
Si kembar Nella dan Nessa hanya terpaku menatap kepergian Raka.
Sesaat kemudian keduanya saling berpandangan dan saling bercakap cakap sambil melangkah pergi dari tempat itu.
"Eh Nell,loe yakin itu bukan ka Raka?"tanya Nessa ragu."
"Kalau di lihat dari penampilannya si itu sepertinya ka Raka loh Ness,apa lagi suaranya ya ga si?"ucap Nella balik bertanya pada Nessa."
"Iya juga si,harusnya tadi kita paksa ka Raka buka tuh maskernya.Jadi jelas kan,kita juga ga penasaran terus seperti ini "ucap Nessa menghela nafas panjang."
Setelah pembicaraan panjang lebar sambil berjalan,datanglah si Iko membawa mobil menjemput si kembar.
Membuat si kembar saling berpandangan satu sama lain,karena tak biasanya sopir pribadi kakaknya yang menjemputnya.
"Om Iko,kok om yang jemput kami??memangnya pak Eko masih di kantor ya sama papi??"tanya Si Nella menyelidik."
Belum juga Iko menjawab pertanyaan dari Nella,si Nessa sudah menyela.
"Jangan jangan om Iko di suruh ka Raka ya,wahh kita ga salah Nel..yang tadi itu memang ka Raka "ucap Nessa sumringah."
"Non kembar,berapa kali aku ngomong...jangan manggil om.."rajuk Iko manyun."
"Oh iya kami lupa om ehh mas Iko "goda Nessa terkekeh."
"Om eh mas Iko belom jawab pertanyaan kami yang tadi.Om eh mas Iko di suruh ka Raka ya kemari?"tanya Nella menaik turunkan alisnya."
"Ga kok non kembar,kebetulan saya lagi muter lewat sini..eh ga sengaja ketemu non kembar "ucap Iko berbohong."
"Bohonglah mas Iko,kalau sekedar muter kok ga sama ka Raka.Bukannya pagi tadi mas Iko yang antar ka Raka ke kantor ?"cebik Nessa manyun."
"Hemmm adik sama kaka sama sama bawel banget "batin Iko."
"Ini non kembar mau masuk mobil ga,kalau ga aku pulang nech "ucap Iko mengalihkan pembicaraan."
Akhirnya si kembar langsung masuk mobil dengan wajah di tekuk.
Sementara Raka telah sampai rumah dengan motor maticnya serta masih mengenakan baju gojek.
Raka langsung memasukkan motornya ke garasi,dan lekas masuk rumah menuju kamarnya.
Raka langsung melakukan ritual mandi sorenya sembari terus membayangkan pertemuannya dengan Dara barusan.
"Hemm Dara Dara,kenapa si kamu itu tak pernah memikirkan sebab dan akibat dari perbuatanmu itu.Tangan masih di perban saja masih berani lawan 2 preman.Coba tadi kalau ga ada aku,pasti kamu cedera.Oh iya,tapi kalau ga ada Dara, entah bagaimana nasib adik adikku "gerutu Raka sambil menikmati berendam di bath up."
Tak berselang lama,si kembar telah sampai rumah.Keduanya berlarian mencari maminya.
__ADS_1
"Mamm...mamiii..."teriak keduanya."
Maminya yang sedang berada di dapur bersama bi Inem menjadi geleng geleng kepala melihat tingkah anak kembarnya.
Maminya segera melangkah meninggalkan dapur mencari sumber teriakan cempreng si kembar.
"Kalian kenapa si,di nasehati susah sekali.Sudah berapa kali di bilangin ga usah teriak teriak "tegur mami Olive."
"Hemm iya mi,maafkan kami lupa "ucap Nella tanpa merasa bersalah malah cekikikan."
"Memangnya ada apa si,bukannya pulang sekolah langsung mandi malah teriak teriak "tanya mami Olive mengernyitkan alis tanda heran."
"Ya sudah,kami mandi dulu nanti saja kita ceritanya kalau lagi makan malam saja mi "ucap Nella menaik turunkan alisnya."
Si kembar lekas berlarian ke kamar mereka masing masing untuk melakukan ritual mandinya.
Sementara papi Alan baru pulang dari kantornya,duduk di teras depan sejenak karena merasa lelah.
