
Honeymoon Dara dan Rendy benar benar berjalan lancar sesuai rencana.Selama mereka di negara Jepang tidak ada satu gangguanpun.
"Ka,terima kasih ya ka "ucap Dara bergelayut manja di pundak Rendy."
"Terima kasih untuk apa sayang?"tanya Rendy seraya mengernyitkan alis."
"Untuk semuanya yang indah indah yang kakak berikan ke Dara selama ini "ucap Dara tersipu malu."
"Hemm yanh indah yang mana tuh,yang saat di hotelkah?"goda Rendy terkekeh."
"Ist kakak mah suka gitu dech orangnya ?"rajuk Dara memukul dada bidang Rendy."
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.Karena mereka telah 2 minggu berada di negara Jepang.
Setelah menikah Dara tinggal di rumah Rendy untuk menemani orang tua Rendy.Karena anak mereka cuma 2 orang yakni Rendy dan almarhum Setyo.
Setelah meninggalnya almarhum Setyo,rumah terasa sepi apa lagi saat Rendy bekerja dan papahnya bekerja,di rumah cuma ada mamahnya saja.
Setelah menempuh perjalanan panjang dan cukup melelahkan akhirnya sampailah Dara dan Rendy di rumah Rendy.
Kepulangan keduanya mendapat sambutan hangat dari orang tua Rendy.
"Bagaimana perjalanan honeymoon kalian berdua sayang?"tanya mamah Rendy seraya menatap Dara dan menatap Rendy."
"Ya berjalan lancar kok mah "ucap Rendy singkat."
"Wahh berarti ga lama lagi kita bakal punya cucu nech mah "ledek papahnya Rendy terkekeh."
Dara dan Rendy masuk rumah dengan terlebih dulu menyalami kedua orang tua Rendy.
Mamah nya Rendy telah menyiapkan menu masakan begitu banyak untuk menyambut kepulangan anak dan menantunya dari honeymoon mereka.
Rendy yang terbiasa makan masakan mamahnya,karena 2 minggu tak makan masakan mamahnya langsung saja duduk di ruang makan dan tanpa menunggu di tawarin oleh mamahnya ,Rendy langsung menyantap masakan mamahnya dengan lahap.
Semua yang melihat tingkah Rendy terkekeh terutama orang tua Rendy sampai geleng geleng kepala.
Dara terpaku diam menatap suaminya yang makan begitu lahapnya.
"Sayang,ayuk duduk sini makan,lezat banget loh masakan mamah "ajak Rendy menuntun Dara duduk di sampingnya."
"Tapi ka..
"Sudah ga usah tapi tapian "sela Rendy memotong ucapan Dara ."
Rendy menyendokkan makanan untuk Dara.Sebenarnya Dara bukan lapar tapi lelah ingin segera berbaring.
__ADS_1
Malah Rendy menyuruh Dara menyantap makanan.
"Ayok nak di makan,ga usah sungkan karena sekarang kamu ini telah menjadi bagian dari keluarga kami.Anggap kami seperti orang tuamu sendiri ya nak "ucap mamahnya Rendy."
"Iya tante "ucap Dara tertunduk malu."
"Loh kok tante,panggilnya ke kita ya sama seperti Rendy yakni mamah papah "sela papahnya Rendy terkekeh."
"Iya pah mah maaf ya "ucap Dara dengan merona pipinya."
Dara menyantap makanannya di temani oleh Rendy dan orang tuanya.
"Nak,apakah setelah menikah kamu akan tetap bekerja?"tanya mamahnya Rendy menatap Dara sendu."
"Ga kok mah,kita sudah sepakat setelah menikah Dara akan di rumah menemani mamah "ucap Dara tersenyum ramah pada mamah mertuanya."
"Aduhh mamah jadi senang dengarnya nak,mamah jadi ga kesepian lagi dech"ucap mamahnya Rendy terkekeh."
"Apa lagi kalau kamu tahu kalian cepat punya anak,rumah tambah rame "goda papah Rendy terkekeh."
