
Langit menampakan warna jingga yang indah, dimana matahari sudah menjauh di ufuk barat dan perlahan menghilang dari penglihatan manusia.
Angin senja yang terasa begitu sejuk, namun tak di izinkan tuan muda Sagaara untuk mekenikmati kulit halus Vely.
Pria itu mendekap nya dari belakang, memakai piyama tidur keduanya sedang berdiri di balkon kamar.
"Apa yang kau lihat?" Gaara mencium pipi istrinya.
"Sunset, bukankah indah?"
"Kau suka memandanginya?" Vely mengangguk, lalu Gaara membalikan tubuhnya agar bisa bersitatap, "Kau hanya boleh memandangi ku.."
"Hanya aku yang boleh kau lihat..." pandangan teduh seorang Gaara terhadap wanita yang telah menjadi istrinya sungguh begitu hangat.
"Kau mengerti?" lanjut Gaara sembari mengelus pipinya.
"Iya.."
"Kemari.." Gaara membentangkan kedua tangan meminta Lovely menghambur diri di pelukannya. Dekapan Gaara sungguh hangat.
Eh?
Tubuh Vely menekuk saat Gaara menggendongnya, lalu merebahkannya di atas ranjang.
"Sayang?"
__ADS_1
"Hm.." mengecup kening.
"Ayo kita pergi piknik.."
"Tidak mau, aku sudah membeli tiket untuk kita berbulan madu.."
"Lagi?"
"Kenapa, tidak suka?"
Vely menggeleng dengan rona merah di wajahnya, "Bukan begitu sayang.."
"Aku selalu benar, jadi menurut saja dan jangan pernah membantahku.. mengerti?"
Vely mengangguk, "E- emh.." lalu memejamkan kedua matanya saat Gaara mulai menggagahinya.
Erangan kecil penuh kenikmatan menjalari sekujur tubuhnya, "Emh.. sayang.." Vely mengeratkan pelukannya, keringat membasahi tubuh mereka berdua.
Mandi bersama, jika dulu dirinya hanya di kramasi tapi sekarang Gaara ingin mandi berdua dengan sang istri di dalam satu bath up.
Cinta di hati tuan muda Sagaara telah tumbuh secara perlahan, berharap agar cinta mereka bisa sehidup semati.
***
Jam makan malam pun tiba, Nan yang di bantu oleh koki dan para pelayan untuk menyiapkan makan malam, baru saja selesai menata semua menu itu.
Tuan dan nona muda di vila ini baru saja menapak kan kaki nya di ruang makan.
__ADS_1
"Selamat malam, nona muda.. tuan muda.. makan malam sudah siap, silahkan.." tangan Nan bergerak dengan sangat sopan mempersilahkan.
"Terimakasih Nan.." ucap Vely dengan senyum manisnya.
Semua yang di hidangkan adalah makanan 4 sehat 5 sempurna, meskipun masih memakai alat kontrasepsi tetapi Gaara ingin tubuh istrinya mendapatkan asupan gizi, nutrisi, serta vitamin yang mencukupi.
Meskipun tidak tahu kapan istrinya itu bersedia untuk hamil.
Di sela-sela makan malam, Ars datang berkunjung dengan membawa tumpukan berkas.
"Tuan maaf mengganggu.. ada hal penting yang ingin saya sampaikan.."
"Apa?" menjawab santai, mengambil tisu untuk mengelap bibirnya. "Ayo kita bicara di ruang kerjaku saja.." Gaara berdiri di samping Vely lalu mengusap pucuk kepalanya, "Habiskan makan malam mu.. Nan setelah ini segera antar nona muda mu ke kamar.."
Nan mengangguk patuh, "Baik tuan.."
Sudah malam tapi masih mengurusi pekerjaan? Vely masih terus memandangi 2 pundak kekar itu yang kemudian menghilang di balik pintu.
"Nona kenapa melamun? Ayo lekas di habiskan.."
"Iya Nan, ini juga sedang makan.."
***
"Ada hal penting apa?"
Gaara sudah duduk di atas sofa, berhadapan dengan sekretarisnya yang selalu memasang wajah serius.
__ADS_1
"Sebuah organisasi mencoba melakukan shell short pada saham Global Group, tuan.."
Gaara mendesis kesal di buatnya, "Hm.." dingin, lalu melipat kaki, "Penggal kepala mereka dan gantung di menara.. agar mereka tahu sedang bermain dengan siapa!"