Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 75


__ADS_3

Raka menengadahkan wajah Tya sehingga kini mereka saling bertatapan.Raka berucap beberapa kata pada Tya.


"Sayang,kamu tak usah memperdulikan mereka karena apa yang mereka lakukan itu karena iri padamu."


"Mereka beberapa kali mencoba mendekatiku,bahkan ada yang lewat mamiku namun aku sama sekali tak tertarik."


Setelah Raka mengucapkan kata tersebut,tersungging senyuman di bibir mungil Tya.Membuat hati Raka merasa lega.


Raka merangkul Tya mengajak kembali ke hotel,namun terlebih dulu membeli beberapa cemilan dan minuman.


Tak berselang lama,sampailah Raka dan Tya di hotel.Keduanya langsung merebahkan badannya.


Berbeda dengan Dara yang saat ini sedang asik berkutat di dapur.Sejak hamil Dara suka sekali iseng buat kue atau cemilan.


Aktifitas ini untuk mengalihkan pikirannya supaya tidak merasa bosan di rumah saja.Juga merupakan suatu hobby baru Dara.


Mamah mertuanya juga sangat senang melihat kesibukan Dara.Kadang juga mamah mertuanya ikut berkutat di dapur membantu Dara.


Sering Dara membuat kue atau cemilan atau nasi kotak sekedar di bagi bagikan ke orang orang yang membutuhkan.


Kadang juga di bagikan ke para tetangga sekitar rumah Rendy.


Rendy tak pernah melarang aktifitas Dara berbagi dengan kaum yang membutuhkan.Rendy malah selalu mendukung.


Tak terasa waktu telah menunjukkan sore hari,dimana waktunya Rendy pulang bekerja.Dara telah mempersiapkan air dan baju untuk Rendy,serta telah menghidangkan kue hasil kreasinya di meja makan.


Hampir setiap hari kreasi kue atau cemilan selalu berbeda,rasanya juga tak di ragukan lagi.


"Sore mas"sapa Dara meraih tas bawaan Rendy dan mencium tangan Rendy."


"Sore sayang,bagaimana hari ini dan bagaimana anak papah ini nakal ga?"ucap Rendy seraya mencium kening Dara dan mencium perut Dara serta mengusap usapnya."


"Anak kita ga pernah nakal kok mas,selalu membantu mamahnya bikin kue "ucap Dara sumringah."


"Hhemm jadi ngiler nech sayang,sudah ga sabar makan kue buatanmu,hari ini kreasi berbeda lagi pastinya ya"ucap Rendy terkekeh."


"Yuk mandi dulu,sudah Dara siapin air mandi,biar mas lelah hilang dan badan segar "ajak Dara mengapit lengan Rendy."


"Ok sayang,habis mandi tolong buatin kopi susu ya sayang "ucap Rendy antusias."

__ADS_1


"Tenang saja mas,pasti nanti Dara buatin kopi susu penuh cinta "ledek Dara terkekeh."


"Bisa saja dech kamu sayang"ucap Rendy mencolek hidung mancung Dara."


Dengan sangat romantis Dara melepaskan dasi yang saat ini di pakai Rendy dan melepaskan kemejanya serta sepatunya.


Setelah itu barulah Rendy berendam dalam bathup.Dan sejenak merasakan sensasi hangatnya air rendaman.


Beberapa menit kemudian Rendy telah berada di meja makan menikmati kue buatan Dara sambil minum kopi susu.


"Bagaimana mas kuenya?"tanya Dara ragu."


"Hhemmm nyumi pokoknya sayang,kalau tiap hari seperti ini aki bisa gendut ni sayang "ucap Rendy terkekeh seraya menunjukkan perutnya yang rada gendut."


Dara pun iseng memainkan perut gendut milik Rendy dan sesekali menggelitiknya.


Orang tua Rendy yang melihatnya ikut tersenyum dan geleng geleng kepala seraya saling menatap satu sama lain.


Keduanya terus saja bercanda ria satu sama lain,seolah tiada beban sama sekali.


Hingga beberapa menit keduanya masuk ke kamar untuk melihat televisi bersama.


