Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 66


__ADS_3

Leon memperhatikan ucapan Dara,Leon menghampiri Dara.


Dara mencoba untuk tidak panik saat Leon mendekati Dara.


"Dara,kamu Dara kan?kenapa kamu tak bisa membuka sedikit saja hatimu untukku?"tiba tiba Leon berucap."


"Leon,kamu bisa lihat kan jika aku kemari tidak sendiri,aku kemari bersama tunanganku calon suamiku "ucap Dara."


"Jadi aku minta maaf tidak bisa buka hatiku untukmu karena hatiku telah di miliki oleh calon suamiku "ucap Dara kembali."


"Cinta itu tidak bisa di paksakan dan dunia tak selebar daun kelor,masih banyak cewe yang lebih baik dariku sedang menunggumu,jadi bukalah hatimu untuk mereka,dan move on dari diriku ,setidaknya kita bisa menjadi teman "ucap Dara mencoba menyadarkan Leon supaya pikirannya terbuka."


"Bukalah lembaran baru,bangkitlah jangan seperti ini kasihan orang tuamu"ucap Dara kembali."


Sejenak Leon diam saja tanpa ada ucapan apapun seperti sedang berpikir merenung.


Tiba tiba air mata Leon menetes dan Leon tiba tiba berucap


"Dara,maafkan aku yang dulu selalu menyakitimu,mungkin karena itu kamu jadi benci padaku "ucap Leon."


"Aku sama sekali tak pernah benci padamu,tapi aku benci pada sifatmu,maka berubahlah dan jangan kamu ulang lagi kesalahan yang sama dengan selalu menganggap rendah orang biasa"ucap Dara mencoba menasehati Leon kembali."


Setelah cukup lama menjenguk Leon,Darapun berpamitan pulang.Dan Dara akan datang lagi besok namun tidak sendiri tapi bersama Rendy.


Selama perjalanan pulang Dara diam saja merasa tak enak hati pada Rendy.Dara murung berjalan tunduk.


Rendy tiba tiba menggenggam jemari tangan Dara,membuat Dara tersentak kaget dan menoleh ke arah Rendy.


Rendy tersenyum pada Dara dengan menaik turunkan alisnya menggoda Dara.


"Ihh kaka lagi kenapa si?"tanya Dara terkekeh."


"Nah gitu dong senyum,kan jadi tambah cantik "goda Rendy terkekeh pula."


"Dara minta maaf ya ka,sebenarnya Dara juga malas ketemu Leon tapi mamahnya Leon sampai datang ke rumah "ucap Dara tertunduk lesu."


"Sayangku cintaku kasihku pujaanku,kamu ga boleh ngomong seperti itu.Aku sudah paham kok jika aku berada di posisimu juga aku akan melakukan hal yang sama yakni demi kemanusiaan "hibur Rendy mencolek hidung Dara."


Rendy melajukan mobil menuju arah pulang ke rumah Dara untuk mengantar Dara.

__ADS_1


Tak berselang lama sampailah di rumah Dara,Rendy tak berlama lama karena dirinya juga akan berangkat bekerja.


Karena kebetulan ada deadline dengan papah Daniel yakni papah Leon.


Papah Daniel tak pernah membahas masalah pribadi selama berada di kantor walaupun kadang ingin sekali bercerita panjang lebar.


Waktu berjalan begitu cepat tak terasa telah sore,Tya sedang menunggu angkot.


Lagi lagi Raka menghentikan mobilnya di depan Tya dengan wajah masam.


Raka turun dari mobil menghampiri Tya dan tiba tiba menggandeng tangan Tya membawanya masuk dalam mobil.


"Ka,Tya mo pulang naik angkot saja "rajuk Tya manyun."


"Memang kenapa kalau aku yang antar jemput?"tanya Rendy murung."


"Ga enak saja tiap hari repotin kaka,juga ga mau Tya di omong oleh temen temen Tya"cebik Tya manyun."


"Aku ga merasa di repotkan kok,memang siapa nama temenmu yang nyinyir biar aku samperin "ucap Raka mengepalkan tinjunya."


"Ga ada si ka,cuma Tya yang ga mau saja suatu saat di gosipin macem macem "ucap Tya murung."


Tya hanya tersipu malu tanpa bisa berkata sedikitpun.


Selagi dalam perjalanan ke warung soto,Raka mencoba bertanya tentang jawaban dari pertanyaan Raka yang waktu itu.


"Tya,apa kamu sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaanku waktu itu?"tanya Raka kembali disela mengemudi mobilnya seraya sesekali menoleh ke arah Tya."


"Aduhh aku bingung nech mau jawab apa ya"gerutu Tya dalam hati."


"Tya,kok kamu diam,apa kamu tidak menerima cinta tulusku ini?apa kamu tak percaya,belahlah dadaku Tya kamu bisa lihat isi di dadaku "goda Raka terkekeh."


"Kalau di belah dadanya bisa mati dong,ntar aku kehilangan dong "Tya tak sadar dengan ucapannya sendiri."


"Masa si,kamu akan kehilangan aku jika aku mati,berarti itu tandanya kamu terima aku kan?"ucap Raka menaik turunkan alisnya."


"Upss..memang barusan aku ngomong apa si ka?"tanya Tya "


"Sudah ga usah gengsi,kalau suka bilang suka kalau cinta bilang cinta "goda Raka terkekeh."

__ADS_1


Tiba tiba Raka menghentikan laju mobilnya,Tya memukul dada bidang Raka.


"Iihh ka Raka ngomong apa si??"ucap Tya sambil mukul mukul dada bidang Raka."


Sejenak Raka menangkap kedua tangan Tya sehingga sama sekali tangan Tya tak bisa bergerak.


Raka menatap Tya dan Tya juga begitu,keduanya saling beradu pandang satu sama lain.


Tiba tiba Raka perlahan tapi pasti mencondongkan badannya mendekati Tya.


Wajah mereka cuma berjarak 1 inci saja.


"Katakan Tya,apa kamu menerima cintaku dan bersedia jadi kekasihku ?"tanya Raka seraya terus menatap Tya."


Tya salah tingkah beberapa kali tertunduk atau memalingkan muka,namun beberapa kali juga Raka menengadahkan wajah Tya untuk menatap dirinya.


"Aku tahu Tya,kalau kamu juga ada rasa padaku "goda Raka menaik turunkan alisnya kembali."


"Kalau tahu kenapa masih tanya "ceplos Tya tak sadar kembali."


"Yess,berarti kamu sekarang jadi pacarku ya..asikk "ucap Raka antusias."


"Emang Tya ngomong gitu si ka,perasaan ga kok "ucap Tya bingung."


Raka tak berkata melainkan melajukan mobilnya kembali menuju warung soto.


Mereka makan soto bersama di sela dengan canda dan tawa.Keduanya memang sedang di mabuk cinta.


Saling mengasihi satu sama lain.


Walaupun Tya tak menjawab pernyataan dari Raka secara langsung namun Raka telah tahu jika sebenarnya Tya punya rasa yang sama pada dirinya.


Raka sangat bahagia karena cintanya terbalaskan.Dirinya merasa sangat happy sangat semangst untuk menata hari depan yang penuh bahagia.


Karena Raka telah menemukan pujaan hatinya yang telah lama di carinya selama ini.


Hati Raka dan Tya saat ini sedang berbunga bunga merasakan keindahan cinta yang tiada tara.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2