
Ars segera melajukan mobilnya menuju toko bunga XX seperti yang di katakan oleh tuan mudanya tadi siang.
Mengingat hari sudah sore, dia berencana untuk mengajak Liora makan malam di luar.
Setelah sampai di toko bunga, Ars turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam bangunan itu.
"Selamat sore tuan.. ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan toko.
"Bunga.."
"Silahkan tuan.." tangannya bergerak menunjuk ke deretan bunga yang begitu indah.
Ars menatap bunga-bunga itu dan bingung memilih yang mana, Tuan muda bilang bunga mawar.. Ars masih berjalan mengelilingi mencari mawar yang di maksud taun muda.
Namun dia menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan bunga Camelia, bentuknya sih hampir sama seperti mawar mungkin itu yang menyebabkan praduga di dalam dirinya.
Pelayan yang mengikutinya tadi, bertanya. "Tuan sudah memutuskan ingin membeli bunga yang mana?"
"Mawar." telunjuknya terarah ke bunga Camelia.
Mawar? Bahkan pelayan itu saja bingung di buatnya, "Maaf tuan, yang itu namanya bunga Camelia.. bukan Mawar -"
"Mawar!" dia tetap bersikeras mengatakannya bunga Mawar, bahkan dia juga mendelik ngotot.
Ah sudahlah, ok kan saja.. pembeli kan raja jadi selama dia membayar maka layani lah.
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
"Mm.. iya baiklah tuan, sepertinya saya yang salah lihat.. tuan ingin berapa?"
"Satu buket penuh.. dan hias lah dengan rapih.."
Pelayan mengangguk, "Baik tuan, mohon untuk menunggu sebentar.." dia menggerakan tangannya ke arah sofa, meminta Ars untuk duduk di sana.
"Hm.."
Pelayan itu segera membuatkannya buket bunga Camelia yang di anggap Mawar oleh sekretaris Ars.. yah setidaknya bukan bunga kamboja atau kantil ya haha 🙈
__ADS_1
"Tuan, sudah selesai.."
"Berapa?"
"150.000 tuan."
Selesai melakukan transaksi Ars segera pergi menuju toko perhiasan.
***
Di toko itu ia terlihat bingung karena ada banyak cincin yang berjejer di dalam elatase.
"Selamat sore tuan, selamat datang di toko kami.. ada yang bisa kami bantu?"
"Aku mau membeli cincin.."
"Baik, silahkan di lihat-lihat dulu.."
Ars mendekat dan menatap satu persatu cincin mewah itu.
"Aaa untuk istri anda ya.."
Ars menggeleng, wajahnya sudah semerah itu, "Bukan.. tapi untuk adikku.." bohong!
"Wah, benarkah.." pelayan toko mengambilkannya sebuah cincin bermata berlian tiga, "Yang ini bagaimana? Desainnya sangat elegan dan mewah.."
Ars mengangguk, "Bisa kau keluarkan sebentar, aku ingin melihatnya.."
Pelayan mengeluarkan cincin berlian itu, ternyata Ars menyukainya.
"Aku mau cincin yang ini.."
"Ukurannya?"
"Ukuran.." Ars seharusnya kau bertanya dulu pada Liora berapa ukuran cincinnya. "Tidak tahu.. pokoknya bungkus kan saja.."
"Tapi tuan, ketentuan dari toko kami barang yang sudah di beli, tidak bisa di tukar.."
__ADS_1
"Aku punya banyak uang.."
Ars sayang ku, cinta ku.. ini bukan perihal banyak atau tidaknya uang mu.. tapi soal ukuran cincinnya 😂
"Cepat bungkus!" Ars sudah mulai kesal karena menunggu terlalu lama.
"I- iya baiklah.." pelayan pun segera membungkus kan nya, tak lupa juga ia menyertakan surat-surat nya. "Tuan bisa segera membayarnya langsung di kasir. Setelah itu baru bisa mengambil cincinnya disini."
"Hm.."
Totalan sebuah barang cincin berlian tiga, cukup menguras isi ATM nya.
Tapi ya sudahlah, yang penting dua benda itu sudah terpenuhi.
***
Keluar dari toko Ars pun segera masuk ke dalam mobil, memakai sabuk pengamannya dan diam.
"Ayo pergi makan malam.." pesan terkirim.
Beberapa menit kemudian..
"Kenapa kau mengajak ku makan malam?"
Ars, dia malah mengirimkan nya pada tuan Sagaara.
"Saya malu tuan, apakah kalimat tadi sudah benar?"
"Kirim saja padanya, dia akan suka."
"Jika tidak?"
"Kau belum mencobanya.."
"Tapi tuan belum memberikan saya panduan untuk kencan.."
"😠😠😠"
__ADS_1