Contract Marriage

Contract Marriage
Norak


__ADS_3

Oh tidak! Hei tuan muda ingat ya semalam kau sudah menggagahinya dengan begitu mengagumkan.


"Sayang, aku lapar.."


Sagaara menggeleng, dia menusuk pelan pipi Vely, "Lalu setelah kenyang?"


"Ayo kita jalan-jalan.."


"Hei.." menggoyangkan dagu Vely, "Kau sedang di hukum.. makan saja Nan yang membawanya kemari, apalagi kau mau jalan-jalan? Hmph, jangan mimpi."


"Tapi sayang aku mau jalan-jalan, ayo.." mulai lagi sikap manja Vely, dia menjejakan kakinya di lantai bahkan mau menangis.


"Tidak boleh, kau sedang menjalani hukuman mu selama 3 hari!"


"Emm..." merengek, "Ayo jalan-jalan.."


"Tidak, Vely jangan membuatku untuk mengulangi kata-kata ku!"


Vely membuang pandangan matanya ke arah lain dengan menggigit kecil bibirnya, air matanya sudah mulai merembes di kedua sudut mata.


Sagaara mengusapnya, "Baiklah, kita akan jalan-jalan keluar.. tapi kau tak boleh bicara pada siapa pun selain diriku.." mencium pipi chubby Vely, "Sudah ya jangan menangis lagi.."


Vely yang mendengarnya pun segera mengangguk, "Emh.."


***


Selepas sarapan mereka berdua keluar vila dan masuk ke dalam mobil yang sudah di panasi.


"Sayang kita ke time square ya.."

__ADS_1


"Kau ini mau jalan-jalan, atau pergi belanja?"


memasukan gigi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Jalan-jalan, sambil lihat-lihat orang.."


"Ck! Untuk apa kau melihat orang, cukup aku saja yang kau lihat tidak boleh orang lain."


"Iya, iya.."


Keramaian jalan di pagi hari membuat suasana di jalan raya ramai, perjalanan mereka di temani musik klasik yang menenangkan.


Menempuh waktu satu jam akhirnya sampai juga di time square, Sagaara melepaskan sabuk pengaman Vely.


"Ayo turun.."


"Iya sayang.."


"Setiap bulan aku men transfer uang ke rekening mu, kenapa tidak kau gunakan?"


"Ah sayang jangan pelit padaku, uang bulanan istri.. itu berbeda dengan uang jajan dan belanja istri."


"Hah?" sejak kapan istriku ini jadi matre?


Vely menarik lengan baju suaminya, "Sayang, mana?"


"Astaga.. istriku, istriku.." Sagaara mengeluarkan kartu black nya, "Pakai ini saja karena aku tidak punya uang cash."


"Kenapa tuan muda tidak punya uang cash?"

__ADS_1


"Kau ini banyak bicara, mau atau tidak?"


"Ya aku mau.."


Masuk ke dalam bangunan mewah nan besar yang memang selalu ramai di kunjungi, "Sayang aku mau beli baju.."


"Hm, beli saja.."


Sudah dapat persetujuan dan mulailah Vely dengan rencananya, dia masuk ke dalam sebuah toko yang menjual switer pria.


"Permisi tuan saya mencari switer pria dengan warna pink, seperti yang di miliki Kim Seok Jin itu.."


"Wah kebetulan sekali nona, switer itu memang sedang laris manis.. sebentar saya ambilkan."


Wah, senangnya bisa membeli switer yang sama seperti orang ganteng yang di nobatkan sebagai WWH.


Tapi entahlah, apakah Sagaara mau memakainya atau tidak? Terlebih lagi dia itu pria yang benci warna pink.


Jadi tuan muda, bersabarlah. Kau sudah menghukumnya kan? Nah, sekarang gantian dia yang akan menghukum mu.


"Nona ini switer yang anda cari."


Manik coklat itu berbinar senang, "Bungkuskan.."


"Baik, nona.."


Beberapa menit kemudian..


"Nona, ini sudah selesai."

__ADS_1


"Aku bayar pakai ini saja." Vely mengeluarkan kartu black yang tadi di berikan Sagaara.


Wah kartu yang hanya di miliki orang-orang tertentu saja, tak ku sangka nona ini akan menggunakannya untuk berbelanja di toko kami. Senang ~


__ADS_2