
Malam bertabur kebahagiaan itu menjadi pelipur rindu bagi seorang Lovely, mereka sudah duduk di kursi masing-masing dan bersiap untuk menyantap makan malam selepas menikmati kue ulangtahunnya tadi.
"Mommy, daddy, semuanya terimakasih.."
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian sayang."
"Terimakasih mom.." sahut Sagaara, "Ayo nikmati makan malamnya.."
💐💐💐💐💐
Selepas makan malam merekapun kembali ketempat asalnya masing-masing.
Ars melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tak sendirian. Disampingnya Liora duduk dengan manis sembari merapihkan rambutnya ke belakang telinga.
"Sayang?" seru Liora.
"Ya?"
"Kita singgah sebentar ya di toko XX.."
"Kau ingin membeli sesuatu?"
"Iya, aku tadi tidak tahu jika kita datang ke vila untuk merayakan ulangtahun nona dan tidak membawa hadiah."
Ars tersenyum, "Kau bahkan sampai memikirkannya?"
"Hehe.."
__ADS_1
Mobil itu pun menepi, siapa yang akan menyangka jika Ars akan bertemu dengan wanita ular.
Mereka bertemu di sebuah etalase barang, dengan genitnya dia mencoba menggoda Ars.
"Tak ku sangka kita bisa bertemu di tempat ini.."
Liora yang mendengarnya secara langsung pun menatap heran pada Ars, sorot matanya seolah sedang bertanya Siapa?
"Menjauh!" peringatan Ars untuk Liora, "Kembalilah ke mobil, lain kali saja kita membeli hadiahnya.."
Saat Liora mau membuka suara, saat itu juga Ars menatap dingin padanya dan membuat kekasihnya sendiri menelan.
Sekarang hanya ada Rani dan Ars yang sedang duduk di sebuah kursi sudut ruangan, "Kau merindukan ku?" goda Rani, lalu terkekeh.. "Wajah seperti apa itu yang kau perlihatkan padaku?"
"Apa mau mu?"
"Jangan mencoba menyentuhnya, kau tak mengenal tuan muda Sagaara.. atau pun diriku.."
"Haha.." Rani bahkan terbahak, "Kalian juga tak mengenalku.."
Ars mengernyit.
"Karena Sagaara itu, aku menjadi wanita pemuas ranjang.. betapa tersiksanya diriku.." Rani memperlihatkan bekss luka di pundaknya, selama menjadi wanita seorang Rian.. dia mengalami kekerasan.
"Itu terjadi karena ulahmu. Kau yang memperalat saudarimu sendiri demi dendam atau apa pun itu. Tuan muda memang pantas mendapatkan kebahagiannya bersama nona Lovely."
__ADS_1
Rani kesal, dia menggebrak meja dengan kuat.
"Jangan membela wanita sialan itu, aku akan menghancurkannya! Akan ku rebut semua kebahagiaan ku yang telah ia renggut! Sagaara hanya milikku seorang!"
Ars terbahak, "Hahaha!" sesuatu yang mengerikan pasti akan terjadi jika dirinya sudah seperti itu, "Berhenti membuat lelucon. Ku ingatkan sekali lagi padamu.. kau.. (penekanan pada kalimat kau) tak mengenal tuan muda atau pun diriku dengan baik!"
Ars mendorong kursinya kebelakang dengan kasar, "Sehelai saja rambut nona Lovely jatuh, kau tak akan sanggup menanggung konsekuensinya!" dengan angkuh Ars segera pergi meninggalkannya namun langkahnya mendadak terhenti.
"Bahkan dengan tanganku ini, aku melenyapkan Rian dengan cara yang begitu gila!"
"Aku tak peduli dengan pria itu!"
Sialan, bahkan dia tak takut dengan ancaman ku! Sagaara hanya milikku! "Kita lihat saja, aku atau dia yang akan berdiri di sampingnya.."
Namun Ars sama sekali tak peduli, dia tetap meninggalkan Rani tanpa menoleh lagi.
Dia harus segera merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan nona mudanya.
Ars masuk kedalam mobil dengan wajahnya yang masam, segera memakai sabuk pengaman lalu melajukan mobilnya.
"Sayang, siapa wanita tadi?"
"Dia bukan wanita baik-baik, ku peringatkan padamu jika kau bertemu lagi dengannya.. berhati-hatilah, dia sedang merencanakan hal buruk terhadap nona muda."
Liora terhenyak saat mendengarnya, "Apa? Bagaimana mungkin?"
"Tenanglah, jangan panik. Dan tutup mulutmu.. jangan sampai hal ini diketahui orang lain."
__ADS_1
"Sayang, tolong lindungi nona.. jangan biarkan hal buruk terjadi padanya."
Entah rencana apa yang telah di persiapkan Rani untuk menjalankan aksinya.