
"Eh mas Raka,Dara baik baik saja kok "ucap Dara menyunggingkan senyum."
"Siapa dia de?"tanya Rendy melirik sinis pula ke Raka."
"Ini mas Raka kak,pernah nolongin Dara waktu Dara di sekap preman sampai kedua pergelangan Dara cidera "ucap Dara sekenanya."
Rendy hanya berhooh ria mendengar penuturan dari Dara.
Tak berselang lama papi Alan juga datang bersama Iko.
Raka langsung menulis notifikasi chat pesan ke mami dan papinya supaya jangan menegurnya.Karena Raka lagi nyamar jadi tukang gojek.
Rakapun pergi begitu saja meninggalkan Dara dan Rendy.Entah kenapa Raka cemburu dan tak suka melihat kedekatan Dara dengan Rendy.
Sementara papi Alan menghampiri istrinya dam menanyakan kondisinya.
"Mami ga apa apa kan?"ucapnya."
"Ga kok pi,itu pi gadis itu yang menolong mami "ucap mami Olive."
"Itu kan Dara mi,gadis yang sedang di taksir sama anak kita.Pantesan Raka tadi kirim pesan supaya papi pura pura ga kenal dia.Tapi kemana Rakanya mi ?"tanya papi Alan ."
"Ga tahu pi,pergi gitu saja seperti hantu "ucap mami Olive."
"Maaf tante om,saya permisi dulu ya"ucap Dara pamit pada mami Olive dan papi Alan."
"Oh iya nak,trima kasih ya sudah menolong istri saya "ucap papi Alan."
"Trima kasih ya nak "ucap mami Olive mengusap bahu Dara."
"Ka ,Dara pergi dulu ya?Si Rita sudah menunggu lama "pamit Dara pada Rendy."
"Iya de,kamu yang hati hati ya "ucap Rendy menyunggingkan senyum."
Sementara papi Alan sekilas melirik pada Rendy.
"Loh nak Rendy kan ya?"sapa papi Alan ."
"Eh tuan Alan,maaf ya tuan.Pikir Rendy tadi siapa,itu istri om toh??"ucap Rendy tersipu malu."
"Iya ga apa apa kok nak Rendy,terima kasih ya sudah selamatkan istri saya"ucapnya papi Alan kembali."
Kemudian papi Alan dan Rendy berbincang bincang sebentar.Sementara mami Olive melanjutkan perjalanannya.
Begitu juga dengan Dara dan Rita melanjutkan perjalanannya lagi.
"Dara,apa loe ga merasa takut saat melawan preman?"tiba tiba Rita bertanya."
__ADS_1
"Ga Rit,justru kalau ada kejadian seperti tadi gwe malah merasa tertantang tangan gatel pengen bikin bonyok preman tersebut"ucap Dara terkekeh."
"Apa loe ga merasa sakit saat terkena pukulan dari kawanmu?"tanya Rita kembali sembari melajukan motornya."
"Sakitlah,tapi itu kan sudah resiko gwe Rit "ucap Dara terkekeh."
"Gwe heran loh sama loe,sudah tahu sakit tapi ga kapok juga ya"ucap Rita mengernyitkan alisnya ."
"Hhee namanya panggilan alam Rit "ucap Dara sekenanya."
Tak berselang lama Dara dan Rita telah sampi di pasar swalayan baru.
Begitu juga dengan mami Olive dan pak Eko.
Sementara papi Alan dan Rendy malah asik bercerita.Bahkan tak sungkan papi Alan bertanya mengenai hubungan Rendy dengan Dara apa.
Rendy menceritakan semua jika selama ini dirinya memang memiliki perasaan pada Dara,namun belum berani mengungkapkannya.
Apalagi Rendy tahu jika Dara masih sangat mencintai almarhum Setyo adiknya .
Rendy tidak tahu jika papi Alan bertanya semua itu demi Raka.Karena selama ini Raka pesimis saat melihat Dara sedang bersama Rendy.
Pertemuan di akhiri oleh Rendy dan papi Alan.Segera papi Alan pulang untuk berganti pakaian karena akan berangkat ke kantor.
