Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 17


__ADS_3

Setelah puas bercerita panjang lebar dengan Dara,mamah Lani tiba tiba meminta nomor ponsel Dara.


Sebenarnya Dara enggan memberikannya,namun Dara tak enak hati.Dengan sangat terpaksa Dara memberikan nomor ponselnya pada mamah Lani.


Leon sesekali melirik sinis pada Dara,bahkan kerap kali mata mereka saling beradu secara tak sengaja.


Namun keduanya sama sama sinis jika sesekali beradu pandang.Hal itu juga di sadari oleh orang tua Leon.


Papah Daniel dan mamah Lani saling berpandangan dan sama sama menggelengkan kepala.


Setelah mendapat nomor ponsel Dara,barulah Dara di ijinkan untuk kembali ke meja kasirnya.


Ada kelegaan sendiri ketika bisa pergi dari hadapan Leon.


"Sial,ternyata tante yang pernah gwe tolong adalah mamahnya si kutu kupret itu!!"gerutu Dara dalam hati."


Sembari melangkah berjalan menuju ke meja kasir kembali.Terus saja Dara menggerutu di dalam hati.


Entah mengapa Dara sangat membenci Leon dari semasa SMK.Begitu pula Leon juga sebaliknya.Mereka berdua saling membenci satu sama lain,tapi malah kerap kali bertemu.


"Loe kenapa manyun gitu?"tanya Rita penasaran menatap Dara."


"Ga apa apa,cuma ga enak saja sama loe jadi jaga di kasir rada lama gara gara gwe di meja nomor 2 lama banget "rajuk Dara manyun."


"Eh iya ngomongin apa si,apa loe mau di jodohin kali sama anaknya yang ganteng itu"ledek Rita terkekeh."


"Sue loe,amit amit dech jangan sampai gwe berjodoh sama si kutu kupret!! "cibir Dara sinis."


"Ya ampun Ra,ganteng ganteng gitu kok di bilang kutu kupret.Gwe aja mau kalau dijodohin sama itu cowo "ucap Rita sumringah."


"Tinggal loe ngomong sana,nawarin diri loe untuk jadi menantu mereka "ucap Dara terkekeh."


Sementara mamah Lani sangat senang telah mendapatkan nomor ponsel Dara.Seperti seseorang yang sedang jatuh hati dan mendapat respon dari pujaan hatinya.


"Wahh mamah senang banget,di hari ulang tahun mamah.Bisa mendapatkan nomor ponsel peri cantiknya mamah "ucap mamah Lani terkekeh."


Tingkah mamah Lani ini membuat suaminya tersenyum sembari geleng geleng kepala.


Berbeda dengan anaknya si Leon,malah mencibir mamahnya.

__ADS_1


"Mah mah,gitu aja koh senengnya minta ampun.Ngefans kok sama cewe barbar sampai di bilang peri lagi "cibir Leon melirik sinis pada mamah Lani."


Seketika raut muka murung Leon berubah sumringah ketika menoleh ke meja nomor 3.Dimana telah duduk seorang wanita cantik modis sendirian pula.


"Mah itu itu baru namanya peri "ucap Leon sumringah sembari menunjuk ke Ike ."


Namun mamah Lani malah balas mencibir.


"Sudah terlihat dari cara berpakaiannya,pasti cewe ga bener "cebik mamah Lani ketus."


Pertikaian kecil antara anak dan mamahnya membuat papah Daniel menghela nafas panjang.


Leon sudah tak mempedulikan orang tuanya lagi.Dirinya melangkah menghampiri meja nomor 3 dimana saat ini Ike duduk sendirian.


"Ehem sendirian cantik?"sapa Leon sok kecakepan ya memang cakep si."


"Eh iya ni hhmm apa ya gwe manggilnya,kalau di lihat si loe lebih muda dari gwe "ucap Ike tersenyum genit."


"Panggil saja Leon,boleh gabung ga nech?"ucap Leon sembari mengulurkan tangan."


"Silahkan duduk,kebetulan gwe juga sendirian .Oh iya nama gwe Ike "ucap Ike tersenyum menggoda."


"Ist kenapa si otong belingsatan nech lihat body Ike bagai gitar spanyol "batin Leon."


