
Setelah melihat foto Dara,mami Olive senyam senyum.
"Apa kamu telah jatuh cinta sama Dara,nak?"tanya mami Olive menatap menyelidik pada Raka."
Mendapat pertanyaan yang seperti itu,Raka langsung ke sedak.
"Uhuk uhuk "
Raka lekas mengambil minum,setelah itu menghela nafas panjang.
"Jawab pertanyaan mami mu Raka??"ucap papi Alan ikut memojokkan Raka."
"I-iya pi mi,entah kenapa sejak Raka pertama kali bertemu Dara jantung ini berdetak kencang seperti mau copot "jawab Raka tertunduk malu."
"Kok seperti lagu ka"goda Nella terkekeh."
#Di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak #
#Berdetaknya lebih kencang seperti genderang yang mau perang #
Si kembar sepintas menyanyi dua lirik lagu,setelah itu keduanya sama sama terkekeh.
Raka melirik sinis pada adik kembarnya.
"Kalian lupa janji kalian waktu kaka tolong kalian tadi sore!!"hardik Raka ketus menatap tajam ke dua adik kembarnya."
"Iya iya mmaaf "serentak ucap si kembar."
Keduanya tertunduk lesu dan melanjutkan makannya lagi.
"Nak,apa pergelangan tangan Dara yang sempat kena pukul preman ga apa apa ya?"tanya mami Olive mencairkan suasana."
"Nah itu mi,Raka juga lagi mikirin soal itu.Karena pergelangan lengan Dara itu sedang luka juga.Masih di perban malah kena pukul ."
Rakapun menceritakan awal mula bertemu Dara.Yakni saat Dara pesen gojek,namun Raka datang terlambat.
Raka bahkan sempat menolong Dara saat Dara di sekap 2 preman.
Raka menceritakan semuanya secara detail tentang luka di pergelangan tangan Dara juga.
"Ya ampun itu anak kok ga ada kapoknya ya berantem sama preman preman "ucap mami Olive."
"Mami ini bagaimana,kalau tadi sore Dara ga nolongin dua cerewet ini.Entah bagaimana nasib mereka "ucap Raka melirik sinis pada si kembar."
Setelah bercengkrama cukup lama,perlahan lahan aktifitas makan malam mereka berakhir.
Masing masing kembali ke kamarnya,begitu pula dengan Raka.
Raka sangat penasaran dengan kondisi pergelangan tangan Dara.Hingga Raka mendial nomor ponsel Dara.
Panggilan telfonpun tersambung ke Dara.
__ADS_1
Raka : "Maaf Dara,malam malam mengganggu."
Dara : "Ga kok mas,kebetulan lagi santai lagi nemenin adik belajar."
Raka : " Cuma mau tanya Dara."
Dara : "Tanya apa ya mas?"
Raka : "Bagaimana kondisi pergelangan tanganmu yang kena pukul preman tadi sore ?"
Dara : " Oohh itu,ga apa apa kok mas."
Raka : " Serius Dara,tanganmu ga cedera atau bagaimana gitu.Secara kan lagi sakit juga belum sembuh malah kena pukul juga ?"
Dara : " Serius mas,Dara ga apa apa kok."
Raka : "Ya sudah kalau begitu,selamat malam selamat rehat ."
Panggilan telfon segera di tutup oleh Raka di susul oleh Dara.
Dara sebenarnya merasakan nyeri di pergelangan tangan yang kena pukul oleh preman tadi sore.
Namun Dara bukan gadis lemah,yang sebentar sebentar mengeluh.Dara adalah gadis yang sangat kuat dan tegar.
Waktu bergulir begitu cepat,setelah malam berlalu datanglah pagi menjemput.
Dara lekas bangun untuk melakukan ritual mandinya,namun tiba tiba pergelangan tangan yang terkena pukulan preman terasa sakit.
"Hemm bengkak juga nech tangan "gerutu Dara."
Segera Dara mencari bumbu dapur yakni jahe.Dara parut 1 ruas ibu jari jahe tersebut.Dara kasih dengan sedikit minyak kayu putih.
Terlebih dulu Dara mandi dan sarapan serta berpakaian rapi.Barulah Dara baluri pergelangannya yang bengkak dengan parutan jahe.
Setelah itu Dara tutup lagi dengan perban.
