
Orang tua Dara merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dara.Baru kali ini orang tua Dara mendengar ada seorang suami yang ngidam.
Sempat orang tua Dara ingin tertawa namun di tahannya.Orang tua Dara membayangkan Rendy mengalami morning sickness sepertinya lucu.
Setelah sarapan,Dara membantu ibunya di warung.Sementara Rendy membantu usaha bengkel ayah Rinto.
Sesekali Dara bercanda ria bersama ibunya di warung hingga tak terasa waktu telah siang.
Rendy mengajak ke tiga adik Dara jalan jalan beserta Dara.Karena selama ini Rendy terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga jarang mengajak jalan jalan Dara.
Rendy melajukan mobilnya ke tempat perbelanjaan yang ada tempat bermain anak anak.
Ke tiga adik Dara senang sekali bermain main bercanda ria bersama,sementara Dara hanya duduk duduk bersama Rendy memandangi ke 3 adiknya yang sedang bermain.
Satu jam berlalu,Rendy mengajak Dara dan ke 3 adik Dara pulang ke rumah.Namun terlebih dahulu Rendy mengajak ke 3 adik Dara berbelanja makanan ringan dan susu serta mainan yang mereka inginkan .
Setelah mendapatkan semua itu,barulah Rendy benar benar pulang bersama Dara dan ke 3 adik adik Dara.
Rendy melajukan mobilnya,di dalam mobil Dara dan ke 3 adiknya bernyanyi bercanda ria bersama.
Rendy melirik dari kaca spion melihat keceriaan Dara dan ke 3 adik Dara ikut merasa senang.
Tak berselang lama sampailah mereka di rumah.Dara kembali membantu ibunya walaupun ibunya menolak.
"Nak,kamu istirahat saja ga usah terlalu cape ingat kandunganmu masih terlalu muda masih rawan"ucap bu Ranti menasehati Dara."
"Dara bisa mengira ira kok bu,jika Dara merasa cape atau lelah pssti Dara akan istirahat "ucap Dara meyakinkan ibunya."
Hingga ibunya sudah tidak bisa berkata lagi,sedangkan Rendy asik bermain dengan adik adik Dara.
Rendy tak sungkan dengan keluarga Dara,Rendy telah menganggap adik adik Dara layaknya adik sendiri.
Menjelang pukul 3 sore barulah Dara berpamitan pada orang tua serta ke 3 adiknya untuk kembali ke rumah Rendy.
Hanya beberapa menit saja sampailah Rendy dan Dara di rumah Rendy.Dara langsung melangkah ke arah kamar untuk sejenak merebahkan tubuhnya.
Dara baru merasakan lelah setelah sampai di rumah Rendy.Begitu juga dengan apa yang di rasakan Rendy.
Hingga keduanya sama sama terlelap dengan nyenyaknya di waktu sore hari.
__ADS_1
Hingga jam 5 sore,Dara dan Rendy serentak bangun.Dara lekas melakukan ritual mandi sorenya.Di susul oleh Rendy.
Sejenak keduanya duduk di teras halaman bersama orang tua Rendy.Karena kebetulan papah mertua Dara baru pulang kerja.
Mereka sekedar ngobrol ringan untuk menghilangkan kepenatan.Setelah menjelang maghrib barulah semua masuk dalam rumah.
Mamah mertua menyiapkan makan malam bersama asisten rumah tangga di bantu oleh Dara.
30 menit kemudian waktu makan malam telah datang,semua berkumpul di meja makan.
Berbeda dengan Raka dan Tya yang saat ini sedang menata barang barang di rumah baru mereka.
Raka sengaja membawa Tya ke apartement miliknya,karena Raka ingin hidup mandiri tanpa tergantung pada orang tuanya.
Tya pun menuruti kemauan suaminya tanpa ada bantahan sedikitpun walaupun menurut Tya,apartement milik Raka terlalu besar karena yang tinggal di apartement tersebut cuma Raka dan Tya.
