Contract Marriage

Contract Marriage
Kencan (2)


__ADS_3

Rasa kesal yang menumpuk di dada membuat wajah tuan muda benar-benar masam.


"Tuan, aku mencari topi yang seperti ini.."


memperlihatkan gambar yang ada di galeri hpnya.


"Oh yang seperti ini, kami punya tapi warna yang tersisa hanya pink saja nona.."


Pink? Hehe.. habislah kau tuan muda, nikmati saja pembalasan dendam ku.


"Bagaimana nona, apakah masih ingin beli?"


Vely mengangguk, "Ya aku mau, berikan padaku satu."


Siang ini uang yang terbelanja kan sudah habis 45.000, hanya untuk sebuah topi.


"Ada lagi, nona?"


"Tidak tuan, ini saja terimakasih.."


Mengira tuan muda sudah pulang, nyatanya tidak. Pria itu sedang duduk menungguinya.


"Aah sayang, ku kira kau sudah pulang."


"Pulang? Kau fikir aku akan membiarkan mu bertemu dengan pria lain?"


Duh, masih saja cemburuan.


"Apa yang kau beli?"


Vely pun ikut duduk disebelah sang suami tersayang, "Pakai ini sayang?"


"Apa? Bagaimana mungkin aku memakai topi dengan warna senorak itu?" kesal.

__ADS_1


"Aih sayang ayolah.. ini juga salah satu tantangan untuk mu.. kalau tidak mau ya sudah, aku akan memberikannya pada orang lain saja -"


"Kemarikan!" tangannya merampas topi pink itu, membuat kedua sudut bibir Vely terangkat tipis. Dengan cepat Sagaara memakainya, "Puas!!"


"Suamiku memang yang paling tampan.." tangannya bergerak, menurunkan topi itu hingga hampir menutupi kedua mata Sagaara.


"Aku tidak bisa melihat apa pun jika mata ku tertutup.."


"Hehe.. ayo.."


Mereka pun memulai petualangan nya di siang ini.


"Hei kau, kenapa juga aku harus memakai topi ini?"


"Karena mereka akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya.. aku tidak ingin kencan kita terusik."


"Alasan!"


"Tidak percaya?" matanya berbinar sedih menatap manik hitam Sagaara.


"Sayang aku mau beli baju.." menyodorkan uang 50.000.


"Apa?" keningnya berkerut, dia menatap heran pada uang itu dan juga Vely yang tersenyum secara bergantian.


"Iya, belikan aku baju.. ingat ya sayang harganya tidak boleh lebih dari 50.000. Jika ada kembaliannya, ambil untukmu saja.."


"Lovely, sepertinya kau terlalu banyak mendapatkan cinta dari ku ya?"


"aaaa sayang lihatlah, baju yang ingin ku beli mau di ambil orang.."


Benar saja saat Sagaara menoleh ke arah yang di tunjuk sang istri, dia melihat ibu-ibu yang sedang menyetuh baju.


Buru-buru dia melangkah, "Berikan baju itu padaku.."

__ADS_1


Wanita yang melihatnya pun mencoba untuk menahan tawa.


Pft..


"Apa yang sedang kau tertawakan? Cepat berikan baju itu padaku.." tangannya menggantung di udara, "Tidak dengar?"


"Memangnya siapa kau?" wanita itu mencoba untuk memperhatikan wajah yang tak terlalu jelas terlihat karena tertutup topi.


Karena suasananya yang hampir memanas, Vely segera menengahi mereka.


"Bibi, tolong maafkan dia.. dan tolong jangan di ambil hati semua perkataannya ya.." menatap Sagaara, "Ayo cepat minta maaf."


What?!


Sagaara mendelik kan matanya.


"Tidak apa-apa nona, santai saja.. ini ambilah bajunya.."


"Aa tidak apa-apa, untuk bibi saja.. aku masih bisa memilih baju yang lainnya. Ayo.."


Tuan muda yang sudah geram itupun masih berusaha untuk menyimpan emosinya. Dia akan melampiaskan nya nanti malam.


Mereka berjalan menuju manekin di depan, "Sayang bagaimana menurutmu dengan baju yang ini?"


"Terlalu pendek.. yang lainnya saja."


"Hm, yang ini?"


Jawabannya masih sama.


"Ini, ini, ini.."


"Tidak, tidak, tidak!"

__ADS_1


.....


Bersambung.


__ADS_2