
Saat ini hubungan Dara dan Rendy telah memasuki 6 bulan pacaran.
Rendy ingin segera melamar Dara untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.
Di suatu pagi yang indah di sebuah pegunungan yang udaranya sejuk,Rendy memberanikan diri mengutarakan niat hatinya.
"Sayang,ada yang ingin kaka bicarakan denganmu saat ini"ucap Rendy dengan sangat lirih."
"Ngomong saja kak ga usah sungkan gitu "ucap Dara terkekeh."
"Begini sayang,kaka ingin melamarmu segera "ucap Rendy gugup."
Sejenak Dara terdiam,bukan Dara tak bersedia menerima lamaran Rendy.
Namun saat ini posisi Dara sebagai tulang punggung keluarganya,Dara bekerja untuk membantu perekonomian orang tuanya.
Dara berpikir,jika telah di lamar pastinya tak lama kemudian menikah.
Jika Dara telah menikah,apa mungkin dirinya masih bisa membantu ekonomi orang tuanya.
Dara ga akan tega membiarkan orang tuanya berjuang sendiri.
Bahkan selama ini Dara rela tak mempunyai tabungan hanya untuk membantu orang tuanya.
Karena Dara ingin adik adiknya bisa bersekolah sampai ke jenjang yang tinggi,minimal SLTA.
Diamnya Dara membuat Rendy berpikiran bahwa Dara tidak bersedia untuk kelak menjadi pendamping hidupnya.
"Sayang,apakah kamu merasa keberatan jika kita bertunangan??"tanya Rendy menyelidik."
Dara tersentak kaget dari lamunannya.
"Bukan begitu kak"ucap Dara singkat."
"Terus mengapa kamu diam saja,coba katakan apa yang saat ini merisaukan hatimu?"tanya Rendy menyelidik."
"Dara bingung kak,karena saat ini Dara bekerja untuk membantu orang tua,bukannya jika kita telah bertunangan tak lama kemudian kita menikah?"ucap Dara bingung."
"Kakak sekarang tahu apa yang sedang merisaukan hatimu "ucap Rendy terkekeh."
Rendy telah mengerti akan apa yang sedang meresahkan Dara.
Rendy berjanji pada Dara,dirinya akan dengan senang hati membantu ekonomi orang tua Dara.
__ADS_1
Baginya orang tua Dara sudah Rendy anggap orang tuanya sendiri.
Rendy ingin mengikat Dara dengan sebuah ikatan pertunangan karena Rendy tahu saat ini bukan hanya Rendy yang mencintai Dara tapi ada Raka dan Leon yang masih saja mengejar cinta Dara.
Padahal Raka dan Leon sama sama tahu jika Dara telah berpacaran dengan Rendy.
Tapi bukannya Raka dan Leon mundur tapi malah semakin getol dalam mencoba meluluhkan hati Dara .
Rendy sudah terlanjur jatuh cinta pada Dara dan tak ingin kehilangan Dara,apalagi Dara di rebut oleh lelaki lain.
"Sayang,kamu ga perlu khawatir untuk permasalahan ekonomi orang tuamu, kaka akan selalu bantu kamu kok sayang "ucap Rendy untuk memastikan hati Dara."
"Ka,jika Dara bersedia kita bertunangan pasti tak lama kemudian kita nikah ya kak?"tanya Dara dengan polosnya."
"Tidak juga sayang,kaka akan menunggu sampai kamu benar benar siap untuk menjadi istri kaka "ucap Rendy meyakinkan Dara."
"Dara kan masih terlalu muda ka,baru 19tahun jika kita buru buru menikah Dara ga mau "ucap Dara tertunduk malu."
"Ga kok sayang,kaka janji ga akan memintamu untuk buru buru menikah "ucap Rendy kembali meyakinkan Dara."
"Terus kaka maunya kapan kita brrtunangan?"tanya Dara tertunduk lesu."
"Dalam bulan ini bagaimana Dara?"tanya Dara meminta persetujuan dari Dara."
"Baiklah sayang ntar sepulang dari sini,kakak akan berbicara dengan orang tuamu "ucap Rendy sumringah."
