Contract Marriage

Contract Marriage
Kamu Satu Selamanya


__ADS_3

Usai peresmian Milan, Sagaara mengajak Lovely jalan-jalan santai melihat bangunan yang baru saja di resmikan ini.


 


"Sayang bolehkah aku bertanya?" ucap Vely sembari menghentikan langkah kakinya dan memilih untuk duduk di sebuah kursi.


 


Di samping kursi itu sudah berdiri lampu temaram, Sagaara juga ikut mendudukkan tubuhnya.


 


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


 


"Sejak kapan kau menyiapkan proyek ini?"


 


Sagaara mengusap pucuk kepala Vely lalu menarik ujung rambutnya menciumi aroma shampoo yang wangi.


 


"Sejak aku jatuh cinta padamu.."


 


"Benarkah, kapan?"


 


"Apakah pertanyaan itu penting?"


 


Vely terdiam.


 


"Sejak kapan aku bahkan tak bisa memastikan waktunya, tapi itu semua tak mengubah kenyataan yang ada, bahwa aku adalah suamimu." Sagaara merangkul bahu Vely dengan satu tangannya mengelus perut buncitnya, "Terimakasih karena kau selalu setia kepadaku.. sayang.." lalu Sagaara mendaratkan ciumannya di pipi tembem itu.


 


💐💐💐💐💐


 


Sementara itu Ars dan Liora sudah pulang terlebih dahulu, mereka berada di dalam rumah Ars.


 


Bangunan yang cukup besar itu terasa seperti tak memiliki kehidupan di dalamnya, maklumi sajalah toh sipemilik rumah ini juga seperti mayat hidup.


 


Mereka duduk berdekatan di atas sofa ruang tamu, pelayan datang dengan membawakan dua cangkir teh hangat.

__ADS_1


 


Dengan sopan ia meletakannya di atas meja, "Silahkan di minum tuan, nona.."


 


"Terimakasih pelayan.." seru Liora yang juga memberikannya sebuah senyuman.


 


Duduk berduaan seperti ini benar-benar sudah seperti tontonan bioskop dengan harga tiket yang super mahal.


 


Pasalnya taun Arsya tak sekalipun pernah membawa seorang wanita pulang ke rumah.


 


Beberapa pelayan wanita itu mengintip kencan kaku mereka dari balik tembok.


 


"Tundukan sedikit kepalamu, aku tidak bisa melihatnya..." bisik pelayan Loan kepada rekan kerjanya.


 


"Haish.. diamlah jangan berisik.. atau tuan akan mendengarnya."


 


"Hei lihat lah itu.. kenapa tuan Ars terlihat ragu-ragu?" mereka melihat tangan Ars yang mencoba untuk merangkul bahu Liora, tapi malu-malu.


 


 


"Ssstt!! Jangan berisik."


 


Dasar dua pelayan tak punya pekerjaan, senang sekali mengintip kencan tuan Ars.


 


💐💐💐💐💐


 


Kembali ke lokasi tadi dimana Sagaara dan Vely sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk pulang.


 


"Sayang, apakah sekretaris Ars dan Liora berpacaran?"


 


Sagaara menggedikan bahunya, "Tidak tahu.. mungkin saja."

__ADS_1


 


Hm.. Sagaara kau memang pria yang bisa menepati janji mu 🤭


 


Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju vila.


 


Sepanjang perjalanan mereka di temani lagu Make It Right milik BTS yang fenomenal itu.


 


"Kenapa kau suka sekali lagu korea?" tanya Sagaara sembari menarik tuas mobilnya.


 


"Aku kan ARMY.. Fans garis keras nya BTS."


 


Sagaara hanya menggeleng sambil tersenyum, "Lebih tampan mana aku dan BTS?"


 


"J-Hope tampan, V tampan, Joongkok tampan, Jimin tampan, Jin tampan, Suga tampan, dan Namjoon juga tampan.. mereka semua tampan tetapi tentu saja suamiku yang tertampan di antara mereka bertujuh."


 


"Hm!" kesal, "Seharusnya kau menjawab hanya suamiku yang tampan. Tidak perlu sampai kau menyebut nama mereka satu persatu seperti itu."


 


Aaa.. tuan muda sudah cemburu.


 


"Sayang aku kan hanya seorang ARMY yang tak mungkin bisa pergi menonton konser mereka.. jadi aku hanya ARMY modal kuota."


 


"Alasan!"


 


"Kau marah?" mencubit pelan pipi Sagaara, "Maafkan aku sayang, tapi benar hanya dirimu yang paling tampan.. suamiku, kamu satu selamanya.."


 


Padahal si tuan muda itu sudah menahan senyumnya sejak tadi.


 


💐💐💐💐💐💐


 

__ADS_1


Aku mau nanya, apakah kalian siap dengan adegan kemunculan Rani setelah ini?


__ADS_2