
Om Erlan juga tidak tahu jikalau Ike ini adalah menantu papah Daniel.
Ike menghabiskan hari harinya bersama om Erlan dengan shoping,liburan,dan kesenangan lainnya.
Ike sudah tidak peduli lagi dengan Leon yang juga tak pernah memperdulikannya.
Seperti saat ini,sepasang selingkuhan ini telah selesai aktifitasnya di sebuah kamar hotel.
Mereka sedang berkemas dan akan melanjutkan perjalanannya ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Padahal walaupun Leon tak pernah memberikan kepuasan batin atau nafkah batin,namun Leon selalu menafkahi secara lahir.
Jatah bulanan Ike selalu mengalir bahkan uang termasuk utuh karena tidak di gunakan untuk apapun.
Ike sudah mendapatkan segala barang kebutuhannya dari om Erlan,pacar gelap Ike.
"Om,kita mo ke mall mana ini ?"tanya Ike sembari bergelayut manja di tangan om Erlan tanpa malu malu semua orang yang ada di lobi hotel menatap padanya."
"Seperti biasalah sayang,di mall yang paling besar supaya kamu puas memilih milih belanjaanmu "ucap om Erlan sumringah."
"Om,kenapa Ike ga om kasih kartu kredit kek atau ATM kek,biar om ga kecapean nemenin Ike muter muter belanja.Kasihan om juga kan??"bujuk Ike merayu rayu dengan manjanya."
"Bukannya om ga mau kasih,kalau om kasih..om khawatir Ike kabur dan ga mau layani om.."ucap om Erlan terkekeh."
"Ngapain Ike kabur om..kan Ike sayang sama om..yang sudah kasih kepuasan batin sama Ike"rayu Ike terkekeh."
Selagi asik berjalan keluar dari lobi hotel,ada seseorang menabrak mereka.
"aw aw..kalau jalan lihat lihat dong.."rajuk Ike ketus pada orang yang menabraknya."
"Sayang,kamu ga boleh ketus dong ,dia kan ga sengaja"tegur om Erlan."
"Om bagaimana sihh..kok malah belain dia bukan belain Ike"rajuk Ike manyun."
Orang yang sedang tertunduk di hadapan Ike dan om Erlan sejenak agak curiga mendengar nama Ike di sebut.
Orang ini sedang memungut ponselnya yang jatuh,lekas bangkit dan menegakkan kepala.
__ADS_1
"Erlan..Ike.." ucapnya..
"Waduhh mampus gwe..papah mertua "gerutu Ike dalam hati."
Ike lekas melepaskan tangannya yang bergelayut manja di lengan om Erlan.
Wajah Ike berubah pucat pasi,jantung bergegup begitu kencang.
"Eehh Daniel..bagaimana kabarmu.??"tanya om Erlan tersenyum riang menyalami Daniel."
"Yuk kita duduk duduk dulu..kan lama ga bertemu "ajak om Erlan."
Papah Daniel mengikuti om Erlan dan Ike,mereka bertiga duduk di lobi hotel.
"Lagi ngapain kamu disini Erlan?"tanya papah Daniel sesekali melirik sinis Ike."
Ike selalu mengalihkan pandangan karena merasa tersudut.
"Biasalah Dan,habis kikuk kikuk masa dari hotel habis belanja.."ucap om Erlan terkekeh."
Om Erlan tak tahu jika Ike ini menantu dari papah Daniel.Karena saat papah Daniel menikahkan Leon,om Erlan sedang berada di LA.
"Iyalah..memang dengan siapa lagi Dan..kan saat ini aku sedang dengan Ike "jawab om Erlan terkekeh."
"Apa kamu tahu Ike ini sudah bersuami?"tanya papah Daniel menyelidik ."
"Tahu Dan,tapi kata Ike suaminya ga pernah memberi nafkah batin padanya.Jadi ya dia dapat dari aku..sayang banget wanita cantik seperti ini di anggurin "ucap om Erlan kembali."
"Aduhhh mampus beneran di gwe,ngapain juga si om Erlan jujur banget ngomongnya!!"gerutu Ike dalam hati."