"Untuk saat ini kita happy weekend disini ya sayang,untuk menikmati sejuknya udara pegunungan ini "ucap Rendy tiba tiba reflek memeluk Dara dan mencium pipi Dara."
"Ka Rendy "ucap Dara tersipu malu."
"Hhee maaf sayang reflek,ga apa apa ya sayang kan cuma kecup sedikit saja "ucap Rendy terkekeh."
Dara merona pipinya sembari tersipu malu.
"Baru pertama kalinya aku di cium oleh seorang lelaki,karena biarpun dulu aku pernah berpacaran dengan almarhum Tyo tapi kami sama sekali tidak pernah berciuman "gerutu Dara dalam hati."
Ada rasa senang juga ada rasa malu yang teramat sangat.
Karena ini ciuman pertama Dara dari seorang lelaki.
Dara dan Rendy menikmati minggunya di pegunungan dengan sesekali berjalan berkeliling menghirup udara yang terasa sejuk dingin.
Sesaat kemudian hujan turun dengan derasnya membuat Dara dan Rendy harus mencari tempat untuk berteduh.
__ADS_1
Rendy dan Dara sejenak berteduh di sebuah gubuk kecil yang berada dekat pegunungan.
Duduk berdua berdampingan dan tiba tiba Dara menggigil kedinginan membuat Rendy tak tega dan secara reflek memeluk Dara.
"Maafkan kakak sayang,yang telah memelukmu seperti ini karena kakak tak mau kamu kedinginan "ucap Rendy dengan terus memeluk Dara."
"Iya ka ga apa apa,tapi awas kalau macam macam Dara hajar kamu ka"ucap Dara masih dengan menggigil."
Hingga tak terasa hujan telah reda,Rendy mencari sebuah pertokoan baju untuk membelikan baju buat Dara.
Agar Dara bisa memakai baju yang kering.
Setelah berganti pakaian,mereka melanjutkan untuk makan siang di sebuah warung yang sangat strategis.
Dengan menu makanan yang serba hangat karena suasana di pegunungan yang sangat dingin.
Waktu berjalan begitu cepatnya,tak terasa telah jam 2 siang.Rendy memutuskan untuk mengajak Dara pulang.
Segera mereka berdua melangkah menuju mobil.Dan segera Rendy melajukan mobilnya untuk mengantar Dara pulang.
Hanya dalam 30 menit sampailah Rendy di depan gang rumah Dara.Segera mereka berdua turun dari mobil dan melangkah ke rumah Dara.
Sesampai di rumah Dara,Rendy langsung menemui ke dua orang tua Dara.Karena kebetulan ayah Rinto hari minggu libur sehingga berada di rumah.
Rendy segera mengutarakan niat hatinya untuk melamar Dara.Rendy meminta ijin pada orang tua Dara.
"Pak ibu,Rendy ingin ngomong sesuatu sama kalian berdua "ucap Rendy menahan rasa gugup."
"Iya nak,bicara saja tak usah sungkan "ucap ayah Rinto tersenyum ramah."
"Begini pak bu,Rendy berniat ingin melamar Dara dalam waktu bulan ini saja,apakah bapak dan ibu mengijinkan?"tanya Rendy gugup."
Ayah Rinto dan bu Ranti saling berpandangan seolah saling meminta persetujuan.
"Keputusan kami terserah Dara nak,jika Dara bersedia kami juga akan merestui pertunangan kalian berdua,karena yang akan menjalani kehidupan kedepannya adalah kalian berdua "ucap ayah Rinto tersenyum ramah."
"Bagaimana Dara,apakah kamu bersedia bertunangan dengan nak Rendy dalam bulan ini ??"tanya ayah Rinto menatap menyelidik pada Dara."
"Iya ayah,Dara bersedia tapi untuk pernikahan Dara ga mau buru buru "ucap Dara tegas."
Hingga akhirnya telah di sepakati dalam bulan ini Rendy dan kedua orang tuanya akan datang melamar ke rumah Dara.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
__ADS_1