Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.94


__ADS_3

Ars menatap Liora dalam diam, Kenapa jadi berbeda saat tuan bersama dengan nona?


Suasananya jadi canggung sekali.


Duh, dia ini kenapa sih? Tadi memanggil ku.. sekarang malah mendiamkan ku! "Tuan?" seru Liora.


Ah, sialan! "Pergilah, aku melupakan sesuatu -" beranjak dari duduknya dan melangkah ke meja.


Huuu... sekretaris Ars, kenapa kau malah jadi se salting itu sih?


Dasar tidak jelas! "Mm.. baiklah, saya permisi dulu.." mengangguk hormat dan segera keluar dari ruangan.


Sepeninggal Liora dari hadapannya, Ars tak habis-habisnya merutuki sikap bodohnya. Dia menganggap bahwa dirinya sudah gila.


***


Makan malam di rumah orangtua, Sagaara dan istrinya baru saja muncul di ruang makan.


"Selamat malam mommy, daddy.." ucap Vely seraya menarik kusri untuk dia duduki.


"Selamat malam, Vely sayang bagaimana apakah sudah ada tanda-tanda kehamilan -"


Sagaara yang mendengarnya pun langsung memotong, "Mom, jangan ikut campur!!" suaranya terdengar keras seperti sedang membentak.


"Sagaara jaga ucapan mu, begitukah caramu berbicara kepada mommy yang sudah melahirkan mu, hah?" hardik daddy membalas putranya.


Cih! Nafsu makan ku jadi hilang, "Ayo kita pergi!" Sagaara menarik Vely dan membawanya pulang ke vila.


"Sayang, tapi mommy sudah menyiapkan makan malam untuk kita."


"Kita bisa makan di luar!"


"Sayang lepaskan tanganku, sakit!"

__ADS_1


Tangan Sagaara membuka pintu mobil, "Masuk.."


***


Mobil yang di kemudikan Sagaara melaju dengan kecepatan tinggi, entah mengapa setiap kali dirinya mendengar kata hamil membuat sensitivitas nya tak stabil.


Dia langsung terpancing emosi saat mendengarnya, apakah dirinya se-takut itu?


Sagaara memarkirkan mobilnya di sebuah restauran elit, "Ayo turun, kita makan dulu.. setelah itu baru kita melanjutkan perjalanannya.."


"Iya.."


...


Sepasang suami istri itu duduk saling berhadapan di satu meja.



"E- emh, iya sayang.. kau juga harus makan yang banyak.."


Makan malam berdua dengan suasananya yang sedikit canggung, mendadak Vely kembali memikirkan apakah sebaiknya dia jujur saja?


Jujur mengatakan jika dirinya sudah seminggu yang lalu melepaskan alat kontra sepsinya? Ah, tidak bisa!


Jika tuan muda Sagaara mengetahui nya, entah apa yang akan terjadi pada dokter Hamish dan rumah sakit itu.


Sejak tadi Vely terus memandangi suaminya dengan tatapan mata tak biasa.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa yang sudah kau sembunyikan dari ku?"


Vely menggeleng, mencoba menutupi kegugupannya.


"Tidak ada sayang, aku hanya mencemaskan mommy saja.."

__ADS_1


"Tidak perlu mencemaskan nya, cepat habiskan makanan mu.."


***


Selepas makan malam setengah jam yang lalu, sekarang mereka sudah berada di dalam vila.


Setelah berganti piyama tidur, Sagaara duduk di tepi ranjang, meregangkan tubuhnya. Urat serta otot tubuhnya seperti berbunyi.


"Aaah..."


Kemudian Vely mendekat dan berbaring, menarik selimut hingga menutupi dada.


"Sayang.."


"Hm?"


"Aku tidur duluan ya, pengaruh menstruasi membuat tubuhku jadi cepat lelah."


Sagaara pun ikut berbaring, dia memiringkan tubuhnya dengan lengan kekarnya ia taruh di atas perut sang istri.


Tangannya mulai menyusup kedalam piyama, hampir saja meremas jika Vely tak bertindak cepat.


"Sayang jangan, nanti saja.. masih tersisa 4 hari lagi.."


"Hufrft.. menunggu adalah hal yang sangat ku benci, kau tahu itu kan?"


"Hanya 4 hari saja sayang, bersabarlah. bukankah kesabaran itu akan berbuah manis?"


Sagaara mengehela nafas dengan jengah.


###


udah 7 bab ni, gak jadi up di malam hari.. moga suka, and jangan bandingkan novel saya dengan novel manapun yaaa...

__ADS_1


__ADS_2