Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.47


__ADS_3

 


 


Di dalam


lelapnya tidur membuat Gaara tak sadar telah memeluk Vely dengan begitu hangat.


Tubuh


mungilnya hampir tenggelam di buatnya, rasanya sesak membuat Vely berkali-kali


harus adu tenaga dengan tuan muda Gaara.


Matanya yang


sudah sangat mengantuk mau tak mau harus beradu dengan tangan kekar sang suami


yang berada di atas perutnya.


Sesak


sekali, kenapa dia malah memeluk ku?


Dengan


perlahan Vely memindahkan tangan tersebut, namun dalam hitungan detik Gaara


kembali memeluknya.


"Tuan.."


seru Vely dengan suaranya yang sedikit parau, masih berusaha melepaskan diri


namun Gaara tak terbangun juga.


aaaaah ya


ampun, sudahlah.. pasrah saja.


Vely menatap


langit kamar hotel presidential itu, lalu menghembuskan nafas beratnya,


berharap pagi segera datang.


......


Pagi pun


menyapa di ufuk timur matahari terang sudah menampakan sinarnya, Gaara


terbangun mencoba untuk memeluk sesuatu di dalam baringnya, mungkin mencari


guling.. tapi inikan hotel mana mungkin mereka menyediakannya.


Kemana dia? Menatap jam dinding baru jam 6.30


pagi, Gaara mengusap wajah nya kemudian mendengar suara gemericik air dari


dalam bath room.


Gaara merasa


tidak enak badan, dia menaruh bantal dengan posisi berdiri lalu dia pun duduk


dengan menyandarkan punggungnya di bantal itu.


Klek!


Vely baru


saja selesai mandi, tubuh mungilnya itu tertutup kimono sepanjang lutut.

__ADS_1


"Selamat


pagi tuan.." Kenapa dia terlihat pucat ya?


"Hm,


pagi.." menjawab tanpa menoleh.


"Tuan


membutuhkan sesuatu?" Gaara menggeleng, "Tuan ingin minum?"


Lama


menjawab, "Kopi.."


"Baiklah,


akan saya buatkan.."


Segera Vely


mengeluarkan gelas dari dalam lemari kecil, lalu memasak air di teko listrik


yang memang sudah di sediakan di dalam kamarnya.


Membuka laci


untuk membuka cappucino sachet, setelah air mendidih Vely langsung


menyeduhkannya di dalam gelas cangkir kecil.


"Ini


tuan kopinya.."


Gaara hanya


diam saja tak menjawab melainkan meliriknya dengan ekor matanya yang dingin.


ini kenapa sih? Malah melihatku seperti itu..


Langsung


saja Vely meletakan kopinya di atas meja yang bersebelahan dengan sisi ranjang


yang di tempati Gaara.


Bermaksud


untuk pergi namun tangan Gaara lebih cepat mencengkramnya, menarik wanita itu


hingga terjerembab bersama dengan si tuan muda Sagaara.


Tubuh mungil


Vely berada diatas tubuh kekar Gaara, bahkan wajahnya saja sudah merona merah.


"Tu- tuan?"


Gaara


memejamkan matanya entah mengapa tapi sepertinya dia sedang mencoba merasai


denyut jantung mereka yang berdetak seirama.


"Tuan?"


Lalu Gaara


membuka kedua matanya, dengan dingin dia berkata "Menyingkir!"


Apa, dia ini

__ADS_1


kenapa sih? Mendadak baik, mendadak dingin..


"Kenapa?"


ketus Gaara.


"Em..


ti- tida apa-apa tua, maaf.."


Buru-buru


Vely beranjak dan segera melangkah menuju lemari untuk memakai baju.


***


Langit cerah


menemani perjalanan pulang sepasang suami istri menuju bandara internasional


kota Liu-Liu.


Mobil yang


dilajukan dengan kecepatan sedang, Vely mengedarkan pandangan matanya menatap


satu persatu bangunan megah dan pencakar langit yang mereka lewati.


"Kenapa


kau melihatnya seperti itu, kau tidak rela jika bulan madu kita berakhir?"


Sok tahu! Lalu Vely menggeleng, "Tidak


tuan.. hanya kebetulan saja.."


"Hm.."


Gaara meremas rambut sang istri, "Dengarkan aku baik-baik upik abu, jangan


katakan apapun tentang hal yang tak menyenangkan kepada orangtua ku!"


menyeringai, "Camkan itu baik-baik."


"Saya


mengerti tuan.."


***


Jet pribadi


sudah menunggu di hanggar, dengan langkah beriringan mereka pun memasuki jet.


Akhirnya


bisa pulang juga.. Vely bernafas


lega saat sudah duduk di kursi kabin, memperhatikan pramugari menjalankan


tugasnya.


Butiran air


yang tak jatuh itu berubah bentuk menjadi kumulan awan yang beterbangan mencoba


untuk menyesapi badan jet.


Cahaya indah


di pagi hari dengan pemandangan elok yang di suguhkan dari perjalanan udara.


__ADS_1


ngantuk


aaaaa😖😖😖😖


__ADS_2