
Beberapa hari setelah kejadian di hujan lebat,Raka datang ke rumah Tya bersama orang tuanya.
Raka mengutarakan niat hatinya untuk meminang Tya.Raka menginginkan laangsung pernikahan bukan tunangan terlebih dulu.
Raka dan Tya sama sama menyimpan rahasia kejadian saat hujan lebat beberapa hari yang lalu.
" Pak bu,saya kemari bersama orang tua saya ingin mengutarakan niat saya untuk meminang Tya.Saya ga ingin adanya pertunangan,tapi saya menginginkan langsung saja di adakan pernikahan "ucap Raka antusias."
"Memangnya nak Raka sudah yakin untuk memilih Tya menjadi istri nak Raka?"tanya ayah Rinto seraya menatap lekat wajah Raka."
"Dari awal kenal malah pak,saya ingin langsung memperistri Tya tapi kan ga mungkin,pasti Tya kaget masa baru kenal ajak nikah?makanya saya pendekatan dulu sama Tya beberapa bulan "ucap Raka meyakinkan ayah Rinto."
"Nak,kami ini ga sederajat sepertimu,Tya juga cuma lulus SMK,ibaratnya Tya dan nak Raka ini bagai langit dan bumi "ucap ayah Rinto."
"Pak,kami selaku orang tua Raka tidak memandang harkat,derajat ataupun kekayaan.Yang kami lihat hati anak bapak Tya,yang menurut kami telah lulus seleksi oleh kami "ucap papi Alan terkekeh."
"Iya pak ,kami sangat mengharapakan bapak dan ibu merestui anak anak untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan "sela mami Olive mencoba meyakinkan ayah Rinto."
"Baiklah pak bu,kami sebagai orang tua Tya merestui saja jika nak Raka ingin meminang Tya.Sekarang ayah tanya sama Tya,apa Tya menerima nak Raka jadi suami Tya?"tanya ayah Rinto menatap sendu Tya."
Sejenak Tya terdiam perlahan menatap ke arah Raka dan beralih menatap ke arah orang tuanya.
"Iya ayah ,jika ayah jika ayah dan ibu merestuinya,Tya menerima ka Raka jadi suami Tya "ucap Tya tertunduk malu."
"Baiklah,sekarang rencananya nak Raka mau mengadakan pernikahannya kapan?"tanya ayah Rinto."
"Kami sekeluarga telah memutuskan akan mengadakan resepsi dan ijab qabul awal bulan depan pak bu "ucap papi Alan."
"Apa tidak terlalu cepat pak??"tanya ayah Rinto kaget karena hanya 1 bulan waktu untuk mempersiapkan."
"Bapak ibu juga Tya ga udah mikir apa apa,ga usah khawatir karena kami telah mengatur semuanya dari jauh jauh hari.Kalian hanya perlu berdoa supaya acara ijb qabul dan resepsi berjalan lancar,juga kesehatan bapak ibu sekeluarga harus benar benar di jaga "ucap papi Alan."
"Iya pak,kami sudah mempersiapkan semuanya dari hotel,catering,undangan,foto preweed,untuk gaun dan seragam keluarga juga sudah ada yang mengaturnya,besok akan ada orang kemari untuk mengukur baju keluarga bapak "ucap Raka seraya tersenyum ramah."
__ADS_1
"Waduhh kami jadi merasa tak enak juga merasa di istimewakan sama keluarga nak Raka"ucap ayah Rinto."
"Bapak ibu ga usah sungkan karena kami telah menganggap kalian ini keluarga dari sebelum Tya dekat dengan Raka,apa lagi saya dulu juga berhutang budi pada Dara yang pernah menyelamatkan nyawa saya "ucap mami Olive."
Setelah percakapan begitu lama,Raka dan orang tuanya pamit pulang.
Raka sesekali melirik genit ke arah Tya,sedang Tya jadi salah tingkah.
