Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 70


__ADS_3

Sejak perkenalannya dengan Sisil,Leon lebih semangat menjalani hari harinya.


Bahkan mereka berdua sering sama sama curi curi pandang lewat balkon kamar mereka masing masing yang ada di lantai atas.


Sepertinya gayung bersambut,keduanya saling menyimpan rasa suka.Namun Leon pesimis karena statusnya yang telah duda di usia mudanya.


Leon ingin sekali mengutarakan isi hatinya pada Sisil namun Leon malu mendapat penolakan.


Leon menyerah sebelum bertanding,sedang Sisil saat ini juga sedang mengharapkan Leon mengungkapkan rasa cinta padanya.


"Aku jadi ga yakin kalau si Leon suka sama gwe,karena sampai detik ini Leon tak juga mengungkapkan isi hatinya pada gwe "gerutu Sisil menatap Leon dari balkon seberang jalan di kamarnya."


"Sil,sebenarnya gwe ada hati sama loe tapi gwe ga berani jujur sama loe,gwe takut loe nolak gwe jika tahu status gwe ini duda "gerutu Leon menatap Sisil dari balkonnya."


Keduanya hanya saling bertatapan satu sama lain tanpa ada satupun diantara mereka berdua yang mau mengungkapkan perasaannya terlebih dulu.


Jika Sisil gengsi untuk mengungkapkan rasanya dulu karena dia seorang wanita.


Hingga akhirnya selama 2 bulan perkenalan mereka hanya jalani kebersamaan seperti seorang teman.


Hingga suatu hari orang tua Leon bertanya pada Leon tentang kedekatannya dengan Sisil.


"Nak,sebenarnya sudah sejauh mana hubunganmu sama Sisil tetangga seberang kira?"tanya papah Daniel penasaran."


"Jujur pah,sebenarnya Leon ada hati sama Sisil tapi Leon minder pah mau bilang cinta ke Sisil karena status duda Leon "ucap Leon tertunduk malu."


"Ya ile Leon,kamu itu ganteng kenapa mesti minder lebih baik status duda daripada status bujang tapi sudah duda "goda papah Daniel terkekeh."


"Iya nak,kalau kamu mengulur waktumu untuk mengungkapkan isi hatimu entar Sisil di gaet orang "sela mamah Lani."


"Apa perlu kami yang ngomong ke Sisil?"goda papah Daniel terkekeh kembali."


"Isst ga usah pah,yang ada Leon malah semakin malu ntar di kira cowo ga punya nyali "rajuk Leon manyun."


"Lah nyatanya memang kamu ga punya nyali kok,belum apa apa sudah berpikiran buruk dulu "cibir papah Daniel."


Sementara di rumah Sisil juga sama,saat ini orang tua Sisil sedang menanyakan hubungan Sisil dan Leon sudah sejauh mana.


"Nak,apa kamu telah berpacaran dengan Leon?"tanya papah Hendra."

__ADS_1


"Ga kok pah,kami cuma berteman saja "jawab Sisil singkat."


"Tapi selama ini papah lihat kalian berdua akrab sekali,masa cuma berteman?"tanya papah Hendra kembali."


"Teman tapi mesra pah "goda mamah Resi."


"Bukan begitu mah pah,jujur saja Sisil memang suka sama Leon tapi entah dengan Leon apakah suka juga sama Sisil,takutnya Sisil yang terlalu geer "ucap Sisil ."


"Karena sampai sekarang Leon sama sekali tak mengungkapkan rasa cintanya ke Sisil "ucap Sisil kembali."


"Apa ga kamu coba dengan cara memancingnya ??"ucap papah Hendra memberi saran."


"Mancing kaya ikan saja,maksudnya bagaimana si pah?"tanya Sisil penasaran."


"Ya dengan cara kamu jalan dengan cowo lain di depan Leon,kamu lihat respon Leon seperti apa"ucap papah Hendra."


"Gitu ya pah??"ucap Sisil."


"Ya nak,kalau responnya jutek berarti Leon suka sama kamu,kaya apa yang dulu mamahmu lakukan ke papah,iya kan mah?"ledek papah Hendra terkekeh."


