
Di dalam ruangan sepi nan hampa yang mencekam jiwa ke jombloan seorang Ars, buket yang ia gunakan untuk menutup setengah wajahnya.
Sial! Kenapa kenyataan nya malah sesulit ini sih?
Ars memang aneh, dia mencoba untuk mempraktikannya sendirian.
Menghadap stand hanger lalu menghela nafas pelan, membayangkan jika stand hanger itu adalah Liora.
Membayangkan hal itu saja sudah membuatnya pucat dan gugup, jantung yang berdegup kencang Ars menoleh ke arah kiri sembari memejamkan matanya dengan kuat.
Kau pasti bisa Ars, berjuanglah.. kau hanya perlu memberikan buket bunga dan coklat ini saja padanya.
Ars kembali menatap stand hanger tadi lalu mencoba menarik senyum di wajah super kakunya itu.
"Tidak, tidak, senyumku sangat tidak tulus." menggeleng lalu mengulanginya lagi, mencoba untuk senyum memang bukanlah Ars yang biasanya.
Kenapa sesulit ini sih?
Merasa sulit tapi dia tak ingin menyerah, Ars berlutut seolah sudah siap untuk menyatakan perasaannya.
Tangannya terulur memberikan buket bunga.
Aaah!
Ars, kau saat ini hanya sedang berlatih tapi kenapa wajahmu bisa bersemu merah?
Sekali lagi Ars mencobanya, namun kesialan siang ini menimpa dirinya. Bagaimana bisa dia tak mendengar suara ketukan pintu?
Liora yang sudah mengetuk tiga kali pun langsung saja masuk kedalam ruangannya. Dia terbelalak saat mendapati atasannya itu sedang bertindak aneh.
"Tuan?"
__ADS_1
Krik.. krik.. krik..
Helaian rambut kecil Ars sudah kriting berdiri diatas kepalanya, matanya menyipit terlihat tak suka tapi apalah daya kini Liora baru saja menonton hal gila yang membuatnya ingin tertawa geli.
Kenapa dia memegang bunga itu lagi?
Liora mencoba untuk memperhatikan ke sekeliling ruangan mungkin saja Ars sudah memiliki walan (Wanita idAman aLam laiN). 🤭
Ars sudah mengambil sikap tegap, lalu melemparkan buket itu ke atas sofa. "Kenapa tidak mengetuk pintu?"
"Maaf tuan Ars, saya sudah mengetuk pintunya tadi.. tapi tak ada jawaban.." Liora memundurkan langkahnya saat Ars melangkah mendekat.
"Apa lagi yang kau tunggu?"
Hm? "Aaa iya, tuan nanti sore jam 4 kita ada -"
Liora menempelkan punggungnya dengan rapat di tembok, saat Ars mencoba untuk mengunci tubuhnya.
"Tuan?"
Apa, dia ini bicara apa sih? "Mm.. tu- tuan apa yang anda lakukan?"
Ck! Ars menundukan pandangannya sejenak, mencoba untuk menyadarkan diri. Jangan gila, apa-apaan ini.. sialan!
Ars segera mengambil jarak dan kembali melangkah ke sofa lalu duduk disitu, dia mengangkat wajahnya menatap langit-langit ruangan dan dengan dingin dia menyuruh Liora untuk pergi.
"Ya, aku tahu itu.. kau boleh pergi!"
"Ba- baik tuan.."
Oh Ars, malang sekali nasib mu ini.. kenapa hidup mu begitu sulit sekali sih?
__ADS_1
Author menghela nafas dulu ya 🙈
***
Di meja makan resto indo, Sagaara dan Vely baru saja selesai menyantap makan siang mereka.
"Sayang, kita jadi kan jalan-jalannya?"
"Ya.. sebelumnya kita ke kantor sebentar.."
"Tidak lama kan?"
"Jika kau tak banyak bertanya maka itu akan menjadi lebih baik, dari padanya bertanya lebih baik ikut saja."
"Aku kan hanya bertanya saja."
Sagaara mendorong kursi duduknya lalu berdiri, "Mau ikut atau tidak?"
"Tentu saja aku ikut."
"Maka cepatlah.."
Vely mengikuti langkah kaki suaminya dari samping, berjalan seirama kemudian masuk ke dalam mobil.
Sagaara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Global Group.
###
slow update ya zeyeng🤭
vottenya dong, kan pengen juga jadi juara 1 rangking votte.. 😁
__ADS_1