Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.22


__ADS_3

Dengan


kecepatan mobil yang di tambahkan akhir nya, Vely sampai juga di rumah dengan


selamat.


"Hamish,


terimakasih sudah mengantarkan ku pulang.. mau singgah?"


Hamish


menggeleng, "Tidak nona, mungkin lain kali saja, ya.."


"Oh iya


baiklah jika begitu.. em hati-hati di jalan."


Hamish


mengangguk sembari tersenyum, lalu melajukan mobil nya setelah memberikan bunyi


klakson pada Vely.


Di ambang


pintu Rani sudah menunggu nya, Siapa pria itu? Boleh juga..


"Rani?"


Vely berlari setengah cepat, "Maaf karena aku baru pulang.. terjadi


sesuatu yang tidak menyenangkan. Tuan muda itu -"


Rani menepuk


bahu Vely, "Tak masalah.. oh ya kak Damian semalam menelefon ku, dia


meminta maaf karena tak bisa kembali ke kota. Mendadak diri nya mendapatkan


tugas baru.."


"Oh


begitukah? Ya, tidak apa-apa.."


“Kau pasti


lelahkan, lebih baik kau istirahat saja.”


Velu


mengangguk, “Hm, iya Rani.”


***


Di vila,


tepat nya di dalam kamar tuan muda Sagaara, di sana sudah sekretaris Ars.


"Tuan


membutuhkan sesuatu?"


"Sudah


sampai tahap apa persiapan pernikahan kami?"

__ADS_1


"75%


tuan.. rencana nya hari ini tuan di jadwalkan untuk melakukan fitting gaun


pengantin."


Gaara


mengangguk, "Ya, jalankan semuanya sesuai dengan rencana."


"Tapi


tuan, kondisi tuan saat ini -"


Gaara


menggeleng, "Tidak perlu risau, aku bukanlah pria lemah.. jam berapa


jadwal untuk fitting?"


"Jam 2


siang, tuan.." diam sejenak, "Tapi jika tuan mau, saya bisa memanggil


desainer itu kemari.."


Gaara beranjak


dari ranjang, "Tidak perlu.. pergilah, selesaikan pekerjaan mu di


kantor."


Ars


mengangguk, "Baiklah jika tuan ingin seperti itu.." lalu memberi nya


bow, "Saya permisi dulu.."


____


Mobil yang


di kemudikan Ars, melaju dengan kecepatan tinggi. Terus menyetir hingga akhir


nya sampai di kantor.


Semua yang


berpapasan dengan nya baik di lobi kantor, atau dimana pun pasti akan


mengangguk hormat pada nya.


Ars, pria


berpengaruh nomor dua di Global Group. Mata nya yang jeli tak mengizinkan


kesalahan nilai kontrak atau apapun itu.


Jika dia


menemukan kesalahan, maka bersiaplah untuk menjalani hukuman yang di berikan


nya.


Drrrtt..


drrtt.. drrt..

__ADS_1


Hp nya


bergetar, ada pesan masuk dari Rani.


Pria itu


hanya mengernyit heran, Darimana gadis liar itu mendapatkan nomor hp ku!?


Ars


menggeleng, langsung menghapus pesan tersebut dan segera masuk ke dalam lift


khusus yang akan mengantarkan nya ke lantai teratas gedung Global Group.


Ting!


Pintu lift


terbuka, Ars mendadak menghentikan langkah kaki nya, di tatap nya meja asisten


nya yang kosong.


Kemana dia?


Ting!


Pintu lift


umum tebuka, asisten sektetaris yang bernama Liora itu terlambat. Baru saja


diri nya menapakkan kaki di ruangan tersebut, terpaksa harus menghentikan


langkah nya saat dia menatap punggung lebar Ars.


"Selamat


pagi, tuan Ars.."


Tanpa


menoleh, "Pagi?" Ars mendengus kesal, "Kau tidak punya


jam?"


Liora


mencoba untuk mengambil jarak dekat, namun segera dia memundurkan langkah nya


pada saat Ars berbalik. Pria itu melemparkan nya tatapan super dingin nan arrogant!


Jantung


Liora berdetak kencang, tangan nya sudah gemetaran. "Tu- tuan Ars, maafkan


saya.."


Ars hanya


mengangkat satu alis nya, dia tak mendengar semua kalimat yang baru saja keluar


dari mulut Liora, karena baginya hal itu terdengar seperti sebuah gumaman.


"Kau


mengatakan sesuatu?"


"Maafkan

__ADS_1


saya, tuan Ars!!" seru Liora dengan lantang.


 


__ADS_2