
Setelah cukup lama menjenguk Dara akhirnya Firman pamit pada Dara dan mamah Rendy untuk kembali ke cafe dengan alasan banyak kerjaan.
Seperginya Firman,Dara menyerahkan amplop coklat pada mamah Rensy.
Namun mamah Rendy menolak dengan alasan uang itu adalah rejeki buat Dara.
Setelah cukup lama mamah Rendy berada di rumah sakit,lekas datang bu Ranti dan mamah Rendy ijin pulang.
Kini giliran bu Ranti yang menjaga Dara.Selagi bu Ranti menjaga Dara,Dara memberikan amplop coklat berisi uang untuk ibunya.
"Bu ini ada rejeki buat ibu saja,tadi bos Dara kemari jengukin Dara dan kasih uang ini "ucap Dara."
"Kenapa kamu kasih ke ibu ga kamu kasih ke mamahnya nak Rendy kan bisa buat bayar biaya rumah sakitmu ?"tanya bu Ranti."
"Sudah Dara berikan tapi mamah ga mau menerima "ucap Dara."
"Ya sudah buat pegangan kamu saja toh kamu kan libur 1 minggu rada lama bisa buat beli segala keperluanmu "ucap bu Ranti."
"Sudah ibu terima saja,Dara sudah punya segalanya ga ada yang perlu di beli lagi "ucap Dara sumringah."
Akhirnya bu Ranti menerima amplop coklat berisikan uang yang di berikan oleh Dara.
Dara memang gadis yang baik tak pernah memikirkan dirinya sendiri.
Dimanapun berada selalu akan menolong orang yang butuh pertolongan meskipun orang itu ga Dara kenal.
Sementara Rendy saat ini telah berada di kantor tapi pikirannya melayang ke rumah sakit memikirkan Dara
Rendy sangat bersyukur bisa bertemu dengan gadis sebaik Dara,walaupun umur Dara bsru 19 tahun tapi jalan pemikirannya telah dewasa.
Rendy berjanji akan menjaga Dara selalu sampai di jenjang pernikahanpun akan Rendy jaga.
Karena jaman sekarang sangat susah mencari gadis yang benar benar baik seperti Dara.Yang benar benar rela berkorban untuk orang lain,suka menolong dan kuat.
Saat ini Firman telah sampai di cafe namun saat akan masuk cafe ada seseorang menghentikan langkahnya yang tak lain adalah Leon.
"Maaff pak,apakah bapak yang punya cafe ini?"tanya Leon tanpa rasa sungkan."
"Iya benar sekali memangnya kenapa?"tanya Firman menyelidik."
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya pak,apakah saya bjsa bertemu dengan Dara?"tanya Leon."
"Maaf anda ini siapa ya?"tanya Firman ingin tahu siapa pria yang ga sopan ini ."
"Saya teman Dara pak,nama saya Leon "ucapnya yakin."
"Hemmm jadi ini salah satu pria yang selalu ganggu Dara,walaupun sudah tahu Dara ini pacar Rendy "batin Firman."
"Maaf ya,Dara sudah tidak bekerja lagi di cafe saya "ucap Firman berlalu dari hadapan Leon."
Leon hanya terpaku diam seribu bahasa merasa jika atasan Dara telah membohonginya.
"Ga mungkin Dara keluar secara tiba tiba begini,padahal niatku ingin tahu apakah Dara selamat setelah penusukan itu.Jika iya dimana Dara di rawat dan jika memang Dara meninggal karena kasus penusukan itu dimana makamnya "gerutu Leon dalam hati."
Leon melangkah pergi meninggalkan cafe tersebut dengan rasa gelisah dan putus asa.
Leon sangat merasa bersalah,kenapa malah wanita yang di cintainya ini rela berkorban demi pria yang sangat Leon benci.
"Harus kemana lagi aku mencari keberadaan Dara,aku sungguh gelisah jika belum tahu kabar Dara"gerutunya kembali."
