
Dara sampai rumah langsung tidur,karena merasa lelah sekali.
ibu Ranti iba melihat anaknya yang bekerja keras untuk membantu ekonomi keluarga.
Sejenak bu Ranti menatap lekat wajah Dara yang terlihat sangat lelah sekali.
Waktu bergulir begitu cepat tak terasa telah pagi.Namun Dara masih terlelap dalam tidur karena semalam pulang jam 12 malam.
Bu Ranti bisa memaklumi sehingga tak membangunkan Dara.Membiarkan Dara untuk beristirahat.
Karena bu Ranti tahu jika hari ini Dara berangkat siang jam 11 siang.
Dara sangat nyenyak tidur hingga jam 10 siang baru bangun.Dara merasa tak enak hati pada ibunya karena biasa tiap pagi membantu,namun pagi ini tidak bantu karena bangunnya kesiangan.
"Bu,kenapa ibu tak bangunin Dara.Kan Dara jadi tak bantu ibu,Dara minta maaf ya bu "ucap Dara tertunduk lesu."
"Ga apa apa nak,kamu kan semalam kecapean jadi ibu ga tega bangunin kamu "ucap bu Ranti tersenyum mengusap surai hitam milik Dara."
Sejenak Dara teringat bingkisan dan uang yang di berikan oleh mamah Lani.
Dara mengambil uang yang di amplop yang ada di tasnya.Dan memberikannya pada bu Ranti beserta bingkisannya.
"Bu,ini ada sedikit rejeki dari si empunya hajatan.Buat ibu semua saja ya,Dara mau mandi ya bu "ucap Dara sumringah."
Bu Ranti membuka amplop coklat yang masih di lem.Dan dirinya sempat terbelalak karena isinya uang yang tidak sedikit.
"Ya ampun Dara,ini uang yang tidak sedikit "gerutunya."
Bu Ranti menghitung uang yang ada di dalam amplop coklat tersebut.Dan ternyata jumlah uangnya itu 3 juta rupiah.
Bu Ranti akan gunakan untuk membayar hutang hutang yang masih menumpuk banyak.
Bu Ranti juga penasaran dengan bingkisan yang di berikan oleh Dara.Bu Ranti lantas membuka bingkisan tersebut.
Ternyata isinya 2 busana yang sangat indah dan pasti mahal harganya.Bu Ranti ga mungkin memakai busana tersebut.
Karena busana tersebut cocoknya untuk Dara dan Tya.
__ADS_1
Bu Ranti sengaja menunggu Dara selesai mandi.Setelah Dara selesai mandi,bu Ranti menghampiri Dara.
"Nak,terima kasih uangnya ya bisa buat bayar hutang.Kalau bingkisannya cocoknya untukmu dan Tya "ucap bu Ranti memberikan dua busana tersebut."
"Ya sudah bu,buat Tya saja karena Dara tak begitu suka baju model seperti itu " ucapnya tersenyum."
Bu Ranti menyimpan bajunya,karena Tya belum pulang sekolah.Sementara Dara asik melahap sarapannya yang sudah memasuki jam makan siang.
Setelah selesai sarapan Dara langsung berpamitan pada ibunya untuk berangkat kerja.Karena Rita telah menunggunya di gang.
Dara melenggang dengan menguap karena dirinya masih sangat mengantuk.Ibunya sempat melihat reaksi Dara.
Ibunya menyarankan untuk Dara tak usah berangkat kerja,untuk ijin saja dan tidur lagi saja.
Namun Dara tak mau,Dara tetap pada pendirianya untuk berangkat kerja.
Melajulah motor Rita ke cafe dimana mereka bekerja.
Hanya beberapa menit Dara dan Rita telah sampai di cafe.Dara masih saja terus menguap tanpa henti.
Dara benar benar masih mengantuk membuat Rita yang melihatnya terkekeh tiada henti.
"Bebs,kita kan sudah sah menikah.Kenapa kamu ga ajakin aku honeymoon?"rayu Ike."
"Buat apa honeymoon,ga penting juga cuma habisin duit "cibir Leon."
"Kok kamu ngomong seperti itu si beb,kan biar kita bisa punya anak lagi beb "rajuk Ike manyun."
"Sudah ga usah minta yang macam macam,harusnya kamu bersyukur aku sudah mau menikahimu "cebik Leon ketus."
Kemudian Leon beranjak pergi dari kamar dan melangkah ke garasi melajukan mobilnya entah kemana.
Sementara Ike hanya mematung menatap kepergian Leon.Dirinya pikir dengan menikah sama Leon akan hidup bahagia.
Namun baru 1 malam saja Leon sudah bersikap dingin tidak ada romantisnya sama sekali.Berbeda saat masih pacaran dulu,Leon selalu manis baik dan mesra.
Ike hanya menghela nafas panjang.Ike melanjutkan tidurnya kembali.
__ADS_1
Sementara Leon telah melajukan mobilnya menuju bar untuk bertemu dengan teman teman kuliahnya.
Tanpa rasa malu Leon bercerita semua tentang permasalahan dirinya.
Teman temannya bukannya memberi jalan keluar malah membuli dan menertawai Leon.
Leon semakin emosi akhirnya pergi dari bar tersebut meninggalkan teman temannya yang terus menertawakannya.
Leon melajukan mobilnya tak tentu arah sambil terus menggerutu.Dirinya benar benar terteksn dengan pernikahannya bersama Ike.
Entah bagaimana lagi supaya bisa lepas dari Ike yang menurut Leon sudah seperti tante tante dan sangat membosankan.
Leon terus melajukan mobilnya hingga ujung batas kota.
Dirinya melamun sendiri memikirkan banyak hal.Namun tiba tiba didepan matanya selalu melintas wajah Dara.
Leon terhenyak kaget karena tak biasanya hal ini terjadi.Ini baru pertama kalinya wajah Dara melintas di benaknya.
Leon heran padahal selama ini Leon dan Dara tak pernah akur.Jika bertemu selalu bertengkar bagsi tom &jerry.
"Aneh,kenapa wajah cewe barbar melintas di benakku.Padahal aku lagi tidak memikirkannya "gerutu Leon heran sendiri."
Berkali kali Leon mencoba menepis bayangan itu tapi malah semakin nyata adanya.
Hingga Leon semakin tambah emosi sendiri dengan memukul mukul kepala sendiri dan mengusap usap mata sendiri agar bayangan wajah Dara lekas pergi dan tak muncul lagi.
Leon memutar balik mobilnya menuju arah pulang rumah.Karena dirinya baru sadar jika ada mata kuliah di siang hari ini.
Dengan sangat malas Leon majukan mobilnya.Kini dirinya tidak betah di rumah karena ada Ike.
Entah kenapa kini Leon sangat membenci Ike,tidak seperti waktu lalu yang selalu memujanya mencintanya.
Semua rasa cinta Leon yang pernah ada buat Ike telah hilang dan berubah menjadi rasa benci.
Bahkan di malam pertamanya,Leon sama sekali tak melakukan hubungan suami istri .
Walaupun Ike terus saja agresif menggoda Leon,tapi semua tidak berpengaruh .
__ADS_1
🤐🤐🤐🤐🤐🤐😬😬🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐🤐