Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 44


__ADS_3

Selama Dara tak masuk kerja karena sakit,Rendy selalu rajin besuk baik saat pagi akan berangkat kerja,maupun sore saat pulang kerja.


Tak cuma itu,Rendy selalu membawa banyak makanan enak enak buat Dara dan keluarganya.


Lain halnya dengan Raka dan Leon.Kedua lelaki ini juga selalu mencari cari Dara.Namun tak kunjung bertemu.


Secara kan Dara 3 hari ga kerja jadi baik Raka maupun Leon tak bisa menemui Dara.


Sementara orang tua Dara saat ini sedang bercengkrama,membahas tentang hubungan Dara dan Rendy.


Orang tua Dara melangkah ke kamar Dara,untuk berbicara lebih lanjut dengan Dara.


"Nak,bagaimana kondisi kesehatanmu??"tanya ayah Rinto.


"Sudah baikan kok yah,besok juga sudah bisa bekerja lagi "ucap Dara menyunggingkan senyum."


"Syukurla nak,ibu jadi ga khawatir lagi"ucap bu Ranti."


"Nak,ayah mau tanya sejauh mana hubunganmu dengan nak Rendy?"tanya ayah Rendy menyelidik."


"Dara anggap ka Rendy seperti kakak Dara.Karena ka Rendy itu kakak almarhum Tyo,pacar Dara waktu di SMK "ucap Dara jujur."


"Tapi kalau ayah dan ibu lihat lihat,nak Rendy itu ada hati sama kamu loh Dara "ucap ayah Rinto."


"Iya Dara,nak Rendy juga sangat tulus sering bantu kamu,kasihan loh kalau kamu ga ada rasa sama sekali sama nak Rendy "ucap bu Ranti."


"Memang ka Rendy pernah bilang sama ayah dan ibu,jika ka Rendy ada hati sama Dara??"tanya Dara mengernyitkan alis."


"Kamu kok ga peka amat si nak,seseorang jika ada hati pasti melakukan semuanya tanpa terkecuali "ucap ayah Rinto."


"Ayah kan lelaki jadi tahu seperti apa sifatnya lelaki "ucap ayah Rinto kembali."


"Iya yah,terus Dara harus bagaimana??"tanya Dara bingung."


"Ya setidaknya kamu buka hatimu untuk nak Rendy kasihan,lagian almarhum Tyo pasti ga bakalan marah "ucap ayah Rinto."


"Misalkan kamu ga ada rasa setidaknya kamu jangan diam saja.Tapi ngomong ke nak Rendy,jadi dia ga begitu berharap sama kamu "ucap bu Ranti."


"Ya ayah ibu.."jawab Dara singkat."


Setelah bercengkrama dan menasehati Dada,ayah dan ibu Dara keluar dari kamar Dara.

__ADS_1


Seperginya orang tuanya,Dara merenung sejenak tentang semua yang di katakan oleh orang tuanya.


Memang benar adanya selama 1 tahun terakhir sejak bertemu di cafe.Rendy selalu ada di setiap kondisi Dara.


Selalu menolong Dara di setiap kesusahannya.


"Memang si,ka Rendy selama ini baik sekali sama aku.Bahkan dia juga sanga peka,disaat aku sakit dia bisa merasakan sakit juga "gerutu Dara dalam hati."


"Tapi aku masih sangat sayang sekali dengan almarhum Tyo,aku belum bisa melupakan Tyo walaupun telah bertahun tahun lamanya "gerutu Dara kembali."


"Tapi aku juga ga tega kalau aku mengecewakan ka Rendy,apa aku sebaikmya dengarkan kata ayah dan ibu.Setidaknya aku mencoba membuka hatiku untuk ka Rendy.Aku juga sempat bermimpi almarhum Tyo waktu itu juga menyuruhku demikian "gerutu Dara kembali."


Setelah lelah melamun berpikir,akhirnya Dara tertidur nyenyak.


Untuk kedua kalinya Dara bermimpi tentang almarhum Tyo.Lagi lagi Tyo menyuruh Dara untuk membuka hatinya untuk lelaki lain.


Sejenak Dara terbangun dari tidurnya,lagi lagi melamun memikirkan ucapan almarhum Tyo di dalam mimpi.


