Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 69


__ADS_3

Tak terasa pagi menjelang,badan Dara merasa sakit semua karena ulah Rendy tak pernah puas dengan permainannya di ranjang.


Selalu meminta lagi dan lagi tanpa ada rasa lelah sedikitpun.


Dara tak ingin menolak kemauan suaminya karena tak ingin membuat suaminya kecewa karena penolakannya.


Dara bangkit dari pembaringan akan ke dapur untuk membantu mamah mertuanya memasak,namun Rendy terbangun dan mencekal lengan Dara.


"Mau kemana sayang,ini masih terlalu pagi bary jam 5"ucap Rendy menarik paksa Dara dalam pelukannya ."


"Dara mau bantuin mamah masak ka"ucap Dara singkat."


"Ga usah sayang,lagian mamah sudah ada bibi yang bantu.Kita kan masih pengantin baru pasti mamah wajarlah sayang "ucap Rendy mulai menciumi Dara."


"Ka,sudah ahh sudah pagi ini lohh..apaa belum puas juga si ka "rajuk Dara manyun."


"Ga ada puasnya sayang,ingin lagi dan lagi pokoknya "goda Rendy terkekeh."


"Iihh kakak mah gitu,ntar malam lagi,sekarang istirahat dulu dong,Dara kan cape ka"rajuk Dara manyun."


"Iya iya maaf ya sayang "ucap Rendy mengecup bibir Dara penuh mesra."


Kecupan Rendy yang memdadak membuat Dara kaget,bahkan Rendy menyelusup ke dada Dara.


Membuat Dara kembali merasakan sensasi yang luar biasa.


Biarpun Dara telah menolak tapi sentuhan tangan Rendy malah membuat Dara kenikmatan.


Hingga terulang lagi untuk yang kesekian kali penyatuan cinta antara Dara dan Rendy.


Sementara jam 5 pagi ,Raka juga telah bangun namun pikirannya traveling.


Membayangkan apa yang sedang di lakukan oleh pengantin baru yakni Dara dan Rendy.


"Kapan yah aku bisa merasakan indahnya honeymoon seperti Dara dan Rendy.Kapan si Tya mau aku nikahi "gerutu Raka seraya menatap langit langit kamar."


Raka membayangkan sedang melakukan penyatuan cinta bersama Tya hingga tak terasa tangannya terus saya mengusap usap otong yang telah tegak berdiri.


Karena pikiran yang traveling membuat Raka harus solo karir tanpa ada lawannya.Raka terus saya memainkan otongnya dengan terus pikiran traveling seolah sedang honeymoon bersama Tya.


Saking enaknya pikirannya bertraveling tak terasa si otong sampai memuntahkan lahar panas.

__ADS_1


Raka tak sadar dengan apa yang di lakukannya,setelah merasa puas baru dirinya tersadar dan menepuk jidat sendiri.


Setelah itu ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya.


Berbeda dengan Leon yang pagi pagi sedamg jogging di sekitar komplek rumah.Selagi Leon berhenti membetulkan tali sepatunya yang terlepas,tiba tiba ada seorang wanita menabrak Leon hingga Leon jatuh telentang dan di atasnya jatuh si wanita tersebut.


Sejenak Leon dan wanita tersebut saling berpandangan untuk beberapa detik.Setelah ity sang wanita tersadar dan lekas bangun dari tubuh Leon.


"Loe sengaja ya cari kesempatan di dalam kesempitan"rajuk si wanita mencoba menutupi rasa malunya ."


Leon bangkit dan mengamati wanita di hadapannya yang sangat cantik dan putih bersih.


"Hy hy ka,kok situ yang marah,harusnya gwe yang marah karena tahu tahu loe nabrak gwe "ucap Leon mencoba menahan geramnya."


"Uuhhh dasar cowo aneh,salah kok ga mau ngaku salah "cibir wanita ini berlalu begitu saja melanjutkan joggingnya."


Sementara Leon hanya geleng geleng kepala sambil menghela nafas panjang.


Leon pun melanjutkan kembali joggingnya,namun baru seperempat jalan bertemu lagi dengan wanita tadi.