Setelah merasa lelahnya sedikit hilang,papi Alan lekas masuk menuju kamar untuk melakukan ritual mandi sorenya.
Semua telah santai,telah bersih dan wangi.
Tak terasa waktu makan malam telah tiba,semua berkumpul di meja makan.Inilah saat yang di tunggu tunggu oleh si kembar untuk menceritakan pengalamannya barusan.
"Ka Raka,jawab dengan jujur.Tadi sore bukannya kaka yang nolongin kami waktu di ganggu 2 preman?"tanya Nessa melirik menyelidik pada Raka ."
"Kaka juga ya yang nyuruh mas Iko jemput kami?"tanya Nella menyelidik."
"Hemmm "jawab singkat Raka sambil mengunyah makanan."
"Iiihhh kaka ga seru dech,masa jawabny hemm aja seperti suara sapi "rajuk Nessa."
Hingga akhirnya Raka berhenti sejenak makannya,kemudian menatap si kembar dengan tatapan tajam.
"Iya memang itu kaka,lagi lagi kalau sudah waktunya pulang jangan keluyuran.Jadi di ganggu orang kan,coba tadi kalau ga ada Dara kalian pasti sudah di apa apain sama 2 preman itu "ucap Raka ketus."
"Oohhh jadi kaka kenal sama cewe yang keren tadi??"tanya si kembar serentak."
"Kalau kaka kenal,pasti kaka punya nomor ponselnya kan??"tanya Nessa."
"Bagi dong ka,nomor ponsel ka Dara .."ucap Nella memohon."
"Huhh malah gwe keceplosan ngomong "batin Raka."
Sementara papi Alan dan mami Olive hanya saling berpandangan,dan keduanya sama sama menghela nafas panjang sambil geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Kalian itu kok cuekin papi sama mami,kami ga di ajak ngobrol??"rajuk papi Alan pada si kembar."
"Iya sayang,tadi pulang sekolah teriak teriak cari mami.Katanya mau berbagi cerita sama mami saat makan malam "rajuk mami Olive."
"Upsss ..mmaaff mami..kami lupa "serentak si kembar menepuk jidat mereka masing masing."
Si kembar lekas menceritakan pengalamannya saat pulang sekolah.Dimana mereka ingin sejenak mampir ke supermarket lewat terobosan jalan,malah di hadang 2 preman.
Si kembar saling bergantian bercerita bagaimana Dara dengan sangat hebat melawan 2 preman.
Namun saat lengah,salah satu pergelangan tangan Dara terkena pukulan.
Si kembar juga bercerita,di saat Dara kesakitan karena pergelangan tangannya kena pukul.Kakanya juga menolong.
Dan tak berselang lama datang warga untuk menolong.
Si kembar sangat antusias dalam menceritakan kejadian tadi sore.
Setelah mendengar cerita tersebut,papi Alan bertanya pada Raka.
"Kamu kenal dengan gadis yang menolong adik adikmu,Raka?"tanyanya menyelidik."
"Iya kenallah pi,papi juga kenal kok "jawab Raka singkat."
"Papi kenal di mana gadis itu?"tanya papi Alan penasaran."
Raka tak malu malu menunjukan walpaper ponselnya.
Si kembar terperangah melihat di ponsel Raka ada foto Dara.
"Oohh jadi gadis itu yang telah menolong adik adikmu ?"ucap papi Alan."
"Ka Raka,kok kaka bisa nyimpan foto ka Dara??Jangan jangan ka Raka suka ya sam ka Dara?"goda Nessa terkekeh ."
"Apa mungkin ka Raka sudah berpacaran ya sama ka Dara?"goda Nella menaik turunkan alisnya sembari terkekeh."
"Kepo banget si,kalian itu masih anak kecil.."cebik Raka ketus melanjutkan makannya."
"Coba Raka,mami lihat fotonya ??"ucap mami Olive penasaran juga ingin melihat foto Dara dari jarak dekat."
Rakapun memberikan ponselnya pada mami Olive untuk sejenak melihat foto Dara yang di gunakan oleh Raka sebagai walpaper ponselnya.
🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡
Mohon dukungan like,vote,favoritnya..
__ADS_1
Biar author semangat up..