Begitu pula dengan Rendy juga berniat pulang.
Namun tak sengaja Rendy melihat Dara yang sedang melawan 2 preman sendirian,hingga Rendy segera ikut membantu Dara.
Apa lagi salah satu preman memegang pisau,hingga Rendy khawatir akan kondisi Dara.Rendy takut Dara cedera kembali.
"Dara Dara,memang sudah jadi sifatmu tak bisa membiarkan ketidak adilan meraja lela.Tapi aku khawatir padamu jika semua preman yang kamu kalahkan kelak akan menuntut balas padamu "gerutu Rendy sambil melajukan mobilnya menuju arah jalan pulang ."
Sementara saat ini Rita sedang terpukau melihat barang barang dari tas,dompet,baju dijual sangat murah.
Padahal jika di lihat barang barang itu barang barang yang sangat bagus dan model kekinian.
Dara hanya mengikuti langkah kaki Rita kemanapun Rita melangkah.Dirinya tidak membeli satu barangpun.
Karena dirinya lebih mementingkan kebutuhan adik adiknya yang masih sangat butuh banyak biaya.
"Dara,bagus bagus banget.murah murah banget..loe serius ga beli??"tanya Rita memastikan."
"Ga lah Rit,semua barang barang gwe masih bagus bagus.Mending kan duit bisa gwe tabung buat kebutuhan adik adik gwe "ucap Dara menyunggingkan senyum."
Dara tak pernah iri dengan kehidupan gadis lainnya yang bisa beli apapun yang mereka mau.
Dara gadis yang sederhana tak suka foya foya.
__ADS_1
Selagi asik menemani Rita berkeliling pasar swalayan tersebut.Bahu Dara tiba tiba di tepuk seseorang.
"Nak Dara "panggilnya."
Orang yang menepuk bahu Dara ternyata mami Olive.
Dara langsung menoleh pada suara yang memanggilnya.
"Eh tante,kita ketemu lagi "ucapnya sumringah."
"Kamu lagi nyari apa nak,pakaian atau apa?"tanya mami Olive."
"Dara cuma nemenin ini temen yang lagi belanja.Dara lagi ga nyari apa apa kok tan "ucap Dara menyunggingkan senyum."
"Yuk kalian ikut tante sebentar "ajak mami Olive menggandeng tangan Dara."
Ritapun mengikuti langkah kaki mami Olive yang tak lepas menuntun tangan Dara.
Ternyata mami Olive membawa Dara ke sebuah ruangan yang penuh dengan barang mewah.
"Disini barang barang yang paling bagus.Lengkap ada tas,atasan,bawahan,sendal,sepatu,dan sebagainya.Sekarang kalian berdua pilih saja semau kalian,saya gratiskan "ucap mami Olive sumringah."
"Maaf tante,saya ga bisa "ucap Dara menolak halus."
"Kamu ga usah khawatir Dara,pasar swalayan ini punya saya pribadi.Ayok pilih saja"ucap mami Olive."
Ketika Dara akan menolak lagi,mami Olive meminta tolong pada Rita untuk membantu Dara memilih semua yang Dara butuhkan.
Rita juga dapat kesempatan yang sama.
Setelah memberi instruksi pada Rita,mami Olive meninggalkan Dara dan Rita.Mami Olive beralih ke ruangan lain.
"Dara,rejeki jangan di tolak sayang tahu "ucap Rita dengan antusiasnya memilih milih baju,celana,tas,sepatu,sendal ."
Rita juga tak lupa memilihkan untuk Dara,namun Dara menolak.
Dara akan memilih pakaian untuk adik adik dan orang tuanya saja.
Dara tak mengambil kesempatan dalam kesempitan.Dara mengambil sesuatu yang adik adik butuhkan.
Karena ada yang sepatu sekolahya rusak,ada yang butuh seragam sekolah,ada yang butuh tas sekolah.
Dara hanya memilih yang dibutuhkan oleh adik adiknya saja dan orang tuanya.Dara sama sekali tak memilih apapun untuk dirinya sendiri.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mohon dukungannya ka..
__ADS_1
Biar author semangat up..