"Sayang,kita makan malam dulu nanti kita lanjut lagi menata barang barangnya "ajak Raka menggandeng tangan Tya menuju meja makan."
Setelah selesai makan malam,Raka dan Tya melanjutkan kegiatannya kembali.
Raka mengajak Tya berkeliling ke rumah baru mereka,karena tadi mereka cuma menata barang barang di dalam almari kamar.
"Ka,rumah ini terlalu luas kalau hanya kita berdua yang tinggal di sini "ucap Tya tiba tiba seraya menatap lekat wajah Raka."
"Nanti kalau sudah ada anak anak kita kan rame sayang,ga akan sepi lagi "ucap Raka meyakinkan Tya."
Setelah mendengar penuturan dari Raka,Tya tak bisa berkata kata lagi hanya diam seribu bahasa.
Perlahan Raka menggandeng tangan Tya dan mengajaknya ke kamar.
"Sudah malam kita bobok yuk,besok kita lanjut lagi berbenahnya "ucap Raka seraya tersenyum genit."
Tya hanya membalas ucapan Raka dengan senyuman kecil di bibir mungilnya.
Saat baru sampai di pintu kamar,Raka seolah tak sabar dan mengangkat tubuh Tya ke ranjang.
Di baringkannya tubuh Tya,perlahan Raka mengecup bibir Tya dengan lembut.Entah kenapa Tya membalas kecupan Raka.
Lama lama keduanya saling menggigit pelan,saling tarik saling dorong dan saling bertukar saliva.
__ADS_1
Duel antara bibir dan bibir berlanjut hingga tak ada satupun yang mau mengalah baik Raka maupun Tya.
Perlahan Raka menurunkan bibirnya ke leher Tya,dan membuat tanda stempel kepemilikan yang begitu banyak.
Di sertai dengan tangan Raka meraba dua benda kenyal yang ada di dada Tya.Merasa kurang puas,Raka menaikkan kaos Tya dan penutup dua benda kenyal tersebut.
Raka memilin,meremas dan perlahan menyecap dua benda kenyal mainan kesayangan Raka.
Tangan Raka terus bergerilya hingga turun terus ke rok Tya dan menyingkap rok nya.
Raka mengusap usap gua yang tertutup kain segitiga berwarna pink.
Raka melepas kain penutup gua tersebut,dan perlahan Raka mengusap usapnya dengan sesekali jemarinya ingin masuk ke dalam gua yang sangat rimbun dengan rerumputan liar.
Perbuatan Raka membuat Tya belingsatan tak karuan,tanpa Tya sadari tangan Tya meraba raba si otong yang masih ada di dalam kandang.
"Ka,buruan dong..sudah ga tahan nech "rengek Tya."
Raka segera mengeluarkan otong dari kandangnya dan segera menuntun otong untuk masuk dalam gua yang gelap gulita milik Tya .
Dengan sangat pelan,Raka memasukan otong dalam gua tersebut.Setelah benar benar masuk dengan sempurna,Raka melepas pegangan tangannya pada si otong.
Otong sangat senang sekali,menari nari di dalam gua sempit.Perlahan bergoyang ke kanan ke kiri.
Memutar dan maju mundur,lama lama goyangang otong berirama dengan tempo cepat.
Otong terus saja putar putar di dalam gua hingga merasakan pusing yang teramat sangat.
Karena begitu pusingnya,otong memuntahkan lahar panas di dalam gua tersebut.
Karena muntah yang sangat banyak,otong merasakan lemas lelah dan terkulai tertidur di dalam gua kesayangannya.
Demikian penyatuan cinta mereka yang terjadi di apartement yang pertama kali.
Keduanya sangat lelah setelah melakukan aktifitas yang saat itu mereka lakukan di hotel,kini mereka lakukan pula di apartement pribadi milik Raka.
Tidurlah mereka untuk beberapa jam,namun di saat tengah malam Raka terjaga lagi lagi Raka meminta kembali pada Tya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💕💕💕💕💞
__ADS_1