Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 60


__ADS_3

Orang tua Leon saling berpandangan seolah saling bertanya satu sama lain.


Akhirnya Leon dan orang tuanya melangkah pergi dari rumah sakit tersebut.


"Pah,coba papah tanya sama Rendy pah.Bukannya papah ini rekan bisnis Rendy ?"bujuk Leon."


"Untuk apa Leon,papah ga enaklah lagian papah malah baru tahu kalau saat ini Dara memang akan menikah dengan Rendy "ucapnya."


"Papah percaya amat sama resepsionist tadi,bisa juga ini trik Rendy pah "rengek Leon."


"Papah itu heran sama kamu Leon,dulu kamu sangat membenci Dara tapi kenapa sekarang seperti ini,bahkan kamu ingin merebut Dara dari tangan Rendy "sindir papah Daniel."


Setelah mendapat sindiran dari papahnya,Leon diam tak berkata kata lagi,dirinya langsung mempercepat langkahnya menuju mobil.


"Lihat itu anakmu mah,sekarang sepertinya sudah mulai tergila gila pada Dara "ucap papah Daniel."


"Mungkin saja pah,tapi banyak membawa perubahan positif juga pada Leon pah"ucap mamah Lani."


"Tapi sudah telat mah,karena Dara telah memilih lelaki lain untuk jadi pendampig hidupnya "cebik papah Daniel."


Mamah Lani sudah tidak bisa berkata lagi.


Sementara Rendy berangkat ke kantor setelah terlebih dulu mengantar Dara pulang.


Bu Ranti dan ayah Rinto sangat antusias mendapat tempat tinggal yang baru yang lebih nyaman.


"Bu,ayah akan mulai membuat sket di depan rumah kita untuk bengkel ayah,nanti kalau sudah selesai ayah juga akan buatkan ibu warungan kecil buat jualan "ucap ayah Rinto sumringah."


"Iya yah,apa ada yang bisa ibu bantu?"tanya bu Ranti."


"Ga usah bu,sebaiknya ibu mengemasi barang barang yang mungkin blom sempat di tata,si Dara jangan kecapean dulu bu kasian "ucap ayah Rinto."


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙉


Waktu berjalan begitu cepat,luka sayatan di perut Dara telah sembuh dan hari ini hari yang sangat di nantikan oleh Rendy.


Hari pertungannya dengan Dara.


Segera Rendy dan orang tuanya bersiap siap ke rumah Dara dengan membawa beberapa saudara Rendy untuk menjadi saksi pertunangannya.

__ADS_1


Sementara Dara juga telah berdandan sangat cantik.Dara sebenarnya pintar merias diri,tapi Dara tak suka melakukannya .


Dara merias diri jika di acara penting penting saja seperti menghadiri pernikahan dan prosesi lamaran.


Gaun yang di belikan oleh Rendy sangat sepadan dengan tubuh ramping Dara dan rambut lurus Dara di gerai sebahu memakai sebuah bandana seperti mahkota.


Orang tua Dara juga mengundang RT setempat serta tetangga setempat.


Kebetulan para tetangga di rumah Dara yang baru sangat ramah ramah.


Bahka tak kenal lelah dan cape membantu bu Riris membuat kue dan makanan ringan yang lain serta jamuan makan malam.


Situasi sangat ramai karena di rumah Dara banyak tetangga yang membantu.


Tak berselang lama datanglah Rendy beserta orang tuanya dan beberapa orang saudaranya


Wajah Rendy terlihat lebih cerah dan bersinar dengan memakai kemeja batik senada dengan gaun Dara.


Rendy terlihat sangat tampan bahkan emak emak yang ada di rumah Dara terperangah tak berkedip.


Begitu pula dengan para gadis yang seusia Dara yang turut meramaikan acara pertunangan Dara juga membola melihat ketampanan Dara.


Rendy juga tak berkedip saat melihat paras cantik Dara .


"Aku jadi sudah ga sabar ingin cepat menikahi Dara "batin Rendy kembali."


