
Setelah mendapat kesepakatan jika dalam bulan ini Rendy akan melamar Dara,Rendy segera pamit pulang pada Dara dan kedua orang tuanya.
Rendy melangkah pergi dari rumah Dara dengan hati yang sangat gembira.
Setelah sampai di depan mobilnya,Rendy lekas masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju ke makam almarhum Setyo.
Hanya beberapa menit sampailah Rendy di makam almarhum adiknya.
Rendy segera berjongkok di depan makam adiknya.
"Setyo,trima kasih atas restumu dsn ijinmu untuk kakak bisa meluluhkan hati Dara."
"Kakak juga ingin meminta restu kamu kembali karena dalam bulan ini kakak dan Dara akan bertunangan ."
"Mohon doa restumu ya Setyo biar kelak acara pertunangan kakak dan Dara lancar tidak ada halangan apapun."
Demikian curahan hati Rendy di depan makam almarhum Setyo adiknya.
Setelah puas mengunjungi makam Setyo,Rendy melangkah pergi dari makam adiknya dan lekas pulang.
Hanya beberapa menit saja Rendy telah sampai di rumah.
Ssgera Rendy mencari keberadaan orang tuanya untuk memberitahukan kabar gembira ini.
"Mah pah,kalian ada dimana?"teriak Rendy memanggil kedua orang tuanya."
Rendy mencari orang tuanya dari satu sudut ruang ke sudut ruang lainnya.Hingga Rendy mendapati kedua orang tuanya berada di halaman belakang sedang menikmati rujakan berdua.
"Kamu sudah pulang nak,sini gabung sama mamah papah "ajak mamah Rendy sumringah."
"Sebentar mah,Rendy ganti baju dulu ya "ucap Rendy beralih masuk ruangan menuju kamar."
Setelah selesai berganti baju,Rendy kembali menghampiri orang tuanya yang stand by di halaman belakang.
Rendy ikut duduk di lantai keramik dengan sesekali mencicipi rujakan mamahnya.
"Mah pah,Rendy ada kabar gembira nech "ucap Rendy sumringah."
"Wajahmu bahagia banget Ren,memang kabar apa si yang membuatmu sebahagia ini?"tanya papahnya penasaran."
Rendy menceritakan pada orang tuanya jika Dara telah bersedia menerima lamarannya.
Dan Rendy meminta pada orang tuanya untuk menentukan waktu yang tepat hari jam tanggal untuk acara pertunangannya.
Mendengar penuturan dari Rendy,orang tuanya ikut bahagia.Karena orang tua Rendy tahu jika Dara adalah gadis yang sangat baik ramah serta sopan,beda jika di bandingkan dengan Ike.
Hingga papah Rendy telah memberikan sebuah keputusan waktu yang tepat untuk acara pertunangan Rendy dengan Dara.
__ADS_1
Yakni minggu ketiga pada bulan ini pada hari sabtu jam 7 malam.
Rendy sangat sumringah dengan keputusan yang diberikan oleh papahnya.
Rendy tidak akan mengadakan pertunangan yang mewah.Tapi Rendy akan mengadakan acara pertunangan yang sederhana saja.
Cukup di hadiri oleh dua keluarga dan para tetangga serta Rt di tempat Dara tinggal.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa telah pagi saja.
Rendy segera bangun untuk melakukan ritual mandi paginya.Setiap hari Rendy bangun lebih awal karena terlebih dulu menjemput Dara dan mengantarnya ke cafe.
Semua Rendy lakukan dengan penuh semangat dan keceriaan tanpa ada rasa paksaan walaupun sedikit merepotkan.
Rendy tulus ikhlas mencintai dan menyayangi Dara hingga rela melakukan apa saja demi Dara.
Setelah berdandan rapi dengan memakai kemeja jas serta sepatu yang memadukan keselarasan dengan kemeja serta celananya.
Rendy berpamitan pada orang tuanya untuk berangkat kerja.
Namun terlebih dulu Rendy menjemput Dara ke rumahnya untuk mengantarkan Dara bekerja.
Hanya beberapa menit Rendy telah sampai di rumah Dara dan tak lupa Rendy memberikan amplop coklat pada orang tua Dara.