Namun dalam situasi berbeda,dimana satu kaki wanita ini terjepit dalam lubang di tengah jalan dan kesusahan untuk mengelurkannya.


Leon merasa tak tega membantu wanita ini,dengan berjongkok melepaskan sepatu wanita ini dan pelan pelan mengangkat kaki keluar dari sepatu tersebut.


Leon melepaskan kedua sepatunya dan memakaikan kedua sepatunya untuk si wanita ini.


Si wanita melepas satu sepatunya yang masih di pakaianya dan mengganti dengan sepatu Leon.


"Trima kasih ya,trus loe ga pake sepatu dong "ucap si wanita ini."


"Ga apa apa,lagian rumah gwe sudah deket kok ,itu yang cat oranye "ucap Leon menunjuk tembok rumahnya yang tak jauh dari dirinya berdiri saat ini."


"Loh,jadi loe tetangga gwe.Gwe baru pindahan sama nyokap bokap gwe,rumah gwe di seberang jalan rumah loe "ucap si wanita tersebut."


"Berarti loe tetangga baru gwe dong,oh iya nama gwe Leon,nama loe siapa?"ucap Leon seraya mengulurkan tangannya ke arah wanita tersebut."


"Gwe Sisil,kami sekeluarga pindahan dari Amerika,papahku sudah selesei tugas bisnisnya di Amerika,saat ini sedang tugas di daerah perkantoran sini "ucap Sisil menerima jabatan tangan dari Leon."


"Berarti loe suatu saat bisa pindah lagi dong"ucap Leon mengernyitkan alis."


"Sepertinya ga si,karena kantor pusat papah di kota ini "ucap Sisil."

__ADS_1


"Ya sudah gwe duluan ya,karena gwe juga harus ngantor "ucap Leon pamit pada Sisil."


Sisil hanya terpaku diam menatap kepergian Leon seraya tersenyum sendiri.


"Hemm ga buruk juga,ganteng dan baik hati "gerutu Sisil seraya melangkah ke arah rumahnya."


Leon sampai di rumah lekas masuk ke kamarnya untuk melakukan ritual mandi paginya karena akan ngantor di pagi hari.


Setelah selesai Leon langsung berangkat ke kantor namun terlebih dulu sarapan.


Leon melajukan mobilnya menuju ke kantor cabang milik papah Daniel.


Kini Leon benar benar fokus dalam menjalankan perusahaan papah Daniel.


Seperti serba kebetulan,rekan bisnis terbarunya ternyata adalah papahnya Sisil.


Awal mereka tak saling kenal dan tak tahu,namun saat Leon akan pulang ke rumah,Leon mendapati mobil tuan Hendra mogok.


Leon menawarkan tumpangan pada tuan Hendra yang ternyata adalah papahnya Sisil.


"Stop nak,ini rumah om disini "ucap tuan Hendra ."


"Wah serba kebetulan nech om,kebetulan rumahku di seberang rumah om,itu rumahku om "ucap Leon sumringah."


"Yuk mampir dulu sebentar,lagian rumahmu dekat ini "ucap tuan Hendra antusias."


Karena rasa ga enak hati hingga Leon menerima tawaran dari tuan Hendra.


Leon melangkah mengikuti tuan Hendra masuk rumah tuan Hendra.


Namun Leon baru ingat jika Leon telah berkenalan dengan Sisil pagi tadi.


"Ehh loe Leon "sapa Sisil."


"Iya Sil,serba kebetulan papah loe ini rekan bisnis gwe yang baru"ucap Leon sumringah."


"Ooohh jadi kalian ini sudah saling kenal toh,semua kok serba kebetulan ya,dari pekerjaan rumah sampai perkenalan kalian,jangan jangan kalian berjodoh "canda tuan Hendra terkekeh."


Tuan Hendra mengajak Leon untuk makan bersama Sisil dan tante Resi.


Makan serasa hangat karena di sertai gelak canda tawa.Sesekali Leon dan Sisil saling curi pandang satu sama lain.

__ADS_1


Sesekali pula tuan Hendra menangkap gelagat Leon dan Sisil."


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💕💞


__ADS_2