Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 16


__ADS_3

Pagi menjelang,Rendy mengerjapkan matanya dan merentangkan kedua tangannya ke atas dan kesamping kanan kiri.


"Hoaammm nyenyak sekali tidurku.Tak terasa sudah pagi saja "gerutunya ."


Dengan langkah gontay dan masih mengantuk,Rendy melangkah ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya.


Hal serupa juga dilakukan oleh Dara,dirinya segera ke kamar mandi karena hari ini sift pagi kerja di cafenya.


Dara gadis yang sangat rajin dan periang.Hari harinya memang penuh bulian,cemoohan.Namun dirinya gadis yang luar biasa kuat.


Hanya butuh beberapa menit saja,Dara telah selesai mandi.Dan segera mengenakan seragam cafenya.


Dara tidak seperti gadis yang lain yang suka bersolek berlebihan.Dara gadis yang sederhana,hanya cukup sedikit taburan bedak dan polesan lipstik sudah cukup baginya.


Setelah rapi,Dara berpamitan pada orang tuanya untuk berangkat kerja.Karena kebetulan sekarang setiap hari berangkat bersama teman barunya Rita tetangga bu Bety.


Hingga Dara tak perlu di antar oleh ayahnya terus.Paling jika pulang,Dara menelfon ayahnya untuk menjemput jika sift sore .


Karena jika sift pagi pulang sore Dara pulang dengan angkutan umum.Namun jika sift sore pulang malam,Dara lebih nyaman di jemput oleh ayahnya.


"Ayah ibu,Dara pamit berangkat kerja ya "ucap Dara mencium tangan orang tuanya."


Kemudian Dara menunggu Rita di gang dekat rumahnya.


Hanya beberapa detik menunggu,Rita telah datang dengan motor maticnya.Dara lekas naik membonceng di jok belakang Rita.


Segera Rita melajukan motor maticnya menuju ke cafe dimana dirinya dan Dara bekerja.


Rita dicafe bekerja sebagai waiters tidak seperti Dara yang bekerja sebagai kasir.


Keduanya berteman baik,karena kebetulan seumuran.


Tak berselang lama,sampailah Rita dan Dara di cafe.Segera Rita memarkirkan motornya di kusus parkiran para karyawan dan karyawati cafe.


Keduanya langsung masuk cafe dan ke bagiannya masing masing.


1 Jam berlalu,datanglah pengunjung cafe yang tak lain adalah orang tua Leon dan Leon.


"Mah,itu kan yang pernah nolong mamah??Coba mamah perhatikan,jangan sampai salah orang "ucap papah Daniel menunjuk Dara yang sedang fokus menerima uang pembayaran dari salah satu pembeli."


"Iya pah benar sekali ,dduhhh senangnya mamah di hari ulang tahun mamah bisa bertemu peri penolong mamah "ucap mamah Lani sumringah."

__ADS_1


Berbeda dengan Leon yang sangat benci jika bertemu Dara.


"Kalau bukan karena hari ini hari ulang tahun mamah.Gwe males ke cafe ini,males ketemu cewe barbar yang sok kecakepan "gerutu Leon dalam hati."


"Leon,kamu kenapa cemberut si.Masa di hari ulang tahun mamah kamu ga ada senyumnya sama sekali??"tegur mamah Lani menatap sendu ke Leon."


"Au ah mamah pura pura ga tahu "cebik Leon manyun."


"Mah,Leon kan benci banget sama Dara.Makanya bibirnya dari tadi ditekuk "ledek papah Daniel terkekeh."


"Leon,hati hati loeh kamu.Benci entar lama lama jadi cinta "ledek mamah Lani terkekeh pula."


"Iihh amit amit mah,,Leon cinta sama cewe barbar "cibir Leon melirik sinis pada Dara yang posisi lumayan jauh."


"Ini anak kalau di nasehati orang tua ga nurut.Sudah banyak kok buktinya,jadi kamu ga boleh benci gitu sama Dara.Lagian Dara itu gadis yang baik kok"ucap mamah Lani menaik turunkan alisnya menatap Leon."


