
Tak berselang lama,Leon telah sampai di rumah.Segera Leon melangkah ke kamar untuk melakukan ritual mandi siangnya.
Namun saat dirinya masuk ke kamar mendapati Ike sedang tertidur pulas.
"Dasar cewe pemalas,jam segini saja masih tidur "gerutu Leon hingga membangunkan Ike ."
"Bebs,kamu sudah pulang??Siang siang kok kamu mau mandi,panas panas begini?"ucap Ike mengernyitkan alis."
Namun Leon tak menjawab ucapan dari Ike,Leon langsung masuk kamar mandi.
Hanya beberapa menit saja Leon selesai melakukan ritual mandinya.
"Kamu ini jadi istri kok cuma seperti pajangan,padahal usiamu denganku selisih 10 tahun lebih tua kamu "sindir Leon."
"Apa maksud ucapanmu bebs,kok ketus gitu?"rajuk Ike manyun."
"Masa kamu ga paham tugas sebagai seorang istri?"cebik Leon sambil mengambil baju dan celana untuk berangkat kuliah."
"Kamu juga jadi suami tak melakukan tanggung jawabmu.Di malam pengantin kita,kamu sama sekali tak menghiraukanku "sindir balik Ike."
"Yang di pikiran kamu itu cuma mesum saja "sindir Leon ketus."
Setelah Leon selesai berpakaian,lekas Leon menyiapkan buku untuk jadwal kuliah siang ini .Setelah semua siap,Leon segera berlalu dari kamar tersebut tanpa menghiraukan Ike.
"Pernikahan kok seperti ini,hambar...hadehh "gerutu Ike masih sempat di dengar oleh Leon di balik pintu."
Hingga Leon kembali membuka pintunya hanya untuk membalas gerutuan Ike
"Apa yang barusan kamu bilang,jika kamu tak suka ya sudah kita pisah kita cere jalani saja hidup kita masing masing.Beres kan"cebik Leon tersenyum sinis pada Ike."
"Enak saja kalau ngomong,masa baru menikah semalam sudah harus jadi janda?"rajuk Ike sinis."
Leon membanting pintu kamar dengan keras membuat Ike terhenyak kaget sampai melonjak dan memegangi dadanya.
Leon terus menuruni tangga menuju lantai dasar dan terus melangkah ke halaman depan rumah menuju ke mobilnya.
Segera Leon melajukan mobil menuju ke kampusnya.
Sementara Dara sedang berusaha menahan kantuknya karena sedang banyak pelanggan cafe.
"Ya ampun kenapa gwe ngantuk sangat nech "gerutu Dara dalam hati."
Namun Dara terus mencoba fokus dalam menghitung pesanan para pelanggan.Hingga Dara putuskan untuk membuat kopi supaya hilang rasa kantuk Dara.
Alhasil memang kopinya berpengaruh,membuat mata Dara tak ngantuk lagi.
__ADS_1
"Hemm baru pernah gwe ngopi gara gara rasa kantuk yang mendera.Tapi ternyata mempan juga ni kopi "gerutunya dalam hati sembari sesekali tersenyum sendiri."
Waktu berjalan begitu cepatnya ,tak terasa jam 11 malam.Dara segera siap siap untuk pulang dari cafe.
Dara pulang beserta Rita,karena kebetulan Rita juga sift siang.Namun ternyata rasa kantuk itu datang lagi.
Hingga tak sadar saat Dara membuka pintu Dara menabrak seseorang.
Dara berjalan sembari mengantuk hingga tubuhnya terhuyung jatuh dalam pelukan seseorang yang di tabraknya.
Seseorang itu secara spontan menangkap tubuh Dara.
Dara segera terlonjak kaget dan mengerjap ngerjapkan matanya.Ternyata lelaki yang di tabrak Dara adalah Leon.
"Sial,ngapain gwe pake nabrak ni cowo cecunguk "gerutunya dalam hati."
Sementara Rita yang melihat kejadian tersebut terkekeh tak henti hentinya.
Dara tak berkata apa apa,langsung melanjutkan langkahnya menuju ke parkiran motor.
Dari jauh Leon menoleh memperhatikan Dara.