"Tenang saja pah mah,pasti ga akan lama lagi papah sama mamah akan punya cucu "ucap Rendy meyakinkan orang tuanya ."
"Makanya kamu tancap gas terus gempur terus Dara biar cepat hamidun "goda papahnya Rendy terkekeh."
"Pah,hamidun itu siapa si pah? "tanya mamah Rendy dengan polosnya."
Membuat mamah Rendy melirik sinis pada papah Rendy dan Rendy.
Suasana makan malam di sertai gelak tawa candaan Rendy dan papahnya.
Sesekali mamah Rendy maupun Dara ikut tertawa pula.
Selesai makan malam,Dara membantu mamah mertuanya membereskan meja makan walaupun telah di larang oleh mamah mertuanya.
Setelah semua beres Rendy mengajak Dara ke kamar.Kamar Rendy yang telah di desain sedemikian rupa supaya Dara kerasan.
Dara dan Rendy duduk di sofa yang ada di balkon kamar sembari menatap lampu lampu rumah warga dan kendaraan umum yang sedang melintas di jalan raya.
Karena kebetulan rumah Rendy terletak di sebuah perkotaan yang padat penduduknya dan di tepi jalan raya yang sangat ramai kendaraan berlalu lalang.
Suasana jalan raya terasa indah dilihat dari atas balkon kamar Rendy.
Perlahan Dara berdiri dan bersandar di balkon memandang kelap kelip lampu kendaraan yang berlalu lalang.
Rendy tiba tiba ikut berdiri dan memeluk Dara dari belakang.
__ADS_1
Perlahan Rendy melancarkan aksinya dengan menciumi tengkuk leher Dara,tangannya menjelajah mencari dua benda kenyal mainan kesayangannya.
Merasa kurang nyaman,Rendy menaikkan kaos yang Dara pake dan penutup dua benda kenyalnya.
Rendy mulai memilinnya,meremasnya,namun Rendy masih kurang puas.
Hingga Rendy membalikkan tubuh Dara kini mereka saling berhadapan.
Rendy langsung menyerbu bibir Dara dengan ciumannya,satu tangannya meremas meremas dua benda kenyal milik Dara.
Keduanya saling cecap saling bertukar saliva,sambil tangan Dara mengusap usap otong.
Rendy mengangkat tubuh Dara membawanya ke pembaringan,dengan tak lupa melucuti semua pakaian Dara.
Dirinya juga kini telah polos tanpa sehelai benangpun menutupi.
Kini Rendy melakukan aksinya kembali menjelah setiap inci ke indahan yang di miliki oleh Dara.
Bahkan Rendy tak sungkan membuat banyak tanda stempel kepemilikan di leher jenjang Dara.
Karena otong sudah tak tahan ingin masuk dalam gua indah yang gelap gulita milik Dara.
Dara terus saja mengusap usap otong hingga otong semakin tegak berdiri dan siap mengoyak gua milik Dara.
Karena gua terlalu gelap,biar ga nyasar Rendy menuntun otong untuk masuk dalam gua.
Karena Rendy khawatir si otong salah masuk.
Perlahan tapi pasti otong telah masuk dalam gua kesayangan Rendy.Gua yang membuat si otong ketagihan setiap waktu ingin singgah.
Perlahan otong bergoyang menari nari senang karena telah berhasil masuk dalam gua.
Otong menari tak tentu arah maju mundur kanan kiri.Semakin lama otong bergoyang semakin kencang.
Otong menari berputar putar hingga akhirnya merasa pusing dan otong muntah mengeluarkan lahar panas di dalam gua.
Otong merasa lelah dan lemas karena terlalu lama menari dan karena muntah tadi.Otong pun terkulai lemas di dalam gua penuh kenikmatan tersebut.
Demikian penyatuan cinta,olah raga ranjang terjadi lagi setelah pulang dari honeymoon.
Rasa lelah mendera karena perjalanan jauh dan karena pertempuran sengit hingga keduanya sama sama tertidur pulas.
Baik Dara maupun Rendy sama sama masih polos tanpa sehelai benangpun.
Keduanya tidur nyenyak sambil berpelukan.
__ADS_1
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