"Awas ya mah kalau jodoh jodohin Leon sama cewe barbar itu??!!"cebik Leon manyun."


Selagi asik bercakap cakap,datanglah Rita sebagai waiters memberikan sebuah daftar menu makanan dan minuman untuk dipilih oleh keluarga Leon.


"Nak,bisa minta tolong ga?"ucap mamah Lani."


"Dengan senang hati nyonya "jawab Rita tersenyum ramah menatap mamah Lani."


"Maksud nyonya si Dara??"tanya Rita untuk memastikan."


"Iya nak benar sekali,bisa ya nak??"ucap mamah Lani memohon."


"Baiklah nyonya,nanti saya minta tolong Dara untuk mengantarnya kemari "ucap Rita tersenyum ramah ."


Rita menunggu menu makanan dan minuman yang akan di pesan oleh keluarga Leon.


"Nak,ini yang kami tandai pakai pen yang kami pesan ya.Tolong jangan lupa,supaya Dara yang mengantar kemari "ucap mamah Lani sembari menyerahkan daftar makanan dan minuman pada Rita."


"Baik nyonya "ucap Rita singkat."


Segera Rita melangkah meninggalkan keluarga Leon,dan melangkah menuju ke dapur untuk menyerahkan daftar menu dan makanan yang di pilih oleh keluarga Leon .


Tak lupa Rita juga berkata pada koki,jika si pengunjung cafe tersebut meminta Dara yang mengantarkannya.


Rita meminta persetujuan pada para seniornya dan koki apakah boleh jika Dara yang mengantarkannya pada pengunjung cafe tersebut.

__ADS_1


Karena Rita karyawati baru jadi tak berani bertindak ceroboh.Setelah mendapat persetujuan dari para senior,Rita pun membawa pesanan keluarga Leon ke hadapan Dara.


"Dara,maaf ya menggagu sebentar.Tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor 2.Karena tadi pengunjung dimeja nomor 2 meminta kamu yang mengantarnya "ucap Rita tersenyum menatap Dara."


"Baiklah,tapi tolong kamu jaga dimeja kasir sebentar ya "ucapnya sembari membawa,nampan berisikan menu makanan ke meja nomor 2."


"Baik Dara,ntar biar minumannya aku yang bawa "ucap Rita sekenanya."


Dara melenggang ke meja nomor 2 dengan membawa nampan isi makanan .


Setelah sampai di meja nomor 2,Dara agak sedikit kaget melihat siapa yang duduk .


"Sialan ternyata si cowo cemenk ini,kalau tahu gini gwe ogah anterin "batin Dara."


Dara mencoba rilexs dan tersenyum di hadapan orang tua Leon.


Dengan sangat hati hati Dara meletakkan semua menu makanan tersebut ke meja.


"Dara,sini nak duduk disini sebentar "ucap mamah Lani mencairkan suasana ."


"Tapi tante.."


Belum Dara selesai berucap,mamah Lani telah menyela.


"Sudahlah duduk nak,bosmu tidak akan memarahimu .Nanti biar tante yang ngomong.Lagian tante cuma ingin ngomong sebentar saja "ucap mamah Lani menatap sendu Dara."


"Baiklah tante,tapi Dara ambil minuman pesanan dari tante dulu ya "ucap Dara tersenyum ramah pada mamah Lani."


Mamah Lani menyunggingkan senyum sembari mengangguk pelan.


Dara melenggang berbalik arah untuk mengambil minuman yang ada di meja kasir.


Dara juga meminta ijin pada Rita untuk mengantarkan minumannya.Karena atas permintaan pembeli.


Dengan senang hati Rita mengijinkannya.Dan Rita juga sementara waktu berjaga di meja kasir.


Tak berselang lama Dara telah sampai di meja nomor 2.Dengan sangat pelan Dara meletakkan minumannya agar tidak tumpah.


Setelah itu barulah Dara duduk disamping mamah Lani.


Mamah Lani bercerita panjang lebar dihadapan Dara.Dara hanya menanggapi dengan sesekali tersenyum.

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


Mohon like,vote,fav ka😘😘😘😘


__ADS_2