
Tya tak pernah menolak ajakan Raka karena memang itu sudah menjadi kewajiban Tya untuk melayani suaminya.
Hingga pagi hari menjelang Raka mengajak Tya mandi pagi bersama dan lagi lagi Raka meminta Tya melayaninya di kamar mandi.
Penyatuan cinta mereka terjadi berkali kali tanpa mereka merasa lelah.Bahkan seperti seorang yang telah kecanduan hingga ingin lagi dan lagi.
Setelah puas melakukan di kamar mandi barulah mereka benar benar mandi bersama.
Setelah mandi ,Raka mengajak Tya untuk sarapan.Tya merasa aneh karena Tya belum memasak tetapi sudah ada sarapan komplit tersedia di meja makan.
"Ka,ini kok sarapan komplit dan masih hangat memangnya kaka pesen on line?"tanya Tya menyelidik."
"Gak kok sayang,kita kan sudah ada sepasang asisten rumah tangga untuk mengurus rumah ini "ucap Raka seraya mengembangkan senyum."
"Loh kak,kok Tya ga tahu kalau di apartement ini sudah ada asisten rumah tangga?"tanya Tya seraya mengernyitkan alis."
"Semalam saat kita datang,suami istri ini sudah tidur sayang,aku ga enak bangunin mereka kasihan juga kan,mereka sudah lama di sini untuk mengurus apartement ini dari aku belum nikah sama kamu "ucap Raka panjang lebar."
"Tugas kamu cuma melayani kebutuhanku saja karena kamu adalah ratuku permaisuriku,jika kamu butuh apa apa bilang saja ke bi Minah atau mang Didin "ucap Raka sumringah."
"Baik ka"jawab Tya singkat."
"Yuk kita sarapan,setelah ini kita jalan jalan untuk membeli perabot rumah yang kira kira di perlukan,kamu pilih sendiri biar puas "ucap Raka antusias."
Tya menyendokkan makanan ke piring Raka dan ke piringnya sendiri.Mereka menyantap sarapan berdua saja.
Hanya beberapa menit mereka sarapan,dan saat Tya akan merapikan meja makan,Raka melarangnya.
"Sayang,bukankah tadi aku sudah bilang sama kamu untuk tidak melakukan pekerjaan apapun di apartement ini cukup melayaniku saja "ucap Raka seraya meraih dua tangan Tya untuk tidak melanjutkan merapikan meja makan ."
"Bi bi Minah sini bi,ini tolong meja makan di rapikan ya "panggil Raka pada asisten rumah tangganya."
__ADS_1
Dengan sedikit berlari kecil datanglah bi Minah dengan anggukan kepalanya dan segera merapikan meja makan.
Raka menuntun Tya melangkah menuju ke garasi mobilnya dimana sudah menunggu si Iko asisten pribadi sekaligus supir pribadi Raka.
Segera Iko melajukan mobil menuju ke sebuah toko funiture kusus almari makan dan perabot rumah tangga lainnya.
Tya malah bingung saat Raka mempersilahkan Tya memilih sendiri kira kira apa saja yang di butuhkan untuk apartement mereka .
Sebenarnya menurut Tya,apartement sudah cukup dengan semua perabot tak perlu lagi perabot lagi pula hanya mereka berdua yang menempati apartement mewah tersebut.
Akhirnya Tya memilih rak almari makan susun yang kecil dan beberapa kursi kayu.
Menurut Tya hanya itu yang di butuhkan untuk saat ini.Setelah selesai berada di toko funiture,Raka mengajak Tya ke sebuat pusat perbelanjaan.
Raka menyuruh Tya untuk membeli segala kebutuhan pribadi Tya juga segala kebutuhan rumah yang di perlukan.
Dari bahan pokok sampai sayur mayur untuk isi kulkas dan daging untuk isi freser,bumbu dapur sampai persabunan.
Tya benar benar bingung karena tadi tidak mengecek dulu di dapur apa saja yang telah habis,hingga Tya mengambil sekenanya saja.
Setelah banyak sekali belanja bulanan kebutuhan pribadi dan dapur,Raka mengajak Tya untuk bertemu dengan teman teman bisnis Raka yang semua akan membawa istri istrinya.
Kelak Tya akan bergabung dengan para istri istri dari rekan bisnis Raka.Para istri ini membuat sebuah perkumpulan seperti perkumpulan sosialita .
Yang sesekali mengadakan arisan,mengadakan bazar,mengadakan amal secara bergilir setiap bulannya.
Saat Tya bertemu para istri rekan bisnis Raka,Tya merasa canggung dan bingung serta minder.
Karena rata rata semua istri rekan bisnis Raka usianya sudah dewasa di atas 30 tahun,sementara Tya saat ini baru berusia 19 tahun.
Namun Tya berusah beradaptasi dengan semua yang ada di sekeliling Raka.Tya menuruti segala ucapan Raka yang penting masih bersifat positif.
__ADS_1
Raka melakukan hal itu juga supaya Tya tidak terus terusan di rumah,tidak bosan.Supaya Tya sesekali ada kegiatan di luaran yang bersifat positif.
Karena kebetulan para istri rekan bisnis Raka semuanya bukan wanita sembarangan yang suka foya foya,shoping shoping untuk hal yang tidak jelas.
Tapi para istri ini mempunyai sebuah perkumpulan penggalangan dana amal untuk kaum yang membutuhkan.
Para istri ini bukan para istri yang suka membemborong berlian atau perhiasan emas lainnya hanya untuk pamer.
Raka sangat menyayangi dan mencintai Tya,Raka ingin memberikan yang terbaik untuk Tya.
Setelah selesai bertemu dengan para rekan bisnis Raka yang masing masing membawa serta istrinya dan telah saling bertukar nomor ponsel Tya.
Raka berpamitan pada semuanya dan segera mengajak Tya pulang.Namun Tya belum ingin pulang.
Tya merengek pada Raka untuk sejenak bermain ke rumah orang tua Tya.Dengan senang hati Raka menuruti kemauan Tya.
"Sayang,kalau tahu kita akan ke rumah orang tuamu tadi saat kita di pusat perbelanjaan sekalian membeli semua jajan dan segala kebutuhan orang tuamu "ucap Raka mencolek hidung Tya."
"Ga usah beli apa apa ka,tinggal kita main saja kok kak"ucap Tya."
"Eits jangan dong sayang,begini saja semua belanja yang tadi kita beli,kita kasih dulu buat ibumu,ntar pulang dari rumah orang tuamu kita belanja ulang "ucap Raka memberi saran."
"Ya sudah terserah kak Raka saja bagaimana baiknya,apa sebaiknya ga usah saja ka,kita pulang saja ke apartement?"tiba tiba Tya berubah pikiran."
"Istriku sayang,jangan sungkan jangan merasa ga enak hati seperti sama orang lain saja,kita tetep main ke rumah orang tuamu,aku juga sudah kangen sama ayah ibu juga adik adikmu "ucap Raka sumringah."
Tya tak berkata lagi hanya menunggingkan senyum sembari tertunduk malu.
Iko melajukan mobil menuju ke rumah orang tua Tya.Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah orang tua Tya.
Langsung saja adik adik Tya berhambur memeluk Tya.Tak lupa Tya dan Raka mencium tangan bu Ranti dan ayah Rinto.
__ADS_1
Raka memerintah Iko untuk mengeluarkan semua belanjaan yang ada di dalam mobil untuk di berikan pada ibu Ranti.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