Mamah Resi hanya tersipu malu tanpa berkata apapun.


Sisil akan mencoba cara yang di sarankan oleh papah Hendra.Karena Sisil juga ingin tahu reaksi Leon seperti apa jika Sisil jalan dengan lelaki lain.


Sepupu Sisil yang Leon tak pernah tahu yakni Dani,anak dari om Deri adik papah Sisil.


Berapa hari kemudian,Sisil melancarkan rencananya dengan membawa Dani pulang ke rumah.


Saat keluar dari rumah Sisil menggandeng lengan Dani begitu besarnya.


Saat Leon melihat itu hatinya berkecamuk bergemeruh tak karuan.


Ingin rasanya memukul si Dani karena telah berani mendekati Sisil.


Keceriaan,ke akraban Sisil dan Dani membuat Leon gelisah dan selalu murung.Apalagi sejak Sisil dekat Dani,tak pernah berkomunikasi dengan Leon.


Hingga suatu pagi saat Sisil mengajak Dani jogging bertemu dengan Leon.Sisil sengaja berfose mesra dengan Dani.


Leon sudah tak tahan lagi dengan kemesraan keduanya hingga Leon mendekati Dani dan tiba tiba mencengkeram kerah baju Dani.

__ADS_1


"Apa apaan si kamu kurang ajar nyentuh nyentuh Sisil sembarangan??!!"gertak Leon."


"Memang apa pedulinya kamu,toh kamu ini bukan pacarnya Sisil,jadi Sisil berhak dengan lelaki manapun yang Sisil suka "cibir Dani."


"Sil,apa loe suka ama cowo ini??coba loe jawab sekarang juga!!"hardik Leon ketus."


"Sekarang gwe tanya kenapa loe marah marah saat ada cowo dekat sama gwe,sebenarnya perasaan loe ke gwe bagaimana??"Sisil balik bertanya."


Leon sejenak tak bisa berkata apa apa hanya diam seribu bahasa.Leon menggaruk garuk tengkuk yang tak gatal.


Sikap Leon yang diam saja sudah cukup untuk Sisil tahu jawabannya.


"Gwe tahu diamnya loe itu berarti loe suka sama gwe,iya kan??"tanya Sisil lagi masih sangat penasaran."


"Ya ya ya memang gwe suka gwe sayang sama loe ,sudah puas??"rajuk Leon mengalihkan pandangannya."


Sisil merasa puas karena saran dari papah Hendra berhasil juga.


Tak sadar Sisil senyam senyum sendiri,membuat Leon merasa aneh dengan sikap Sisil.


Begitu pula dengan Dani juga tak beda.Dani dan Sisil saling tos.


"Loe kenapa cengengesan gini Sil,memang ada yang lucu kalao gwe suka dan sayang sama loe??!!"rajuk Leon mayun."


"Ya iya lah lucu,kalau loe suka dan sayang sama gwe kenapa loe ga ngungkapin rasa loe?"tanya Sisil penasaran."


"Karena gwe tak sempurna gwe takut loe tolak cinta gwe"jawab Leon tertunduk malu."


"Ehh bro,kalau loe suka sama cewe harus gerak cepat entar kalau ga di gaet orang baru loe tahu rasa "cibir Dani."


"Brisik loe,memang loe ini siapa??!!pergi sana loe jangan ganggu Sisil lagi!"bentak Leon."


"Hhee Sil gwe pulang ya,berarti tugas gwe sudah sudah selesai ya"ucap Dani melangkah pergi."


"Heh dasar songong loe,di tanya belum di jawab malah sudah kabur dulu "gerutu Leon masih bisa di dengar Sisil."


"Sudah sudah,loe ga usah marah marah entar cepet tua loh"ucap Sisil terkekeh."


"Au ah,loe kok ga ngerasa bersalah amat sama gwe sudah mesra mesraan sama cowo lain "rajuk Leon."

__ADS_1


"Lah memang kita pacaran,ga kan??kamu suka tapi ga brani ngomong "cibir Sisil manyun."


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2