Sepulangnya Raka dan orang tuanya,ayah dan ibu Tya sedikit gelisah karena tabungan mereka ga seberapa,jadi mereka harus mencari cara lain untuk mendapatkan uang tambahan biaya pernikahan Tya.
Ayah ibu Tya tak enak jika minta ke Dara,apa lagi saat ini Dara sudah tidak bekerja dan sedang hamil.
Tya bisa melihat kegelisahan orang tuanya,Tya masuk ke kamarnya mengambil dua amplop coklat.
Yang 1 tabungan Tya selama Tya bekerja,yang 1 pemberian dari Raka sebelum Raka akan datang yakni 1 hari sebelumnya.
"Ayah ibu,ini Tya ada tabungan bisa buat bantu biaya pernikahan walaupun ga seberapa"Tya memberikan 1 amplop coklat yang ga begitu tebal."
"Terima kasih ya nak,ntar sampaikan ke nak Raka "ucap bu Ranti berkaca kaca."
Bu Ranti sangat bersyukur punya dua menantu yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang bukan hanya ke anak anak mereka,tapi juga ke orang tua dan adik adik.
Orang tua Tya sudah tidak bingung lagi,saat ini sedang menelfon Dara mengabarkan jika Tya 1 bulan lagi akan menikah.
Dara sempat kaget karena menurut Dara semua itu sangatlah mendadak dan terlalu cepat.Karena Dara tahu perkenalan dan pacaran antara Tya dan Raka baru beberapa bulan.
Namun Dara menepis rasa ingin bertanya,Dara mencoba berpikiran positif saja.Dan merestui pernikahan Raka dan Tya kelak.
Setelah beberapa saat Dara mengobrol di telfon dengan orang tuanya,Dara bercerita pada suaminya.
"Ka,bulan depan adik Dara mau nikahan barusan ayah sama ibu memberitahu "ucapnya bergelayut manja di dada bidang Rendy."
"Syukurlah sayang kalau mereka menikah,pastinya Raka iri sama kita makanya ingin cepat cepat menikah "goda Rendy terkekeh."
__ADS_1
"Maksudnya iri bagaimana ya kak?"tanya Dara mengernyitkan alis."
"Secara nikah kan enak apa lagi kalau pas lagi bikin anak bikin enak tahu"goda Rendy terkekeh."
Dara hanya geleng geleng kepala dan menghela nafas panjang saat mendengar celotehan dari suaminya.
"Ka,Dara tidur dulu ya sudah ngantuk banget "ucap Dara seraya menguap lebar."
"Jangan tidur dulu,kita bikin anak dulu "goda Rendy menaik turunkan alisnya."
"Kaka ini aneh,kan udah jadi anak mau bikin anak lagi?"rajuk Dara manyun."
Namun saat bibir Dara manyun malam di kecup oleh Rendy dan terkekeh.
"Iya sudah bobok gih "ucap Rendy mengusap surai hitam milik Dara."
Namun Dara sangat manja saat mulai hamil,tidur saja selalu minta di dada bidang Rendy minta di kelonin.
Kalau Rendy ga menuruti kemauan Dara,pasti Dara menangis bagai anak kecil yang sedang minta permen.
Rendy tak henti hentinya mengusap usap perut Dara yang masih rata hingga Dara benar benar terlelap tidur.
Setelah istrinya benar benar tidur,Rendy beralih ke ruang kerja untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang sering pending kalau pagi hari saat Rendy mengalami morning sickness.
Rendy begitu fokus mengerjakan berkss berkss yang perlu di teliti di cermati lebih lagi.
Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam,barulah Rendy merasakan kantuk yang teramat sangat.
"Untung semua file dan berkas sudah benar benar selesai dan sudah aku rapikan,jadi besok ga terburu buru,hoammm waktunya tidur nech "gerutunya."
Rendy keluar dari ruang kerjanya dan tak lupa mengunci pintunya .
🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯
__ADS_1