
Sepanjang perjalanan dengan di temani musik My Love dari group band legendaris Westlife itu, menemani mereka.
Pak An yang mengemudikan mobilnya pun terlihat begitu menikmati suasana nya.
"Pak An, singgah di toko depan.."
"Baik tuan muda.."
Pak An segera memarkirkan mobilnya di depan toko, mengingat mereka hanya singgah sebentar jadi tak perlu berhenti di garasi.
Usai memilih kado untuk ulang tahun daddy, mereka berdua pun segera masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.
***
Setengah jam kemudian mereka pun sampai di rumah elit keluarga bangsawan Tristan Angga Wijaya.
Banyak juga tamu kolega serta rekan kerja Global Group yang datang, bahkan tak salah-salah lagi ada yang sampai membawa anak perempuannya.
Bermaksud untuk memperkenalkan nya kepada tuan muda Sagaara, entah karena ketidak tahuan mereka mengenai pernikahan tuan muda atau apalah itu sehingga membuat nyali mereka berani melakukan hal-hal yang seperti itu.
Gaara yang berjalan dengan menggandeng tangan sang istri, dia hanya melewati para petinggi perusahaan dengan wajah datar nan dingin nya.
Sorot mata dingin yang sepertinya sedang melempar sebuah ancaman kepada orang-orang tertentu.
"Hei lihat, itu tuan Sagaara!!" seru seorang wanita memberitahukan teman lainnya.
__ADS_1
"Mana, mana, waah tampannya kyaaaaa..." seolah jantung hati mereka siap melompat hingga menjerit kegirangan.
"Kenapa kalian begitu berisik?" seru Keanu lalu meneguk anggur dari slokinya.
"Waaah.. bukan kah itu tuan Kean?"
"Hm, hm, benar.. tuan Kean dan tuan Sagaara mereka saudara sepupu.."
Kean tersenyum, meletakan sloki itu kembali ke atas meja lalu mendekati para wanita.
"Jangan mengganggu pria yang sudah menikah, atau pria itu akan memangsa kalian."
---
Gaara dan Vely kini sedang berdiri di dekat mommy dan daddy, "Daddy, selamat ulang tahun maaf karena sebelumnya tidak ada persiapan.." imbuh Vely membuka suara.
Obrolan hangat itu masih berlanjut, hingga rasa haus menyerang kerongkongan Vely.
"Daddy, aku kesana dulu.." menunjuk meja yang berisi minuman.
Lalu para pelayan bagaimana? Rupa-rupanya mereka semua sedang sibuk jadi Vely pergi untuk mengambilnya sendiri.
Baru saja Vely meneguk setengah juice orange, tiba-tiba saja seorang wanita datang dari arah samping dan menabrak bahunya.
"Emh!" juice itu tumpah mengotori gaun putih Vely.
__ADS_1
"Kau punya mata atau tidak?" mendorong Vely membuatnya terhuyung kebelakang dan secara otomatis membuat gelas berisi itu tumpah serentak.
Insiden itu menjadi tontonan menarik para tamu undangan.
"Kenapa kau mendorong ku, nona?"
"Sudah lihat aku mau lewat, tapi kenapa kau malah menghalangiku?! Dasar perempuan sialan!"
Vely memejamkan erat kedua matanya, namun beruntung sekali sebelum tangan wanita itu melayang di wajah Vely, dari samping tuan muda Sagaara mencengkramnya.
Tu- tuan Sagaara?!
Cengkraman tangannya menguat, "Wanita sepertimu bisa-bisanya mengatai istriku perempuan sialan?" menaikan satu alisnya, emosinya tak bisa di bendung dan.. plak!
Pria itu mudah sekali ringan tangan jika ada yang berani menyentuh apalagi menyakiti istrinya.
"Aaarrgghh!!"
Tamparan pertama tuan muda membuatnya langsung tersungkur di lantai, dengan sudut bibir nya yang berdarah.
Vely yang merasa iba serta kasihan pun langsung mengambil sikap, "Sayang, ku mohon hentikan.." menggeleng, "Jangan melakukan itu.."
"Ars?" suara dingin dan datarnya telah memanggil seorang pria yang tak kenal ampun itu.
Ars yang berdiri di dekat nya pun mengangguk, lalu mendekat. "Iya tuan.."
__ADS_1
"Kau urus sisanya.. "