
Rendy lekas melangkahkan kaki menuju kamar dan membaringkan tubuhnya di samping tubuh Dara.
Terlebih dulu mengecup kening Dara,setelah itu Rendy tidur dengan memeluk tubuh istrinya dengan satu tangan berada di perut Dara.
Sebelum tidur Rendy juga mengecup perut Dara mengucap selamat malam dan selamat istirahat pada calon babynya.
Tidurlah Rendy sangat nyenyak begitu pula dengan Dara.
Tak terasa pagi menjelang,Dara bangun lebih dulu dan langsung cuci muka gosok gigi pergi ke dapur.
Namun Dara balik arah,hanya untuk menggambari wajah Rendy seperti wajah badut.
Dara merasa geli melihat gambar sendiri yang di gambarkan ke wajah Rendy.Dara mencoba menahan tawanya supaya Rendy tidak terbangun.
Setelah selesai bersikap usil pada suaminya,barulah Dara melangkah ke dapur.
Dengan cekatan Dara membantu bibi dan mamah mertuanya .
30 Menit berlalu,waktunya sarapan telah tiba.Tak seperti biasa Rendy ingin sarapan.
Rendy melangkah ke ruang sarapan masih dengan menguap lebar.
Orang tua Rendy tak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Rendy seperti badut,begitu juga Dara tiba tiba ngakak keras sekali.
Setelah sadar Dara berhenti tertawa,sedang Rendy sudah paham.
Sejenak Rendy berdiri memandang cermin yang ada di ruang tersebut dan sendiri malah ikut tertawa ngakak saat lihat wajah sendiri.
Setelah puas tertawa,Rendy melanjutkan ikut sarapan.Namun baru masuk mulut satu suap sudah hoex hiex,hingga Rendy menyudahi sarapannya.
Rendy melangkah ke kamar,Dara merasa iba hingga mengikuti langkah suaminya.
Rendy langsung ke kamar mandi,Dara menyusul dengan memijat tengkuk leher Rendy yang sedang muntah muntah.
"Sabar ya ka,kalau perut Dara sudah 4 bulan pasti kaka ga akan rasakan hal seperti ini"ucap Dara merasa iba pada suaminya."
Setelah beberapa menit,Dara menyiapkan air untuk mandi suaminya sampai sendiri melupakan sarapannya.
Rendy telah siap siap kerja dengan membawa bekal minyak kayu putih serta permen supaya tidak terjadi mual muntah saat memimpin meeting pagi ini.
__ADS_1
Seperginya Rendy berangkat kerja,Dara melanjutkan kembali sarapannya walaupun tanpa kedua mertuanya.
Beberapa menit kemudian,Dara iseng berjalan jalan memutar halaman dari halaman samping,belakang hingga depan.
Setiap hari Dara melakukan itu supaya tidak merasa jenuh suntuk karena tidak ada aktifitas sama sekali.
Sejenak Dara ingin bermain ke rumah orang tuanya tapi ga ada Rendy hingga niatnya di urungkan.
Dara bermain ke rumah orang tuanya seminggu sekali tepatnya hari minggu saat Rendy libur ngantor.
Setiap hari hanya berjalan jalan,nonton televisi,baca tabloid,dan bermain ponsel.
Tidak ada lagi aktifitas lainya yang kadang membuat Dara merasa suntuk dan bosan.
Hari berlalu begitu cepat,inilah hari yang telah Raka tunggu tunggu hari pernikahannya dengan Tya.
Rasa bahagia sedang melanda Raka dan Tya.Pernikahan mereka tak sesederhana pernikahan Dara dan Rendy.
Resepsi atau pesta di adakan secara besar besaran di hotel berbintang.Para tamu undangan berjubel banyak sekali.
Dari rekan bisnis Raka dan papinya,teman sosialita mami Olive,teman masa sekolah Raka dan Tya,sanak saudara dari Raka dan Tya serta para tetangga semuanya di undang.
Acara pesta berlangsung hingga malam hari pukul 11 malam.
Rasa lelah mendera semuanya baik orang tua Raka maupun Tya,sang mempelai juga merasakan hal yang sama.
