar pandang ke arah lain.


"Sekali lagi trima kasih ya mas Raka "ucap Dara mencoba mencairkan suasana."


Dara segera bangkit dari duduknya.Ketika akan melangkah,ponsel di tasnya berbunyi.Yakni telfon dari ayah Rinto.


Ayah Rinto : "Nak,kok kamu belum sampai rumah juga?Apa sebaiknya ayah jemput ya?"


Dara : "Iya yah tadi gojeknya ban bocor,ini ladi di tempat tambal ban.Sebentar lagi juga sampai rumah .Ayah lagi sakit ga usah kemana mana,bentar lagi juga sampai."


Ayah Rinto : "Ibumu yang sedari tadi khawatirin kamu nak.Ya syukurlah kalau kamu ga apa apa."


Dara : "Dara ga kenapa kenapa kok yah.Ayah ga usah khawatir,sebentar lagi Dara sampai kok."


Ayah Rinto : "Ya sudah kamu yang hati hati ya nak,karena ini sudah malam ."


Dara : " Iya yah,ya sudah yah telfon Dara tutup."

__ADS_1


Kemudian telfonpun di tutup oleh kedua belah pihak.


Pembicaraan di telfon antara Dara dan ayahnya sempat di dengar oleh Raka.Dirinya sangat kagum pada Dara,karena baru kali ini menemui wanita sekuat dan sehebat Dara.


Luka di pergelangan tangan tidak di rasakan,bahkan pintar bela diri.


Dari banyak wanita yang ditemuinya,semua rata rata manja dan cengeng.Tapi tidak dengan wanita satu ini.


"Baru kali ini aku bertemu wanita tangguh yang tak manja dan tak cengeng,sungguh gadis yang langka "gerutu Raka dalam hati."


Selagi Raka fokus menatap Dara,Dara menghampirinya.


"Mas,bisa antar aku pulang sekarang ga??Karena orang tuaku sudah nunggu nunggu kepulanganku"ucap Dara menatap serius pada Raka."


"Bisa dong,yuk kita pulang sekarang juga "ajak Raka sumringah menatap Dara."


Keduanya melangkah keluar dari rumah kecil tersebut.Menuju ke arah motor Raka.


Segera Raka menyalakan mesin motornya,Dara juga langsung membonceng tak menunggu perintah dari Raka.


Segera Raka melajukan motornya.Selama dalam perjalanan Dara dan Raka tak banyak bicara.Keduanya hanya diam saja.


Tak berselang lama,sampailah Raka di depan gang menuju rumah Dara.


"Berapa ya mas ongkosnya?"tanya Dara tersenyum manis."


"Ga usah de,simpan saja uangnya.Hitung hitung sebagai permintaan maaf saya,gara gara keteledoran saya ade hampir saja celaka "ucap Raka menolak pembayaran Dara."


"Ini serius kok mas,aku mau bayar"ucap Dara masih dengan menyodorkan uang 20 rb."


"Saya limarius malah de,sudah dulu ya de..permisi saya mau pulang "pamit Raka melajukan motornya tanpa menghiraukan Dara yang masih menyodorkan uang tersebut."


"Yah itu orang main ngacir saja,busyet ini helmnya kok masih aku pake si..Aduhh bagaimana mengembalikanya??"gerutu Dara menepuk jidat sendiri."


Dara melangkah masuk gang,kebetulan waktu telah menunjukkan jam 11 malam sehingga gang sepi.Hingga Dara aman dari bulian.


Setelah sampai di depan rumab,Dara di sambut oleh kedua orang tuanya.


"Nak,kok kamu pulang malam sekali?"tanya ibu Ranti menyelidik."


Belum juga Dara menjawab,ayah Rinto sudah menyela ketika melihat dua pergelangan tangan Dara di perban.

__ADS_1


"Dara, dua pergelangan tanganmu kenap di perban seperti itu?"sela ayah Rinto bertanya pada Dara sedikit panik."


"Ga apa apa kok ayah ibu,ini cuma kecelakaan kecil di cafe.Sebentar juga sembuh"jawab Dara menyunggingkan senyum."


"Ga apa apa bagaimana,ini kelihatan kok lukanya ga kecil diperbannya aja muter ngelingker gini"ucap ayah Rinto."


"Ayah ga usah cemas begitu,orang Dara ga apa apa ko.Udah ya ayah ibu,Dara mau mandi nech gerah "ucap Dara langsing nyelonong masuk dalam rumah."


"Dara ini sudah malam,sebaiknya kamu mandi pake air hangat.Kebetulan ibu sudah merebuskan air buat mandi kamu.Biar ibu yang tuangin karena tanganmu lagi sakit begitu "ucap bu Ranti."


Darapun tak menolaknya,Dara membiarkan ibunya menuangkan air hangat untuk mandi dirinya.


Dengan sedikit kesusahan Dara mandi ditengah malam.Sesekali mengecek pergelangan tangannya khawatir kema siraman air.


Setelah beberapa menit mandi,Dara segera mengeringkan badan dan mengenakan piyama yang telah di siapkan sebelummya.


Rasa cape melanda,tanpa makan malam Dara langsung tidur dengan pulasnya.


Berbeda dengan Raka yang telah pulang ke rumah mewahnya.


Raka sengaja menyamar sebagai tukang gojek hanya untuk mencari cinta sejati.Karena selama ini wanita yang menghampirinya hanya menginginkan kekayaannya saja.


Raka ingin mendapatkan wanita yang bisa menerima dirinya apa adanya tanpa memandang kekayaan.


"Tuan Raka,kenapa tuan pulang malam sekali.Kenapa pula tuan masih saja menyamar jadi tukang gojek.Tuan besar dan nyonya besar dari tadi tanya tentang keberadaan tuan "ucap maid Iko ."


"Dimana sekarang papi sama mami??"tanya Raka."


"Mereka sudah tidur setengah jam yang laku tuan"ucap maid Iko."


"Ohh ya sudah aku lelah,bisakah minta tolong supaya bibi nyiapin air buat mandi aku?"ucap Raka menatap tajam Iko."


"Baik tuan,segera saya bilang bibi suruh nyiapin air buat tuan mandi " ucap Iko melangkah pergi mencari si bibi untuk menyiapkan air mandi buat Raka."


5 Menit kemudian air telah siap,Raka segera mandi berendam di bathup.Pikirannya menerawang ke awang awang terbayang selalu wajah cantik Dara.


Sesekali Raka tersenyum sendiri.


"Apakah gadis itu yang selama ini aku cari,gadis sederhana tanpa memandang harta??"gerutu Raka ."


🥳🥳🥳☹🥳☹🥳🥳🥳🥳🥳☹☹☹☹☹

__ADS_1


Mohon dukung like,vote,favorite..


__ADS_2