Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.10


__ADS_3

Sepanjang


perjalanan di dalam mobil, Lovely hanya diam saja. Menyandarkan kepala nya di


jok belakang, semilir air mata masih menggenangi wajah nya.


Hening


menguasai kedua nya, tak ada yang mau membuka obrolan hingga akhirnya mereka


pun sampai di kediaman Rani.


Dengan cepat


Lovely mengusap air mata nya, tenggorokan nya serasa kering. Dia berdehem


sebentar untuk menormalkan kembali suara nya. Setelah menangis pasti suara nya


akan serak.


"Kita


sudah sampai nona.." Ars turun untuk membukakan pintu mobil.


"Terimakasih


tuan Ars.."


Ars


mengangguk lalu kembali menutup pintu mobil nya, "Nanti malam jam 7 saya


akan datang untuk menjemput nona."


"Baiklah,


tuan.."


Keduanya


saling memberi bow, "Hati-hati di jalan tuan.." seru Lovely sembari


melangkah masuk ke dalam meninggalkan Ars.


Pria itu


tersenyum, merasa seperti jika gadis itu sangat cocok untuk tuan muda Sagaara.


Sifat kedua nya saling bertolak belakang, pasti di setiap hari nya akan terjadi


suguhan drama yang menarik. Membayangkan nya saja sudah membuat Ars tersenyum.


Merasa lucu dengan ekspektasi nya.


***


Lovely baru


saja menginjakan kaki nya di dalam kamar, segera dia merebahkan tubuh nya di


atas ranjang.


Menggeliat

__ADS_1


sejenak, lalu menggulingkan badan nya kesana kemari. "Aaaa!!! Aduh,


sakit-sakit.." tadi diri nya jatuh ke lantai setelah di dorong oleh tuan


Gaara, "Dasar pria kasar, baru kali ini aku bertemu dengan manusia seperti


itu!"


Beep..


beep.. beep..


Hp nya


berdering, telefon masuk dari kak Damian.


"Hallo


kak Damian?" seru Lovely dengan bahagia.


"Lovely


apa kabarmu, maaf ya kakak baru bisa menghubungi mu.."


"Tidak


apa-apa kak, aku tahu kalau kakak pasti sangat sibuk."


"Sore


ini kakak baru tiba di kota, perjalanan dinas ini sungguh membuatku lelah.


Nanti malam ayo kita makan bersama di luar.."


Lovely


muda.


"Hallo,


Lovely kenapa kau diam?"


"Em,


kak Damian maaf untuk acara nanti malam Lovely tidak bisa ikut. Soalnya Lovely


sudah punya janji dengan orang lain."


"Wah,


wah, ternyata adik kakak yang cantik ini sudah besar ya.. siapa orang itu,


apakah pria.. atau wanita? Kenapa kau tidak mengenalkan nya kepada kakak?"


"Haha..


itu rahasia, kak sudah dulu ya Lovely lapar.."


"Emh ya


baiklah, jaga kesehatanmu baik-baik.. oh ya kakak sudah mentransfer uang ke


rekening mu, coba kau cek ya.."

__ADS_1


"Baik


kak Damian, terimakasih kakak ku sayang, muah!"


Suara lelaki


hangat yang di panggil kakak barusan, sudah membuat nya jauh lebih tenang dan


merasa lebih baik.


Lovely duduk


di atas ranjang, mengayunkan kedua tangan nya ke udara seolah sedang menarik


urat-urat dan meregangkan otot nya yang kaku.


"Semangat


Lovely, ingat jika kau tidak hidup sendirian di dunia ini.. kau memiliki banyak


cinta dari orang-orang yang menyayangimu."


Suara


ketukan dari luar pintu kamar Lovely terdengar nyaring, "Lovely ini aku,


kau sudah pulang?"


"Rani?


Iya tunggu sebentar.."


Saat Lovely


masuk ke kamar nya tadi, diri nya mengunci pintu kamar agar tak di ganggu hanya


untuk sejenak saja.


Pintu kamar


pun terbuka, "Rani, masuklah.." senyum nya mengembang di kedua sudut


bibir nya.


"Lovely,


ayo ceritakan kepada ku.. bagaimana pertemuan nya tadi dengan tuan muda?"


Lovely


menggeleng sembari mengibaskan tangan nya ke kanan dan ke kiri, "Dia jauh


lebih menyebalkan dari apa yang ku bayangkan!" geram.


"Hah,


benarkah?" Lovely mengangguk, "Ayo ceritakan dengan detail."


Rani mulai menuntut.


"Tidak


ada yang istimewa dari pertemuan kami.."

__ADS_1


 


__ADS_2