"Erlan,perlu kamu ketahui jika Ike ini menantu saya.Istri dari anak saya si Leon "ucap papah Daniel ketus."
"Jangan bercanda kamu Dan "ucap om Erlan tiba tiba bangkit dari duduknya."
"Duduklah kembali,tak perlu kaget seperti ini "ucap papah Daniel."
Om Erlan lekas duduk kembali dan mencoba menenangkan diri karena rasa kaget dan panik.
__ADS_1
"Ike ini suami Leon,saat aku menikahkan Leon.Kamu sedang berada di LA,jadi mungkin kamu ga tahu.Tenang saja Erlan,aku ga menyalahkanmu kok "ucap papah Daniel menahan geram melirik sinis pada Ike."
"Aku benar benar minta maaf Dan,kalau tahu dia istri anakmu ,aku ga akan mungkin melakukan ini "ucap om Erlan tertunduk lesu."
"Sudahlah semua sudah terjadi,ini bukan salahmu tapi menantuku yang tak bisa menjaga kehormatannya sendiri "sindir papah Daniel melirik sinis pada Ike."
"Papah jangan nyalahin Ike,harusnya papah salahin Leon.Dari awal nikah,Leon tak pernah memberi Ike nafkah batin.Sementara Ike ini wanita normal "cebik Ike ketus."
"Itu tidak pantas di jadikan sebagai sebuah alasan.Tinggal kamunya saja bagaimana caramu agar bisa luluhkan hati Leon.Toh sebelumnya kalian sering tidur bareng kan"sindir papah Daniel."
"Sudah sudah..kalian ga usah berdebat.biar aku yang ngalah..mulai hari ini dan selamanya aku ga akan ganggu Ike dan ga akan hubungi Ike lagi "ucap om Erlan melerai perdebatan antara menantu dan mertua."
"Percuma saja Erlan toh Ike sudah berkali kali kamu tiduri kan??paling nanti aku bilang ke Leon agar segera menceraikan Ike "ucap papah Daniel ketus."
"Aku nyesel dulu belain kamu Ike,saat Leon tak mau menikah denganmu..aku yang membujuknya supaya mau menikahimu..namun seperti ini balasanmu "cebik papah Daniel menghela nafas panjang."
Papah Daniel bangkit dari duduknya dan berlalu dari hadapan Ike dan om Erlan.
Sementara om Erlan dan Ike sama sama diam terpaku menatap kepergian papah Daniel.
"Om,bagaimana ini om?"tanya Ike panik."
"Entahlah Ike,sepertinya aku juga harus mengakhiri hubunganku denganmu karena aku tak mau kerjasamaku yang baru aku lakukan dengan Daniel menjadi batal karenamu.Maafkan aku Ike,hubungan kita cukup sampai disini "ucap om Erlan bangkit dari duduknya dan meninggalkan Ike begitu saja ."
Sementara Ike hanya terpaku diam,karena Ike tak ingin berteriak teriak banyak orang malu.
Sementara papah Daniel tak jadi menemui rekan bisnisnya di hotel tersebut.Papah Daniel melangkah pergi meninggalkan hotel tersebut.
Tiba tiba papah Daniel ingat semua perkataasn yang pernah Rendy ucapkan saat pernikahan Leon.
"Ternyata yang nak Rendy bilang terjadi juga,ternyata Ike memang bukan wanita baik baik.Menyesal dulu aku telah membelanya supaya bisa menikah dengan Leon"gerutu papah Daniel dalam hati."
Papah Daniel telah memutuskan untuk menceraikan Ike dari Leon.Lagipula pernikahsn mereka juga tidak sehat.
Jadi untuk apa lagi di pertahankan,tih tidak ada gunanya hanya membuang buang waktu.Juga uang milik papah Daniel yang tiap bulan di berikan untuk Ike sebagai jatah bulanan.
Lain halnya dengan Ike yang sedang kelimpungan bingung.Om Erlan sudah tak peduli lagi,sementara sebentar lagi Leon pasti akan menalaknya.
__ADS_1
😬😬😬😬😬😬😬🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