Setelah semua terkumpul,bapak RT setempat membuka acara pertunangan tersebut dengan perkenalan dan doa.


Acara pertunangan berlangsung tak lama,setelah resmi tukar cincin mereka mengabadikan lewat foto.


3 Jam berlalu,seluruh keluarga Rendy berpamitan pulang.


Namun Rendy enggan untuk melangkah pulang,masih saja duduk tak bergeming membuat semua yang hadir terkekeh dan menggoda Rendy.


"Wah udah ga sabar nech nak Rendy,masih betah juga ga mau pulang "canda salah satu emak emak."


Rendy tersipu malu setelah mendapat candaan seperti itu barulah Rendy beranjak bangun dan pamitan pada semua.


"Kurang asem dech tuh emak emak ganggu saja aku masih betah di samping Dara "gerutunya dalam hati."

__ADS_1


Dengan langkah gontay Rendy melangkah mengikuti orang tuanya.


Sementara orang tua Rendy hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Rendy.


Prosesi tunangan Rendy dan Dara ada seseorang yang mengunggah di laman akun sosial median facebook.


Yang sempat di lihat oleh Leon juga Raka.


Leon semakin tak terima dan semakin emosi ketika tahu Dara telah menerima Rendy sebagai calon suami Dara.


"Kurang ajar tuh Rendy,awas kamu Rendy aku akan merebut segera Dara.Kalau perlu aku culik Dara dan aku paksa untuk menikah denganku!!"gerutu Leon dengan mengepalkan tinjunya ."


Begitu pula dengan Raka sangat kecewa tapi tak berniat jahat sedikitpun pada Rendy.


Raka selalu di hibur oleh orang tuanya agar bisa lapang dada dan anggap saja jika Dara memang bukan jodohnya.


Orang tua Raka menasehati jika suatu saat nanti pasti Raka akan menemukan jodoh yang terbaik yang lebih baik dari Dara.


Untuk pertama kalinya Raka se frustasi ini hingga tak mau bekerja,selama berhari hari hanya murung di dalam kamar tak mau melakukan aktifitas apapun.


"Pi bagaimana ini dengan anak sulung kita?"ucap mami Olive bingung."


"Ga usah khawatir mi,ntar juga kembali seperti sediakala,biarin saja jangan di ganggu "ucap papi Alan."


Setelah mendengar penuturan dari papi Alan,mami Olive tak dapat bicara apa apa lagi .


Mami Olive menuruti kemauan papi Alan,tidak akan mengusik Raka yang sedang patah hati karena cintanya tak bersambut malah memilih pria lain.


Berbeda dengan Rendy yang sangat bahagia,Rendy membuka figura dimana banyak sekali foto kenangan dirinya bersama dengan almarhum Setyo .


"De,kakak bahagia banget sudah bisa mengikat Dara .Terima kasih ya de atas ijinmu untuk kakak bisa memiliki Dara,kakak janji untuk menjaga Dara sebaik mungkin,kakak ga akan bikin kamu kecewa De "gerutu Rendy dengan mata berkaca kaca sambil mengusap usap foto almarhum adiknya."


Tak sengaja mamah dan papahnya sekilas melihatnya saat sedang melintas.Hingga orang tua Rendy memberanikan diri masuk kamar Rendy yang kebetulan pintunya sedikit terbuka.


Sejenak mereka bertiga bercengkrama bercerita tentang masa dimana almarhum Setyo masih hidup dengan sesekali membuka figura.


Sesekali terkekeh saat melihat foto masa kecil Rendy dan almarhum Setyo.


Sesekali mata mereka berkaca kaca namun sesekali mencoba mengikklaskan apa yang telah terjadi pada almarhum Setyo.

__ADS_1


Orang tua dan Rendy sangat menyayangi almarhum Setyo semasa hidupnya.Almarhum Setyo anak yang penurut dan pendiam,serta tidak pernah menuntut apapun pada orang tuanya.


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


__ADS_2