Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.59


__ADS_3

Percintaan mereka memakan waktu yang cukup lama, hampir satu jam namun Gaara masih belum selesai juga.


 


Vely yang terjebak di bawah tubuhnya benar-benar pasrah kehabisan tenaga. Tangannya terkulai lemas.


 


"Kau baru melayani 2 pria, begini saja sudah tidak kuat? Hmph!" hentakan terakhirnya membuat Vely mengerang antara sakit dan nikmat hingga akhirnya dia merasakan sesuatu yang cair dan hangat masuk mengalir ke dalam rahimnya.


 


Kepuasannya yang begitu membuncah hingga keringatnya yang bercucuran, membuat nafas Gaara tersengal.


 


Memakai pakaian lengkap tapi tidak memakai jaz, karena jaz itu ia gunakan untuk menutup tubuh polos Vely yang dipenuhi jejak kepemilikannya.


 


Gaara meletakan kepala Vely di atas pangkuannya, mengusap keringat yang tumbuh di kening dan pelipisnya.


 


Setelah memastikan kegiatan panas mereka berakhir, Ars segera masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.


 


Menempuh setengah perjalanan mereka berhenti di sebuah mall untuk membeli dress.


 


Kali ini Ars yang membelinya, dia bahkan tak tahu ukuran nona mudanya. Aaah sudahlah, yang penting beli saja dulu.


 


Kalau tidak cocok bisa di tukar.


 


____


 


"Tuan ini bajunya.." menyerahkan goodie bag coklat ke tuan muda Gaara.


 


"Keluar."


 


"Baik."


 


Setelah Ars keluar, "Bangun dan pakailah bajumu.. mau sampai kapan kau memamerkan tubuhmu yang jelek itu!"


 


Dengan gemetar Vely mencoba bangun tapi tidak bisa, dia kehabisan tenaga setelah di lahap sebuas itu oleh Gaara.


 


"Aku tidak bisa bangun.." lirih.


 

__ADS_1


"Hmp, kau melayani 2 pria di hari yang sama -"


 


"Aku tidak pernah tidur dengannya.." mencoba untuk kembali bangun, Gaara tersenyum samar mendengarnya.


 


Aku tahu!


 


Gaara membantu Vely untuk bangun dan memakai baju, wah ternyata pas sekali di tubuh mungilnya.


 


Lalu Gaara menariknya, membuat Vely duduk di atas pangkuannya. Mereka bersitatap.


 



 


Membuat wajah Vely merona merah, Gaara merapihkan poni rambutnya lalu membelai lembut rambut panjang indah nya.


 


"Tuan, kita mau kemana?"


 


Jomblowan itu mengganggu suasana romantis, Gaara mengernyit sebal sembari menatapnya.


 


 


***


 


Mobil masih melaju.


 


"Aku bisa duduk sendiri.." mencoba menyingkirkan tangan Gaara dari pinggulnya.


 


Namun Gaara malah menangkap tangannya, mencium punggung tangannya.


 


"Kenapa tidak ingin duduk dipangkuanku?"


 


Tentu saja aku malu!


 


"Kenapa kau ingin duduk sendiri? Jelas-jelas suami mu ini ingin memanjakanmu.."


 


"Aah hp ku?"

__ADS_1


 


Gaara mendengus kesal saat mendengarnya, "Kenapa dengan hp mu, kau ingin menelefon pria sialan itu?"


 


"Tidak, siapa juga yang mau menelonnya.."


 


"Ars ganti hp nya dengan yang baru, begitu juga dengan nomor hp nya. Di dalam hp itu hanya boleh ada nomorku, nomormu dan juga Nan."


 


Apa .. jangan se enaknya saja hei tuan muda.


 


"Apa?" tandas Gaara saat mendapati reaksi prostes dari istrinya sendiri.


 


"Tuan tenang saja, saya akan pastikan semua berjalan sesuai dengan keinginan tuan muda.."


 


Meskipun mengorbankan perasaanku 😖😖 Ars cepatlah cari jodoh 🤭


 


"Tuan? Emh.."


 


Gaara menggigit lehernya, "Kau sudah lupa aku menyuruhmu untuk memanggilku dengan sebutan apa?"


 


"Su- suamiku.." lirih, seperti sebuah gumaman.


 


"Aku tidak dengar.."


 


"Suamiku.."


 


"Bagus, panggil terus seperti itu."


 


Dia bahkan tak memukulku, ataupun menamparku.. berbeda saat kami bulan madu kami di kota Liu-Liu.


 


Gaara mengangkat dagu Vely lalu bibir mereka saling bertabrakan, Kau membuatku nyaman tapi terkadang juga membuatku ketakutan.. salahkah jika aku jatuh cinta padamu? Suamiku..


 


###


 


Morning, happy sunday ya vottenya dong jangan slow.. slow.. slow.. kencengin dong vottenya biar masuk rangking karya baru 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2