Leon melajukan mobilnya kembali ke rumah dan dirinya langsung melangkah masuk dalam kamar.
Dirinya punya ide akan memeriksa satu persatu rumah sakit yang ada di kota tersebut.
Disaat dirinya termenung di kamar,mamah Lani nyelonong masuk.
"Nak kebetulan sekali kamu sudah pulang,temenin mamah yuk ke rumah sakit.Karena ada teman sosialita mamah yang sedang sakit "ucap mamah Lani ."
Dengan sangat malas Leon bangkit dari berbaringnya segera melangkah ke garasi di ikuti mamah Lani.
Leon melajukan mobil menuju rumah sakit yang mamah Lani tunjukan.
Hanya beberapa menit saja telah sampai.
Namun Leon sangat terkejut saat melihat seorang gadis sedang berjalan tertatih memakai baju pasien di salah satu koridor .
"Mah,mamah lihat itu?"ucap Leon menunjuk ke arah Dara."
"Loh itu kan Dara nak,kok ada disini memakai seragam pasien "ucap mamah Lani terkejut."
__ADS_1
"Nak kita kesana dulu yuk,mamah jadi penasaran Dara sakit apa"ajak mamah Lani."
Tanpa menunggu jawaban Leon,mamah Lani lekas menghampiri Dara yang sedang berjalan di tuntun oleh bu Ranti.
Mamah Lani menyapa Dara dan ibunya.
"Nak,kamu sakit apa kok sampai di rawat disini?"tanya mamah Lani."
Ketika Dara akan menjawab,ibunya menyela.
Dengan mengatakan jika Dara korban penusukan saat berada di mall.
Mamah Lani terperangah mendengar berita tersebut.
"Ya ampun jahat sekali orang itu,semoga lekas tertangkap dan di hukum seberat beratnya "ucap mamah Lani geram."
Sementara Leon sudah panik dan gelisah apa lagi mamahnya mendoakan jelek.
"Mah,kok berdoa supaya pelaku tertangkap.Entar Leon jadi masuk penjara dong mah "gerutu Leon dalam hati."
Setelah bercengkrama agak lama,mamah Lani berpamitan pada Dara dan ibunya karena masih ada urusan lain yakni mwnjenguk teman sosialitanya yang sedang di rawat di rumah sakit itu juga.
Leon sangat senang karena telah bertemu Dara,walaupun dirinya sangat sedih karena perbuatannya Dara jadi harus berada di rumah sakit .
"Maafkan aku Dara,karena aku dirimu jadi terluka.Bagaimana caraku menebus dosaku ini??"gerutu Leon dalam hati."
Setelah Dara bertemu Leon dirinya jadi merasa tak nyaman dan akan meminta supaya Rendy bilang ke dokter untuk Dara rawat jalan saja.
Waktu menjelang sore,Rendy sengaja pulang lebih cepat supaya lekas ke rumah sakit .
Selesai membersihkan badan,Rendy tancap gas ke rumah sakit.Bergantian jaga dengan ayah Rinto dan papahnya.
Selagi menyuapi Dara makan malam,Dara mengutarakan isi hatinya.
"Ka bisa ga Dara besok pagi pulang,kaka bilang ke dokter supaya Dara ga usah rawat inap tapi rawat jalan saja "rengek Dara tertunduk lesu."
"Kan dokter bilang 1 hari lagi kamu baru bisa pulang jadi lusa kamu pulang de "ucap Rendy mengusap surai hitam Dara."
"Dara ga mau ka,pokoknya kaka sekarang ke ruang dokter dan meminta supaya besok pagi mengijinkan Dara pulang "rajuk Dara manyun."
__ADS_1
"Ka jujur saja ya,tadi siang itu ada Leon sama mamahnya.Mereka ga sengaja ketemu Dara di rumah sakit ini.Mamah celurut itu kemari jenguk temannya malah lihat Dara saat Dara jalan jalan sejenak sama ibu "ucap Dara murung."
😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