"Kenapa jantungku berdebar debar saat dekat dengannya,dan ada rasa senang.Padahal dulu tak seperti ini "gerutu Leon senyam senyum melihat Dara yang sedang berada di parkiran motor."
Saat dirinya akan oleng ke belakang,ada seseorang yang menangkap tubuhnya.Dia adalah Rendy.
Leon yang sedari tadi menatap Dara,merasa terusik akan keberadaan Rendy.
"Sial,kenapa cowo itu tiba tiba ada di dekat cewe bar bar "gerutu Leon."
"Loh,kok gwe kesel..aneh dech..kan cewe barbar itu bukan apa apa gwe "gerutu Leon kembali."
Dara terkesiap kaget saat tubuhnya berada didekapan Rendy..
Rita cuma geleng geleng kepala melihat pemandangan itu.
"Hemm 2x Dara jatuh di pelukan lelaki tampan,lah gwe kapan??Tak ada satupun lelaki yang menghampiri gwe "gerutunya dalam hati."
"Maaf ka Rendy,Dara ngantuk sangat jadi oleng "ucap Dara tertunduk malu."
"Mending ade pulang sama kakak saja,karena bahaya kalau kondisi ngantuk membonceng motor "ucap Rendy memberi saran."
"Tapi kasihan Rita ka "ucap Dara manyun."
"Udah nurut saja sama kaka,biar Rita jalanin motornya di depan kita.Sekalian kita mengawasinya juga.Ga apa apa kan Rita ?"tanya Rendy menaik turunkan alisnya menatap Rita."
__ADS_1
Rita yang mendapat tatapan dari Rendy menjadi salah tingkah.
"I-iya ka ga apa apa kok "jawab Rita menutupi rasa gugupnya."
Akhirnya Dara sudah tak bisa berkata lagi,dirinya menuruti kemauan dari Rendy .
Rendy membukakan pintu mobil untuk Dara,dan Dara lekas masuk.
Segera Rendy melajukan mobilnya menuju arah jalan pulang.Untung Dara menuruti perkataan Rendy untuk ikut mobilnya,kalau tidak mungkin saat ini Dara telah terjatuh dari motor Rita karena mengantuk.
Di dalam mobil Rendy Dara tertidur sangat pulasnya membuat Rendy tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Kasihan kamu de,demi untuk membantu ekonomi keluargamu.Kamu belain ngantuk ngantuk tetap bekerja.Aku salut padamu de"gerutu Rendy dalam hati dengan sesekali menoleh ke arah Dara yang sedang tertidur pulas."
Hanya dengan 10 menit perjalanan,sampai juga Rendy di depan gang atau gapura yang menuju rumah Dara.
Rendy membangunkan Dara secara perlahan lahan karena telah sampai depan gang.
Dara terkesiap mengerjapkan matanya.
"Ternyata sudah sampai,mmaf ya ka Dara lagi lagi tertidur.."ucapnya merasa malu."
"Iya ga apa apa de,coba tadi kalau kamu tetap keras kepala membonceng motor Rita.Kamu pasti bisa terjatuh karena kamu ga sadar tidur "ucap Rendy terkekeh."
"Hehhhee iya juga ya ka ,ya sudah Dara turun ya ka.Trima kasih sudah antar Dara pulang "ucap Dara keluar dari mobil Rendy."
"Apa perlu kakak antar De??"ucap Rendy menawarkam diri membuka kaca mobilnya."
"Tak usah ka,ga apa apa kok.Dara sudah ga ngantuk kok ka "ucapnya polos."
"Kakak hati hati di jalan ya kak "pesan Dara tersenyum manis."
"Iya de,kamu juga langsung istirahat ya biar lelahmu terobati "ucap Rendy tersenyum manis."
Dara melangkah masuk gang,sementara Rendy masih terpaku menatap punggung Dara yang semakin lama semakin tak terlihat .
Setelah Dara benar benar menghilang dari pandangan mata.Barulah Rendy melajukan mobilnya menuju arah pulang.
"Setyo,bagaimana cara mengungkapkan rasa hati kakak ke Dara??Sampai sekarang kakak belum berani mengungkapkannya.Dan sangat takut mendapatkan penolakan darinya "gerutunya sembari melajukan mobilnya."
🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡
Hay ka,mmpir karya remahan author yang sudah tamat yuk..
__ADS_1