Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.19


__ADS_3

Pagi


menyapa, cahaya mentari dari ufuk timur menyeruak masuk melalui celah ventilasi


kamar. Vely meregangkan tubuh nya di atas ranjang.


Suara


otot-otot nya yang meregang terdengar, "Aaaah.." Vely mendudukan


tubuh nya di tepi ranjang, dia menatap malas pada lantai polos di bawah kaki


nya.


Ketukan dari


luar pintu kamar, membuat Vely merasa enggan untuk beranjak dari ranjang empuk nan nyaman nya itu.


"Selamat


pagi nona, tuan muda sudah menunggu untuk sarapan pagi.."


"Iya,


sebentar lagi aku datang.."


Vely


beranjak ke bath room untuk mandi.


_____


Selesai mandi,


masih mengenakan handuk putih yang menutupi tubuh nya. Vely membuka lemari


pakaian besar di sudut kamar.


"Wah,


bajunya bagus semua.." bahkan dirinya pun sampai bingung mau memakai yang


mana.


Sekali lagi


terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar nya.


"Nona,


tuan meminta agar nona lebih cepat lagi.."


Aaah ya


ampun.. "Ya,


ya, sebentar lagi.. aku -"

__ADS_1


Brak!


Cepat-cepat


Vely menarik satu baju yang tergangtung di hanger, untuk menutupi dada nya yang


ter ekspos.


Aaah tidak!


Dasar pria mesum!


Wajah Vely


sudah merona merah, pria bertubuh tinggi tegap dengan rambut nya yang tersisir


rapih. Setelan tuxedo nya juga rapih. Garis wajah dengan bola mata hitam nya


sedang menatap Vely.


Sialan!


Kenapa di saat sedang tidak memakai baju? Haaaahaha wajah tuan muda Sagaara sudah merona


merah, nah loh ☺️..


"Tidak


bisakah tuan muda mengetuk pintu nya terlebih dahulu?" baju yang menutup


dada nya hampir merosot.


sudah kelimpungan di buat nya, "Cepat sedikit, waktu ku sangat


berharga!"


Bicara saja


se enaknya! Dasar mesum!


Sepeninggal


tuan muda, Vely segera memakai baju alias dress dengan panjang nya yang sebatas


di atas lutut. Dress berwarna pink membentuk di pinggang ramping nya.


Gadis itu


berjalan dengan anggun menuju ruang makan, "Selamat pagi, maaf lama


menunggu."


Wajah manis


itu membuat Sagaara tak jadi marah, "Duduklah.. cepat habiskan sarapan mu,


aku tidak tahu selera mu.. tapi semoga saja perut kampungan mu itu cocok dengan

__ADS_1


menu mahal ini!"


Hmph... tangan nya sudah terkepal erat,


duduk di kursi dan membiarkan pelayan yang menyiapkan hidangan untuk nya.


"Terimakasih.."


ucap Vely lembut, membuat pelayan itu merona merah dan segera mengangguk malu.


***


Usai sarapan


pagi, Nan datang membawakan tas milik Vely yang tertinggal di dalam mobil.


"Permisi


tuan, nona.. maaf mengganggu, ini tas milik nona Vely.."


Tangan Gaara


sudah menggantung di udara, mata tajam nya sedang menatap Vely. Membuat gadis


itu tak berani meminta nya.


Masih


terngiang seperti apa cara nya Gaara mencengkram kuat rahang nya.


Nan


menyerahkan tas itu dengan kedua tangan nya kepada tuan muda Sagaara.


"Pergilah!"


perintah tuan muda kepada Nan.


Nan hanya


menjawab nya dengan anggukan kepala.


Gaara


membuka tas atau yang biasa di sebut dengan sling bag itu, melihat bentuk nya


saja dia terkekeh. "Tas dari zaman apa ini? Dari bentuk nya saja bisa


terlihat jelas." Gaara menggantung tas Vely setelah mengeluarkan isi nya


"Murahan!"


Vely


membelalakan mata nya hingga membulat sempurna, bukan nya apa. Tapi karena si


tuan muda Sagaara telah melempar tas milik nya, jauh dari meja makan.

__ADS_1


Tas itu berharga untuknya, tas itu yang akan menuntunnya ke masa depan.


__ADS_2