
Waktu sore telah tiba,Dara telah sampai di rumah.Tya telah menunggu Dara untuk membicarakan masalah yang tadi siang di bicarakan.
Namun menunggu Dara istirahat rileks sebentar untuk menghilangkan rasa cape setelah dari pagi hingga sore bekerja.
Setelah menjelang habis maghrib barulah Tya berani menghampiri Dara.
"Ka,Tya ingin ngobrol sama ka Dara sebentar bisa ga ka?"ucapnya."
"Ngomong saja kali kaya sama siapa"goda Dara terkekeh."
"Ka,Tya kan sudah lulus sekolah tapi Tya ga mau kuliah ka,Tya mau kerja saja seperti ka Dara "ucap Tya."
"Lah kok kakak di tiru,kakak saja pengen sekolah yang tinggi kok de,memangnya kenapa ga mau kuliah,kakak bisa kok biayain kamu kuliah jadi ga usah khawatir de "ucap Dara sumringah."
"Ayohlah ka jangan seperti ini,pokoknya Tya ga mau lanjutin kuliah ka,please "rengek Tya memohon."
"Ya sudah terserah kamu saja de,tapi ini murni kemauanmu kan,ga ada yang bujukin kamu untuk tidak lanjutin kuliah "tanya Dara menyelidik."
"Ya ga adalah ka,ini murni kemauan Tya kok "ucapnya."
"Ya sudah ga apa apa,memang kamu sudah ada pandangan mau kerja dimana?"tanya Dara kembali."
"Belum si ka,tapi besok niatnya Tya mo nyari nyari kerja "ucapnya."
Setelah percakapan panjang lebar,Tya ke depan membantu ibunya di warung.
Sementaea Dara tiduran di kamar sambil main ponsel chatingan dengan Rendy yang masih lembur di kantornya .
Sementara Raka sedang dalam perjalanan menuju warung bu Ranti hanya ingin bisa pendekatan dengan Tya.
"Eh mas kan yang waktu itu tabrakan sama aku ?"tanya Tya saat Raka pesan makan san minum."
"Kamu kenal Tya?"tanya bu Ranti."
"Kenal si ga bu,cuma pernah ga sengaja ketemu"ucap Tya singkat."
"Oh iya ya waktu itu aku belom kenalan,ya sudah kita kenalan namaku Raka namamu siapa dan ibu namanya siapa?"tanya Raka tiba tiba."
Tya menyambut perkenalan tersebut dengan sumringah begitu pula dengan bu Ranti.
Karena bu Ranti melihat Raka adalah seorang pria yang baik,ramah ,juga humoris.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah 1 jam Raka berada di warung bu Ranti.Tak lupa Raka meminta nomor ponsel Tya.
__ADS_1
Raka pulang dengan sangat happy.
Sementara mami Olive masih saja pusing mengurusi pembukuan pasar swalayannya.
Bahkan mami Olive sempat meminta Raka untuk mencarikan seseorang untuk bekerja di bagian marketing.
Entah ada angin apa,Raka iseng mengirim notifikasi chat pesan untuk Tya.
"De,tolong kali saja ada yang butuh kerja bilang ke kakak ya.Kakak lagi butuh orang untuk bantu mami mengurus pembukuan pasar swalayannya "pesan chat Raka."
"Waah kalau Tya saja bagaimana ka,karena kebetulan Tya lagi nyari kerja "balasan pesan chat dari Tya."
Raka sangat antusias saat Tya berminat untuk bekerja sama maminya,dengan begitu Raka bisa lebih leluasa untuk mendekati Tya.
Segera Raka memberitahu pada maminya tentang keinginan Tya bekerja di pasar swalayan milik mami.
Keesokan pagi,Raka menjemput Tya untuk menghadap maminya.Kebetulan Dara sudah berangkat kerja hingga tak tahu jika ada Raka .
Bahkan selama ini Dara juga belum tahu kalau Raka sering datang ke warung .
Hanya dalam waktu sebentar Raka telah akrab dengan Tya.Tya sangat berbeda dengan Dara.
