
Ting nong...
Suara bel mengganggu tidur sang tuan muda, "Aaarrgghhh!! Berisik siapa yang berani mengganggu tidurku?!" dirinya sedang beradu dengan rasa kantuk, membuat Gaara malah sulit untuk kembali tidur.
Dia menoleh ke samping ternyata Vely sudah bangun lebih dulu.
Pintu vila terbuka, "Mommy, daddy?"
"Vely...." seru Alea memeluk menantu nya yang manis itu, "Maafkan mommy ya semalam tidak sempat datang ke sini.." gara-gara anak kurang ajar itu yang melarang ku datang.
Yang sedang di bicarakan itu lagi bersin, "Haccih.." menggosok hidung, "Siapa yang sedang membicarakan ku? Berani sekali dia!"
Gaara segera turun dari ranjang, meraih handuk dan masuk ke bath room.
Di ruang makan Vely di bantu Nan dan juga pelayan lainnya untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Mommy, daddy ayo silahkan duduk.. sebentar lagi Gaara akan turun."
"Kenapa kau masih disini?" tanya Alea, "Cepat susul suami mu itu, nanti dia akan sulit jika membutuhkan sesuatu.."
"Dia sudah besar tidak perlu seperti itu.."
Iih, dasar anak dan ayah sama saja! Kau ini tidak mendukung rencana ku.. "Jangan dengarkan daddy mu.. sudahlah cepat kau bantu dia.." Alea menyipitkan matanya menatap dingin pada Tristan, Tidak ada jatah untuk nanti malam!
Sorot mata Alea berkata demikian membuat Tristan gelisah, "Sayang ayo duduk.."
"Hmph!" menarik kursi yang agak jauh.
***
Di dalam kamar Vely sedang menyiapkan pakaian kerja suaminya di ruang ganti, hingga ia merasa hangat saat Gaara memeluknya dari belakang.
Gaara membalikan tubuh istrinya, hingga bersitatap.
__ADS_1
"Sayang..."
"Sssttt..." Gaara melepas pakaian Vely, masih belum cukup baginya yang semalam. Gaara masih ingin melakukannya lagi, untung saja di ruang ganti ini ada sofa panjang.
Gaara membaringkan tubuh Vely di atas sofa,
"Sayang, aku.."
"Kenap, tidak ingin?"
"Bukan begitu, tapi—"
"Jangan berani menolak ku!"
"Mommy dan daddy ada di bawah.."
Gaara berhasil meloloskan handuk itu dari tubuhnya, dan dirinya pun mulai melancarkan aksinya.
Erangan kecil serta decitan sofa yang terdengar pelan, lama-lama terdengar dengan lebih cepat sesuai dengan tempo permainan Gaara.
Membuat mereka berkeringat, nafas yang tersengal akibat Gaara yang tak bisa menguasai hasratnya.
"Sayang perutku keram.."
Gaara menggeleng, belum puas, "Tahan sebentar lagi."
Sebentar lagi katanya bahkan sudah setengah jam sejak Vely mendengar kalimat itu meluncur langsung dari mulut Gaara, namun nyatanya Gaara masih belum mencapai klimaks nya.
"Sayang sakit!!" Vely menangis, cepat-cepat Gaara memisahkan dirinya dari milik Vely.
__ADS_1
Gaara mengusap air mata yang menetes dari kedua sudut matanya, "Maafkan aku sayang.. aku akan memanggil Hamish untuk memeriksa mu.."
"Tidak.." Vely menggeleng, "Jangan.. aku malu.."
"Kau bahkan sampai berteriak kesakitan dan menangis, bagaimana bisa aku menjadi tenang."
Segera Gaara memakai tuxedo lengkapnya, lalu keluar dari ruang ganti dan meraih hp di atas nakas untuk menelefon Hamish.
Vely yang juga sudah memakai pakaian lengkapnya, segera keluar dan memeluk suaminya dari belakang.
"Sayang, aku tidak apa-apa.. sungguh, percayalah padaku.."
"Tapi kau kesakitan seperti itu, bahkan sampai menangis.."
Vely menyentuh bibir Gaara dengan telunjuknya, lalu menggeleng.
"Sayang.. percayalah aku hanya merasa keram perut saja, tidak perlu memanggil dokter Hamish."
"Kau yakin tidak ingin ku panggilkan Hamish?" Vely mengangguk, dia merangkul Gaara.
"Iya, aku tidak apa-apa sayang.. maaf sudah membuat mu khawatir.."
"Jika kau merasa sakit, katakan padaku.. jangan menyembunyikan apa pun dariku, mengerti?"
Vely kembali mengangguk, "Iya, sayang.."
###
__ADS_1
Yang jomblo tak di sarankan untuk membaca novel ini ya, wkwkwk 🤭🤭🤭 salam santuy 🙏