"Maaf nak Rendy,ini buat apa ya?"tanya ayah Rinto mengernyitkan alis."
"Kita tunangan secara sederhana saja pak,yang penting bapak menghadirkan beberapa tetangga dan pak rt saja sudah cukup pak."
"Ini uang buat keperluan tunangannya ."
Demikian penuturan Rendy pada ayah Rinto.
"Ga usah nak Rendy biar masalah disini urusan kami,ini uang nak Rendy simpan saja "ucap ayah Rinto menyodorkan kembali amplop coklat berisikan uang tersebut."
Namun Rendy tak mau menerimanya kembali,malah menyodorkannya kembali di hadapan ayah Rinto.
"Jangan seperti ini pak,bukannya sebentar lagi Rendy ini akan menjadi anak bapak juga,jadi jangan merasa sungkan seperti ini "ucap Rendy tersenyum ramah."
Hingga ayah Rintopun dengan sangat terpaksa menerima amplop coklat tersebut dan tidak akan menggunakannya.
Ayah Rinto akan benar benar menyimpannya untuk keperluan kelak saat Dara bertunangan dengan Rendy.
Rendy juga tak lupa memberitahu pada ayah Rinto tentang waktu pertunangan yang telah di tentukan jam,tanggal,harinya oleh keluarga Rendy.
Setelah cukup lama bercakap cakap dengan ayah Rinto sambil menunggu Dara.
Hingga Dara selesai,segera Rendy berpamitan pada orang tua Dara untuk mengantar Dara kerja sekalian dirinya juga berangkat ke kantor.
__ADS_1
Dara melenggang santai bersama Rendy menuju mobil Rendy.Rendy segera melajukan mobilnya menuju ke cafe dimana saat ini Dara bekerja.
Hanya beberapa menit saja mobil Rendy telah sampai di depan cafe.Seperti biasa di depan cafe ada Raka dan Leon.
"Hemm mereka lagi mereka lagi "gerutu Rendy dalam hati."
Hingga Rendy ikut turun dengan menggandeng tangan Dara mengantarnya ke dalam cafe .
Karena Rendy tak ingin ada celah sedikitpun untuk Raka maupun Leon mendekati Dara.
Sementara aksi Rendy menggandeng tangan Dara membuat hati Raka dan Leon semakin berkecamuk emosi yang meluap luap.
"Hemm ngapain juga ini orang pake sok romantis pada Dara "gerutu Raka dalam hati melirik sinis pada Rendy."
"Sialan ini cowo memang mau cari mati,cari masalah dengan gwe "gerutu Leon menatap tajam Rendy."
Baik Raka maupun Leon sama sama geram dan emosi dan sama sama mengepalkan tinjunya.
Namun tidak dengan Rendy,dirinya bersikap santai seolah tidak ada Raka dan Leon.
Bahkan Rendy dengan sangat cepat mencium kening Dara dan mengecup kilat bibir Dara,membuat Dara terhenyak kaget mendapat perlakuan mendadak seperti itu.
"Ka Rendy .."rajuk Dara manyun."
"I love u sayang mmuacchh "ucap Rendy sambil kiss by ke Dara."
Rendy melangkah pergi setelah mengantar Dara sampai pintu cafe.
Rendy melenggang santai menuju mobilnya tanpa menghiraukan tatapan sinis dari Raka dan Leon.
Rendy melajukan mobilnya menuju ke kantornya,sedang Dara langsung saja masuk ke dalam cafe.
Walaupun Raka dan Leon sempat bebarengan memanggil Dara.
Namun Dara pura pura tak mendengar panggilan dari Raka maupun Leon.
Dara tak ingin melayani Raka maupun Leon,baginya tidaklah penting hanya membuang buang waktu saja.
Kecuekan Dara membuat Raka sedikit kecewa begitu juga Leon merasakan hal yang sama.
Akhirnya Raka dan Leon menyerah dan sama sama pergi meninggalkan cafe dimana Dara bekerja.
Namun Raka dan Leon sama sama tak putus asa,mereka akan kembali lagi saat Dara pulang nanti.
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Hay ka,mmpir karya othor yang lain
__ADS_1