Jika Dara sangat dingin dan susah senyum beda dengan Tya yang suka bercanda dan murah senyum.
Entah bagaimana nantinya jika Dara tahu Tya bakal bekerja dengan mami Raka.
Dan entah bagaimana nanti jika Dara tahu kau Tya dan Raka saling kenal.
Karena Tya juga tak pernah cerita pada Dara jika telah punya kenalan baru.
Setelah sampai di pasar swalayan milik mami Olive,mami Olive begitu terkejut saat melihat Tya.
"Nak,ini kok mirip sekali sama Dara?"ucap mami Olive tak berkedip menatap Tya."
Raka menjelaskan kalau Tya ini adalah adik kandung Dara.
Tya juga sempat terkejut saat tahu Raka dan maminya kenal sama kakanya si Dara.
Namun setelah mami Olive bercerita ,Tya sudah tak kaget lagi.
Kini mami Olive tahu apa yang telah membuat Raka begitu sangat bahagia beberapa hari ini.
Ternyata Raka telah menemukan gadis yang mirip dengan Dara yang tak lain adalah Tya adik kandung dari Dara.
__ADS_1
Setelah interview di lakukan oleh mami Olive pada Tya,mami Olive merasakan jika Tya pantas bekerja membantunya di bagian marketing.
Walaupun Tya hanya lulusan SMK seperti halnya Dara,namun karena Tya dengan gampang di ajari oleh mami Olive hanya dalam sekejap saja telah bisa dan paham.
Memang keturunan dari ayah Rinto semua anaknya cerdas walaupun pendidikan cuma sampai di SMK.
Walaupun orang tua Dara dulunya juga cuma lulus SD.
Setelah dinyatakan lulus review dan mulai besok bisa bekerja,Tya sangat happy secara reflek meloncat loncat seperti anak kecil.
Saat sadar Tya telah di tertawakan oleh araka dan mami Olive .
Tya merasa malu meronalah pipinya dan sejenak tertunduk malu dengan menyungginkan sedikit senyum.
Setelah semua urusan beres,Tya berpamitan pada mami Olive untuk segera pulang.Tya sudah tak sabar ingin memberitahu kabar baik ini pada keluarganya.
Saat Tya akan pulang sendiri,Raka menawarkan diri untuk mengantarkan Tya.Walaupun Tya menolak namun Raka keras kepala akan mengantar Tya pulang.
Hingga Tya sudah tak bisa menolaknya lagi.Tya menerima tawaran dari Raka yang ingin mengantar dirinya pulang.
Tak berselang lama sampailah Tya di rumahnya,Tya langsung berlari menuju warung memeluk ibunya.
Membuat ibunya kaget karena tiba tiba Tya bersikap heboh.
"Kamu kenapa nak,sepertinya kamu bahagia sekali?"tanya bu Ranti pada Tya."
"Iya bu,Tya lagi seneng banget karena Tya mulai besok sudah bekerja "jawab Tya dengan sangat sumringah "
"Cepet amat nak,baru tadi cari kerja tahu tahu sudah di terima "sela ayah Rinto yang lagi asik menembel ban motor."
"Lagi rejekinya Tya kali yah"ucap Tya terkekeh."
"Ya syukurlah,ayah ikut seneng dengernya.Tapi pesan ayah,kamu kerja yang bener,yang rajin,jujur,dan jangan ceroboh "pesan ayah Rinto."
"Pastinya dong yah"ucap Tya sumringah ".
Tya tak sadar jika sedari tadi Raka memperhatikannya.
Sementara orang tua Tya bertanya kerja dimana,setelah tahu Tya bakal kerja di pasar swalayan milik mami Raka,orang tua Tya mengucap terima kasih.
Selama ini orang tua Tya tidak tahu jika seorang Raka yang sering ke warung bu Ranti ternyata adalah anak orang kaya
Karena jika singgah ke warung bu Ranti,Raka selalu memarkirkan mobilnya jauh dari rumah bu Ranti.
__ADS_1
👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