Lain halnya yang sedang dipikirksn oleh Ike.Dirinya punya rencana jahat untuk Leon.


"Wah ini bisa gwe jadikan alat tutup kehamilan gwe,hemm ganteng juga walaupun kalau dipikir lebih ganteng Rendy.Tapi ga apa apa,daripada anak gwe ga ada bapaknya "gerutu Ike dalam hati."


"Eh kok melamun cantik ?"tanya Leon menaik turunkan alisnya."


"Ga apa apa mmaf ya ,hhemm gwe lihat loe jadi inget seseorang "ucap Ike mulai beraksi merayu Leon."


"Pasti inget mantan ya?"ucap Leon terkekeh."


"Ya benar sekali,lagi cinta cintanya gwe di putusin gitu aja.Bahkan tahu tahu dia maried.Uupss maaf kok jadi curhat "ucap Ike pura pura sedih."


Tak terasa mereka berdua sebentar saja telah akrab,bahkan telah tukeran nomor ponsel.


"Pah,liah tuh anak papah.Happy banget sama itu cewe,kalau dilihat sepertinya lebih dewasa dari anak kita pah "ucap mamah Lani menatap sinis ke arah Leon dan Ike ."

__ADS_1


"Biarin saja lah mah,toh Leon sudah gede.Bukan anak kecil lagi .Jadi ga ada yang perlu di khawatirkan "ucap papah Daniel."


"Pah kita pulang yuk,lagian kan sudah lama juga disini.Mamah sudah lega dan puas ketemu sama peri cantiknya mamah.Apa lagi sudah dapat nomor ponselnya juga "ucap mamah Lani mengajak suaminya pulang."


"Terus itu Leon bagaimana mah?"tanya papah Daniel mengerutkan alis tanda bingung ."


"Biarin sajalah,bukannya tadi papah bilang sendiri kalau Leon kan sudah gede.Jadi ga perlu di khawatirkan "ucap mamah Lani cuek."


Mamah Lani bangkit dari duduknya diikuti oleh papah Daniel.Mereka berdua melewati meja nomor 3 dimana ada Leon dan Ike.


Sejenak mamah Lani dan papah Daniel berhenti.


"Mamah sama papah mau pulang,kamu mau ikut pulang juga apa mau masih di sini??"tanya mamah Lani ketus melirik sinis ke Ike."


"Leon mau di sini dulu,papah sama mamah pulang saja dulu "ucap Leon cuek."


Akhirnya orang tua Leon melanjutkan kembali langkahnya untuk pulang.Terlebih dulu orang tua Leon ke meja kasir untuk membayar semua makanan pesanannya.


"Nak,total pesanan kami berapa?"tanya papah Daniel tersenyum pada Dara."


Dara menyebutkan sejumlah nominal uang,dan segera papah Daniel membayarnya dengan cash karena kebetulan sedang membawa uang cash.


Mamah Lani berpamitan pada Dara .


"Perinya mamah,mamah pulang dulu ya.Ntar kalau mamah telfon atau kirim pesan tolong di respon kalau perinya mamah ini lagi ga sibuk ya?"ucap mamah Lani sumringah."


"Baik tante siap "ucap Dara tersenyum ramah."


"No no no..mulai detik ini panggilnya mamah sama papah.Karena kami ingin sekali punya anak gadis tapi malah ga kesampean.Ga apa apa kan pah ,Dara manggil kita mamah papah ?"ucap mamah Lani meminta persetujuan dari suaminya."


"Iya mah ga apa apa kok "jawab papah Daniel sekenanya ."


Hingga dengan rasa canggung Dara memenuhi kemauan mamah Lani dengan memanggilnya mamah.Dan memanggil papah Daniel dengan sebutan papah .


"Haadeehh gwe benci banget sama anaknya,malah mamahnya lengket sama gwe .Bagaimana nantinya ya,hhaduhh malah bisa susah menghindar ini dari si kutu kupret "gerutu Dara dalam batinnya."


Setelah membayar semua pesanannya dan berpamitan pada Dara.Orang tua Leon segera keluar dari cafe menuju mobilnya.


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


Mohon dukungan like,fav,vote☺☺☺☺


__ADS_2