
"Deg deg"dada Dara bergetar melihat warung bakso itu.
"Itu kan warung bakso langgananku dengan almarhum Tyo.Kita sering banget makan disana "gerutu Dara dalam hati dengan mata yang berkaca kaca. "
Rendy merasakan expresi Dara berubah saat melihat warung bakso yang akan mereka singgahi.
"De, kamu ga apa apa?? "tanya Rendy menatap Dara menyelidik. "
Dara mencoba tersenyum mesti hatinya sakit.
"Ga apa apa kok ka "jawabnya menutupi rasa sedihnya. "
Dengan sangat enggan Dara keluar dari mobil mengikuti langkah kaki Rendy menuju ke warung bakso tersebut.
"Jangan nangis Dara, jangan nangisss kamu kuat Dara.. please... "gerutu Dara dalam hati menenangkan diri sendiri ."
Tak berselang lama Dara dan Rendy telah masuk dalam warung bakso tersebut.
"Kita duduk disini ya de" ajak Rendy membuyarkan lamunan Dara. "
"Iya ka "jawab Dara singkat. "
"Aduhh..... kenapa pula duduk di sini... ditempat favoritku bersama almarhum Tyo... "gumam Dara dalam hati. "
"Aduhhh apa aku sanggup tak melelehkan air mata ini?? "gumamnya lagi. "
Rendy segera memesan 2 porsi bakso untuknya dan untuk Dara.
"Aku memang laper banget, tapi kalau seperti ini hilang sudah rasa laparku "batin Dara. "
2 Porsi bakso telah tersaji di hadapan Dara dan Rendy.
"Makanlah de, kalau dingin ga enak loh. Pakailah ketupat biar nampol, biar ade kenyang "ucap Rendy menyunggingkan senyum. "
"Ya ampun, apa lagi ini. Kok selera kakanya almarhum Tyo sama dengan selera almarhum Tyo?? "gerutu Dara dalam hati sembari melirik porsi bakso Rendy yang tanpa mie dan hanya dibubuhi banyak kecap dan sedikit sambel tanpa saos. "
Rendy merasakan ada sesuatu yang aneh pada Dara, memandangi porsi bakso miliknya.
"De, kamu kenapa?? Apa ada yang aneh sama bakso yang dimakan sama kaka?? "tanya Rendy menatap wajah Dara yang sedari tadi matanya berkaca kaca. "
"Maaf sebelumnya ya ka, Dara keingetan sama almarhum Tyo .Selera baksonya sama seperti kaka, bahkan tempat duduk dan warung bakso ini semua adalah favorit almarhum Tyo "jawab Dara tak tahan lagi meneteskan air matanya. "
"De, kenapa dari tadi kamu ga ngomong sama kaka. Maafin kaka ya de. Kaka ga tahu kalau tempat ini kenangan kalian berdua. Kalau selera bakso kaka emang dari dulu seperti ini. Apa kita pindah tempat saja de? "saran Rendy merasa tak enak dan iba melihat Dara murung."
"Ga usah ka, sayang kan baksonya sudah dipesan. Dara minta maaf ya ka"ucap Dara tertunduk lesu. "
Sudah tak terbendung air mata Dara, sembari perlahan menyendokkan bakso ke mulut sendiri.
"Begitu besar cintamu pada adikku, padahal sudah 3 tahun berlalu. Tapi kamu masih saja menyimpan rasa cintamu untuk adikku. Beruntungnya dirimu Setyo, dicintai di sayangi hingga sampai kini "gerutu Rendy dalam hati., "
__ADS_1
"Tak seperti diriku yang lagi sayang sayangnya, cinta cintanya, malah kekasihku menduakanku "gerutu Rendy dalam hati. "
Rendy melihat tetesan air mata Dara meleleh di pipi. Rendy tak tega, mengambil tisu dan mengusap air mata Dara.
"Maafkan kaka ya de, gara gara kaka kamu jadi seperti ini .Kalau kamu sedih seperti ini, pasti Setyo di alam sana juga ikut sedih "hibur Rendy sembari mengusap air mata Dara. "
Dara merasa tak enak hati dan mengambil tisu yang sedang di pegang Rendy.
"Maaf ka, biar Dara sendiri yang hapus air mata Dara. "
Selagi asik makan bakso, ada seorang wanita yang sedang memesan bakso tiba tiba teriak..
"Jambret.. jambret.. "
Dara mendengarnya langsung bangkit dan mendekati ibu yang sedang terpaku menatap tas di bawa lari jambret.
