Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.82


__ADS_3

Tolong votte nya dong kencengin, bantu masuk rangking karya baru yaaaa 🥺🥺🥺


###


Hari ini secara diam-diam Vely pergi ke rumah sakit tanpa sepengetahuan Gaara, untuk alasan cukup dia dan Nan yang tahu.


Begitu juga saat di rumah sakit dan bertemu dengan dokter Hamish.


"Nona, kenapa anda ada di sini? Di mana tuan muda.. kenapa anda sendirian?" Hamish yang sudah mengeluarkan hp, mungkin mau menelefon Gaara.


Tangan Vely bergerak meraih hp nya, "Dokter Hamish, ku mohon jangan memberitahukan nya.. aku sangat ingin memberinya seorang anak.."


"Apakah aku salah?" lanjut Vely dengan tatapan tak biasa.



"Nona juga tahu seperti apa sifat tuan muda Sagaara, kan? Dia paling benci jika ada yang melakukan sesuatu tanpa izin darinya.. dia bisa saja memenggal kepala kami -" Hamish terkejut memundurkan langkahnya saat Vely berlutut di kakinya.


"Astaga nona! Apa yang nona lakukan, cepat bangun!" imbuh Hamish.


"Aku tidak akan bangun sebelum dokter Hamish membantuku.."


"Nona sadarlah, tindakan nona bisa membahayakan kami.."


Vely mengeluarkan belati yang entah kapan dia menyiapkannya, "Baiklah jika kau tak mau membantu ku!"


"Nona!!"


Belati itu hampir menyayat urat nadinya jika sedikit saja Hamish tak cepat bergerak.


"Baiklah, baiklah.. saya akan membantu nona.. tapi sebelum itu saya mohon berdirilah nona.."


Rencana dan negoisasi pun berhasil, Hamish membawa Vely ke rungan Kikan memintanya untuk melepaskan alat kontrasepsi itu.


Sebelumnya Kikan ingin Vely menandatangani surat pernyataan terlebih dahulu.


Entah apa yang di lakukan nya hari ini adalah tindakan yang benar atau tidak, karena Vely hanya ingin satu hal yaitu memiliki seorang anak dari Gaara.

__ADS_1


Akhirnya spiral itu pun berhasil di keluarkan meskipun agak sedikit sakit, tapi tak masalah jika hal itu akan membuahkan hasil yang manis.


"Setelah ini nona perlu banyak beristirahat, memakan makanan yang bergizi, konsumsi vitamin, serta nutrisi yang baik. Semua itu bisa di dapatkan dari makanan 4 sehat 5 sempurna."


"Baik dokter Kikan, saya mengerti.."


***


Sebelum tuan Sagaara pulang, Vely sudah harus sampai terlebih dahulu di vila.


"Nona sudah pulang, syukurlah.. saya sangat khawatir jika tuan yang pulang terlebih dahulu."


"Terimakasih atas bantuan mu Nan.."


Usai makan siang Vely menapaki anak tangga menuju kamarnya di lantai 2, selang beberapa menit ternyata Gaara pulang.


"Selamat siang, tuan.."


"Nan, dimana istriku?"



"Hari ini dia tidak pergi kemana-mana kan?"


"Iya tuan, nona seharian berada di rumah.."


"Hm, baguslah.."


Gaara juga ikut menyusul istrinya ke lantai 2, membuka pintu kamar ternyata Vely sedang duduk menonton tv.


"Sayang?"


Vely menoleh ke sumber suara, "Kau sudah pulang?" berlari kecil lalu menghambur diri ke pelukannya. "Aku merindukan mu.."


"Aku lebih merindukan mu.."


__ADS_1


"Ayo kita jalan-jalan, kau pasti bosan berdiam diri di sini kan?"


Vely mengangguk senang, "Aku ganti baju dulu.."


"Tidak usah, begini saja kau sudah cantik.. ayo, Ars sudah menunggu di bawah.."


Sekali lagi Vely memeluk suaminya, "Aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. aku mencintaimu.."


Gaara mengelus lembut kepalanya, "Ya, aku tahu itu.." lalu mengangkat dagu Vely, Gaara menabrakkan bibirnya di bibir ranum seorang Vely.


.....


Jalan-jalan seperti ini memang menyenangkan, di tambah lagi suasana taman kota yang begitu asri.


Hm.. haaaaah.. Vely menghela udara segar dari mulutnya.


"Kau suka?" seru Gaara.


"Ya, indah sekali.." Eh..


Ada anak perempuan kecil yang berlari-lari kemudian jatuh tersungkur di hadapan mereka lalu menangis.


"Sayang jangan menangis ya.. cup.. cup.." Vely membantunya berdiri. Dia menggendongnya sekilas membuat Gaara senang, jantungnya berdebar bahagia tapi sesaat senyum tipis di bibirnya hilang saat ingat penjelasan dokter Kikan.


Wajahnya mendadak dingin, "Turunkan dia, tidak perlu menggendongnya.."


Kenapa dia begitu dingin?


Vely menuruti apa yang di katakan Gaara, dan tak lama kemudian ibu dari anak itu datang.


"Ah.. tu- tuan muda Sagaara.." memberi bow berkali-kali, "Tolong maafkan anak saya yang telah mengganggu tuan dan nona.."


"Tidak kok, tolong jangan mengatakan hal itu.."


"Ayo!" tandas Gaara menatap tak suka pada anak kecil yang baru saja di turunkan Vely.


Anak sekecil itu mendapatkan tatapan buas seorang Gaara, huaaaaa.. menangis, menangis, menangis, 😂

__ADS_1


__ADS_2