Namun lagi asik menonton,tiba tiba tangan Dara nakal,******* ***** otong yang sedang tidur di kandangnya.


Rendy langsung belingsatan,si otong pun langsung merespon dengan berdiri tegak layaknya seorang prajurit yang sudah siap berperang.


Rendy menatap Dara yang ada di pangkuannya.


"Hhem kode nech pastinya "ucap Rendy menaik turunkan alisnya."


Mendengar ucapan dari Rendy raut wajah Dara merona karena malu.


Namun kesempatan ini tidak di sia siakan oleh Rendy.Langsung saja tangan Rendy bergerilya menjelajah setiap tubuh Dara tanpa ada yang terlewat.


Aktifitas ranjang mulai mereka lakukan dengan seribu gaya pemanasan,saat sudah benar benar panas barulah keduanya bergulat berantem di ranjang.


Pergulatan yang sangat dasyat terjadi begitu lama,karena keduanya sama sama kuat,tidak ada yang kalah.


Satu sama lain terus saja saling menyerang sampai akhirnya keduanya sama sama merasakan lelah dan cape.

__ADS_1


Pergulatan tidak ada yang memenangkannya,karena sama sama kalah hingga perhitungan seri.


Setelah cukup lama bergulat dan lelah,keduanya sama sama terkapar tak berdaya dengan memejamkan matanya.


Baik Dara maupun Rendy sama sama tidur dengan nyenyaknya hingga menjelang makan malam mereka terbangun karena suara ketukan pintu.


"Rendy Dara,ayuk kita makan malam semua sudah siap nak "ucap mamahnya Rendy."


"Iya mah,sebentar lagi kami nyusul karena lagi tanggung nech"teriak Rendy terkekeh."


"Haddehhh Rendy Rendy mbok yo entar malam kan bisa"jawab mamahnya dari balik pintu."


"Ya ga bisa begitulah mah,kalau yang namamya susah ngebet itu serasa sudah di ubun ubun"ucap Rendy terkekeh."


"Hadehh dasar otak mesum seperti papahnya "gerutu mamahnya Rendy seraya melangkahkan kaki meninggalkan kamar Rendy."


Tak berselang lama Dara dan Rendy telah berada di meja makan menikmati hidangan makan malam bersama dengan orang tua Rendy.


Keduanya makan dengan lahapnya seperti sedang lomba makan membuat orang tua Rendy terkekeh tak fokus makan malah memperhatikan anak dan menantunya.


Dara dan Rendy sama sekali tak sadar jika mereka sedang di perhatikan oleh orang tuanya.


Selesai makan malam,Dara menghabiskan waktu di balkon kamar bersama Rendy memandang cahaya remang remang lampu lampu kendaraan yang lewat .


Berbeda dengan yang saat ini di lakukan oleh Leon dan Sisil .Keduanya sedang memadu kasih di sebuah bioskop melihat serial film layar lebar yang lagi hits dan ngetren.


Sembari mata menatap ke layar film,tangan menggenggam jemari Sisil.Sedang Sisil menyandarkan kepalanya di dada bidang Leon.


3 pasang muda mudi sama sama sedang merasakan indahnya cinta dan kasih sayang,dunia serasa milik berdua.


Semua sedang di mabuk cinta hingga hari hari hanya bahagia yang mereka rasakan.Tak ada duka dan lara hanya senyum dan canda yang menghiasinya.


Tapi berbeda dengan Leon yang sudah ingin meminang Sisil.Namun dirinya belum berani untuk mengungkapkannya.


Karena takut dibilang terlalu cepat.Hubungan mereka belum begitu lama jadi Leon mengurungkan niatnya untuk mengajak Sisil menikah.


Leon pun menikmati hari harinya itu hanya sebatas pacaran.Kedua orang tua masing masing sudah memberi lampu hijau.


Tidak ada satupun yang menentangnya,bahkan sangat merestuinya.Terutama orang tua Leon sangat setuju Leon bersama Sisil seorang gadis cantik yang berbudi pekerti luhur.

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞💞💞💕💕💞💞💚💚💚💚💞💞


__ADS_2