Raka langsung menggendong Tya masuk kamar hotel yang telah di siapkan,walaupun badan lelah namun Raka ga ingin melewatkan malam pertamanya bersama Tya.
Lain halnya dengan Tya yang sebenarnya ingin segera tidur merebahkan badannya namun tidak bisa karena ada gangguan dari Raka.
Raka terus saja mulai menjelajah setiap inci tubuh Tya tanpa ada yang terlewat.
Raka sudah ingin mengulang kejadian saat hujan lebat waktu itu.Hingga Raka terus saja menyerbu Tya tanpa ampun.
Tya tak bisa menolak atau menghindar karena Raka begitu gencarnya melakukan aksinya itu.
Hingga sampai beberapa kali Raka menggempur mencetak gol gawang pertahanan Tya.
Barulah Raka tersengal sengal lelah dan tertidur dengan nyenyaknya,begitu pula dengan Tya merasakan sekujur tubuh remuk redam sakit sekali.
__ADS_1
Keduanya terlelap hingga pagi hari,segera Raka memesan sarapan untuk dirinya juga Tya.
Keduanya makan dengan lahapnya,setelah itu mereka berdua sama sama melakukan ritual mandi pagi bersama dengan di selingi kuda kudaan di kamar mandi.
Raka mengajak Tya untuk berjalan jalan sejenak keluar dari kamar hotel.Karena Raka ga ingin Tya merasa bosan dan suntuk di dalam kamar hotel terus.
Raka mengajak Tya ke mall terbesar di kota itu untuk mengijinkan Tya berbelanja sesuka hati.
Namun sifat Tya tidak seperti para gadis yang mengincar Raka,yang suka berfoya foya.
Saat Tya di ijinkan membeli apa saja,Tya malah sama sekali tak membeli apapun dengan alasan tidak membutuhkan apapun.
Semua pakaian Tya masih bagus,Tya seperti Dara tak terlalu suka make up yang macem macem hanya natural saja.
Raka sempat memilihkan tas branded,sepatu branded,baju baju,sendal yang mahal mahal untuk Tya,namun semua itu Tya kembalikan lagi.
Tya malah menasehati Raka untuk tidak membiasakan hidup boros.Karena nasib orang tidak ada yang tahu untuk langkah ke depannya.
Kalau dari sekarang hidup pemborosan dan loyal,jika suatu saat ada hal yang membutuhkan banyak dana pasti jadi bingung.
Tya telah di didik hidup hemat oleh orang tuanya sama halnya dengan Dara.
Raka kagum akan sikap istrinya ini yang tidak matrelialistis.Raka merasa beruntung memiliki istri seperti Tya yang apa adanya bukan ada apanya.
Selama berkeliling di mall banyak sekali mata melirik sinis ke Tya dengan tatapan iri.Karena banyak sekali gadis gadis yang berlomba lomba meluluhkan hati Raka tapi tak bisa.
Para gadis yang sempat mendekati Raka menatap dari ujung kaki sampai kepala Tya.Mereka mencibir merasa kalau diri mereka lebih cantik lebih dari segalanya daripada Tya.
Para gadis merasa heran mengapa Raka memilih gadis cupu yang tak modis sama sekali.Para gadis mencibir menyindiri Raka jika mata Raka sudah tidak normal hingga memilih istri yang sangat jauh dari kata sempurna.
Banyak cibiran sindiran terlontar dari para gadis yang sangat menyakitkan hati Tya.Namun Raka tak tinggal diam melihat istrinya di hujat para gadis.
Bahkan Raka menyindir mereka balik dengan perkataaan yang cukup menjatuhkan mental para gadis itu.
Raka menyindir jika semua statusnya gadis bukan perawan dan kebanyakan simpanan om om.
Raka mendekatkan tubuh Tya sedekat mungkin dengan dirinya.
Di hadapan para wanita itu,Raka mencium bibir Tya dengan sangat mesra dan penuh cinta membuat semua para gadis bertambah iri dan nyinyir pada Tya
__ADS_1
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