"Untung lukaku yang lalu telah mengering "gerutunya."
Luka Dara yang waktu itu telah sembuh,kini pergelangan tangan yang 1 terluka lagi mengakibatkan bengkak.
"Dara,apa ga sebaiknya kamu periksain luka di pergelangan tanganmu yang satu itu.Terlihat sekali itu bengkak "ucap bu Ranti."
"Ga usah bu,sudah Dara baluri pake parutan jahe ntar juga sembuh.Ibu ga usah khawatir "ucap Dara tersenyum menatap ibunya."
Dara lekas pamitan pada ibunya untuk berangkat kerja karena Rita sudah datang menjemput.
Rita menunggu Dara di gang seperti biasa.
Rita tercengang melihat pergelangan Dara yang sangat terlihat bengkak dan memar biru .
"Dara,itu pergelangan tangan yang kemaren sore kena pukul preman.Ist pasti sakit sekali kan,mending loe priksa"ucap Rita meringis menatap pergelangan tangan Dara."
__ADS_1
"Gwe yang luka kok loe yang meringis gitu "ucap Dara terkekeh."
Dara lekas mengajak Rita untuk berangkat ke cafe.
Sementara di suatu tempat,Rendy sedang termenung sendiri memikirkan Dara.
Rendy saat ini sedang ada tugas dari kantornya ke luar kota untuk mengurus tender yang ada di luar kota.
Sudah hampir 1 bulan Rendy hilang komunikasi dengan Dara,gara gara pekerjaannya sangat menyita waktu dan pikiran.
Kini giliran Rendy mencoba menghubungi Dara,nomor ponselnya tak aktif.Rendy sangat kelimpungan karena rasa rindunya yang mendalam pada Dara.
Ingin cepat dirinya segera kembali ke kotanya agar bisa senantiasa dekat dengan Dara.
Rendy sengaja bekerja lembur setiap hari agar segera terselesaikan tendernya.Dan apa yang di harapkan Rendy kesampaian.
Berkat kerja kerasnya,usaha Rendy berhasil.Hari ini Rendy bisa pulang ke kotanya.Saat ini Rendy sedang dalam perjalanan pulang.
Beberapa jam lagi Rendy sampai di kotanya.
Rasa rindu kian menggebu gebu.Rendy juga tak lupa membeli oleh oleh bukan hanya untuk Dara tapi juga buat adik adik Dara.
Hingga akhirnya sampai juga Rendy di kotanya,lekas Rendy kembali ke rumah.Untuk sesaat istirahat.
Karena telah 1 bulan berkutat dengan pekerjaan yang sangat menyita waktu dan pikiran.
Karena lelahnya hingga tidurnya sangat nyenyak.Tahu tahu sudah sore hari.
Rendy lekas bangun dan melakukan ritual mandi sorenya.
Setelah selesai,segera Rendy melangkah menuju mobilnya dengan tak lupa membawa oleh oleh untuk Dara dan adik adiknya.
Segera Rendy melajukan mobilnya untuk menjemput Dara dari cafe.
Rendy menunggu Dara di dalam mobilnya.Tak berselang lama Dara keluar dari cafe dimana dirinya bekerja.
Segera Rendy menghampiri Dara.Darapun terhenyak kaget melihat kedatangan Rendy.
"Hay de,apa kabarnya?Kok kamu lama banget ga ada kabar.Setiap di hubungi nomor kok ga aktif?"tanya Rendy menatap Dara menyelidik."
"Hheee maafin Dara ka,nomor Dara kena blokir saat Dara beberapa kali tak isi pulsa.Dara lupa kalau save nomor di kartunya bukan di ponsel.Sedang kartu langsung saja Dara buang saat tahu tidak bisa di gunakan "ucap Dara menggaruk garuk tengkuk yang tak gatal."
Rendypun bisa memahami,dan kembali meminta nomor ponsel Dara yang baru.
Sementara Rita menatap tak berkedip pada Rendy,terpesona akan ketampanannya.
Rendy juga tak lupa berkenalan dengan Rita,namun Rendy sama sekali tak merespon Rita.
Bahkan Rendy menyuruh Rita pulang terlebih dulu,karena Rendy yang akan mengantar Dara pulang.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Mohon dukungan like,vote,favoritnya ka..