Hingga Dara akhirnya menyerah dan akan mencoba membuka hatinya untuk Rendy .


Karena diantara 3 lelaki yang terakhir mendekati Dara,menurut Dara yang pantas untuk dirinya hanyalah Rendy.


Tak terasa pagi menjelang,kondisi Dara telah pulih dan sudah bisa bekerja lagi.Dara segera bersiap siap untuk berangkat kerja.


Tak lupa Dara sarapan serta mandi dan segera berangkat.Kali ini Dara diantar oleh ayahnya.


Karena kebetulan Rita sift siang sedang Dara sift pagi.Jadi beda sift hingga tak bisa berangkat bersama.


Sampailah juga Dara di cafe,namun Dara terhenyak kaget karena pagi pagi sekali Raka telah berada di cafe.


Saat Dara akan masuk cafe ,Raka menghalangi jalan Dara.


"Mas,maaf jangan di jalan karena Dara mau masuk "ucap Dara sengaja di bikin ketus."


"Sebentar saja ,aku ingin ngobrol denganmu"ucap Raka memelas."


"Tapi Dara sudah waktunya masuk mas,mohon maaf tidak bisa "ucap Dara singkat."


"Sebentar saja Dara..please.."ucap Raka kembali."


Hingga Dara merasa iba dan mengijinkan Raka untuk sejenak mengatakan apa yang ingin Raka katakan.

__ADS_1


"Dara,kenapa kamu ga pernah balas chat pesanku dan telfonku??3 Hari ini kamu kemama saja,kok ga kelihatan di cafe??"tanya Raka beruntun ."


"Dara sakit mas,jadi Dara ga pernah otak atik ponsel mmaaff "ucap Dara singkat."


"Sudah ya mas,Dara mau masuk ntar Dara di omelin bos "ucap Dara."


Akhirnya Raka menyingkir dari pintu,tak menghalangi Dara kembali.Segera Dara masuk ke cafe.


Karena memang waktunya telah mepet,hingga Dara tak bisa lagi mengecek laporan keuangan.


Sementara Raka merasa kecewa karena 3 hari tak bertemu Dara.Namun setelah bertemu sikap dingin tak seperti biasa.


"Kenapa ya dengan Dara ,kok tidak seperti biasanya ya ?"gerutu Raka dalam hati."


Raka melenggang pulang dengan rasa hampa.Dan kembali ke kantornya lagi.


Dalam hati sudsh berpikir jika dirinya sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa mendekati atau bahkan memiliki Dara seutuhnya.


Raka sangat putus asa di saat dirinya menemukan sosok yang tepat.Yang bisa membuatnya nyaman malah cintanya bertepuk sebelah tangan.


Padahal selama ini Raka menolak banyak sekali perempuan di luar sana yang mencoba mendekati dan merayunya.


Bahkan Raka telah bersusah payah dengan menyamar sebagai tukang gojek.Namun tetap saja belum menemukan jodoh yang tepat.


Ga mungkin Raka menerima wanita yang mencintainnya tapi dirinya tak mencintai wanita tersebut.


Pikiran Raka terus saja bertumpu pada Dara.Dirinya benar benar telah jatuh cinta padanya.


"Aarghhh kenapa si..kamu ga balas rasa cintaku padamu Dara..padahal aku akan berikan apapun yang kamu mau termasuk nyawakupun akan aku berikan "gerutu Raka."


Sementara pernikahan Leon dan Ike juga hambar.Leon sibuk dengan urusannya sendiri,begitu juga dengan Ike akhir akhir ini sering pulang larut malam.


Padahal perginya saat pagi tapi pulangnya larut malam.


Keduanya seperti bukan sepasang suami istri.Hanya tidur saja bersama tapi dari sejak awal menikah hingga saat ini tidak pernah melakukan hubungan suami istri.


Yang membuat Ike haus akan belaian kasih sayang.Hingga akhirnya Ike lari mencari kepuasan di luaran dengan om om seusia papah mertuanya.


Bahkan teman dari papah Daniel,tapi Ike tidak tahu.


🤐🤐🤐🤐🤨🤐🤨🤨🤐🤐🤐🤐🤨🤨🤨🤨🤨🤨

__ADS_1


__ADS_2