"Kemana jambret itu lari bu?"tanya Dara sekenanya. "
"I-itu de, itu masih terlihat "jawab sang ibu sembari menunjuk jambret yang masih terlihat."
Dengan secepat kilat, Dara menyambar sepeda yang tergeletak entah milik siapa.
"Bu tolong bilang yang punya sepeda, Dara pinjam sebentar "ucap Dara pada ibu yang dijambret tasnya. "
"I-iya de, kamu yang hati hati. "
Tanpa pamit pada Rendy, Dara langsung mengayuh sepedanya secepat kilat.
"De, de.. jangan de.. bahaya.. lagian kamu itu cewe.. "
Namun Dara tak menghiraukan panggilan dari Rendy. Dara terus mengayuh sepedanya lebih cepat lagi.
Sampa juga Dara disamping jambret tersebut.
Heh, balikin tas yang bukan milikmu!! "ucap Dara masih mengikuti jambret tersebut. "
"Brisik loe cuma anak ingusan ga usah ikut campur!! "bentak si jambret terus saja berlari. "
Dara geram memepet si jambret dengan sepedanya. Dan Dara menendang jambret tersebut hingga terjungkal.
Dara menjatuhkan sepedanya menghampiri si penjambret yang masih berbaring terlentang karena tendangan Dara.
"Dasar kurang ajar!! "umpat penjambret bangkit dengan memegangi perutnya yang sakit karena ditendang Dara. "
"Apa loe, sini maju kalau berani!! "tantang Dara dengan kuda kuda kakinya siap menunggu si jambret melawan. "
"Sialan loe!! Berani beraninya loe nantangin gwe!! "gertak si jambret. "
Si jambret menyerang Dara, namun serangan demi serangan yang dilakukan si jambret terus saja meleset.
__ADS_1
Dara sengaja menghindar tanpa memberikan perlawanan atau penyerangan.
Dara sengaja membiarkan si jambret terus saja menyerang dirinya hingga kelelahan. Barulah Dara beraksi .
Disaat jambret lengah, Dara menendang bagian alat reproduksinya. Hingga si jambret kesakitan memegangi dengan dua tangannya.
Semua yang melihat aksi Dara, bertepuk tangan sorak sorai. Si jambret lari tunggang langgang sambil terus memegangi alat reproduksinya. Tanpa menghiraukan tas hasil jambretannya.
Sementara Rendy terperangah tak percaya dengan aksi yang dilakukan Dara barusan.
Rendy menyusul Dara dengan meminjam sepeda motor milik si tukang bakso.
"Pikirku, dia gadis lemah... ternyata dia hebat "gerutu Rendy dalam hati. "
Rendy menghampiri Dara "kamu ga apa apa kan de? "tanya Rendy menatap Dara. "
"Ga kok ka, cuma rok Dara sobek bagaimana ya ka?? "ucap Dara kebingungan. "
Rendy melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Dara.
"Pakailah ini, bisa buat menutupi rokmu yang sobek dibagian belakang itu "ucap Rendy sembari menahan tawanya. "
"Aduhhh "teriak Dara ketika kakinya melangkah untuk mengambil flat shoesnya yang terlempar jauh. "
Kaki Dara berdarah menginjak pecahan beling.
Dara langsung mencabut pecahan beling itu, dan mencari cari sesuatu di tas slempangnya.
Karena Dara selalu membawa serta tasnya, tak pernah meletakkannya begitu saja. Hingga mengejar jambretpun masih mengenakan tas slempangnya.
Dara mengambil tisu dan kebetulan Dara menyimpan plester. Dara membersihkan lukanya dengan tisu dan kemudian memberikan plester.
Sambil jalan terpincang pincang, Dara mencari flat shoesnya dan segera memakainya.
Sementara jaket milik Rendy dipakainya untuk menutupi rok bagian belakang yang sobek .
"Ka, Dara mau mengembalikan tas milik ibu yang tadi di jambret ya "sembari naik lagi disepeda dan mengayuhnya. "
Rendy dari tadi hanya bengong terpaku melihat tingkah Dara yang sungguh luar biasa.
"Ya ampunn, kenapa kok aku bengong.. Aku kan pinjem motor orang,kenapa tadi aku ga boncengin dia untuk mengembalikan tas yang di jambret pada pemiliknya. Bodohnya aku "gerutu Rendy menepuk jidat sendiri. "
Rendy melajukan motor yang dipinjamnya mengikuti Dara ke warung bakso lagi.
🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜
like like like
vote vote vote
__ADS_1
favorit favorit favorit