
Ars yang baru selesai meninjau lokasi proyek milan itu pun segera kembali ke kantor, dia tak sendirian karena di dalam mobilnya juga ada Jack.
"Saya dengar tuan memiliki dua asisten yang cantik-cantik."
"Satu saja yang cantik."
"Benarkah? Lalu yang satunya lagi?"
Sialan, kenapa aku malah berkata sembarangan?
Maksudnya, kedua asistennya itu cantik semua tetapi karena bunga cinta sedang tumbuh mekar merekah di dalam hatinya maka jadilah dia mengatakan hanya satu yang cantik, pft ðŸ¤
"Bisakah tuan mengenalkan saya pada yang cantik itu?"
Ars langsung melirik tajam pada Jack dengan ekor matanya, kemudian menghentikan laju mobilnya di tengah-tengah keramaian lalu lintas. Hal itu membuatnya di teriaki pengemudi yang ada di belakangnya.
"Tuan, kenapa kita berhenti?"
"Turun!"
"Hm?" bingung, Jack masih belum sadar jika pria di sampingnya itu sedang cemburu.
Suara klakson dari mobil yang melaju dari samping tak henti-hentinya mereka dengar.
"Tuan sepertinya kita mengganggu perjalanan mereka.." lanjut Jack sembari mengedarkan pandangan matanya.
"Mobil ini tak akan melaju sebelum kau turun." raut wajahnya mendadak sekesal itu.
__ADS_1
Aaah.. bodohnya aku, ternyata dia sedang cemburu.. "Ya, baiklah saya akan turun.."
Setelah Jack turun, Ars langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Jack mematung di tepi jalan sendirian, sendirian, dan sendirian. 🙈
***
Sesampainya di kantor Ars segera masuk ke dalam lift khusus yang akan mengantarnya ke lantai tertinggi ruangan Global Group.
Dadanya masih saja bergemuruh, pintu lift pun terbuka. Saat kedua kakinya menapaki lantai tersebut dia melihat Liora yang sedang berbincang dengan manager divisi pemasaran.
Wanita itu tersenyum ramah, sementara Ars hanya melihatnya dengan mata yang menyipit. Dia tak suka jika mendapati Liora sedang bercengkrama dengan pria lain.
Perasaan asing yang membuatnya bertingkah aneh, dia melangkah mendekat dan secara mengejutkan menggebrak meja Mina dengan kuat.
Brak!!
"Kau, keruangan ku.. sekarang!" bodoh.. apa yang sedang ku lakukan, sih?
"Ba- ba- baik tuan.." di bawah kolong meja itu kedua kaki Mina sudah gemetar hebat ditambah lagi wajahnya yang mendadak pucat pasih, Apa salahku.. aku tak membuat kesalahan, kenapa aku dipanggil.. apakah aku akan di pecat.
Ars segera pergi meninggalkan mereka, dan menyempatkan diri untuk melirik Liora yang menunduk.
Sialan! Kenapa dia menundukan kepalanya, aku ingin melihat wajahnya.
----------
Mina sudah duduk di sofa yang bersebrangan dengan Ars, dia diam saja karena masih menguasai kegugupannya.
__ADS_1
Keduanya sama-sama diam terlebih lagi Ars, dia pria yang bodoh kalau sudah berhubungan dengan yang namanya asmara.
"Kau sudah punya pacar?" uy pertanyaan macam apa itu, Ars!
"Su- sudah.."
"Bagaimana cara kalian berpacaran?!" wajahnya kaku, kaku, dan kaku 🙈
Tuan ini kenapa sih? "Dia memberikan saya bunga dan coklat, tuan.."
"Bunga dan coklat?"
Mina mengangguk, "Iya tuan."
Ars terlihat sedang memikirkannya, bunga dan coklat? Mungkin aku juga bisa mencobanya. "Baiklah kau boleh pergi.."
"Baik tuan.." Mina yang baru saja berdiri seketika dia diam saat Ars meminta padanya.
"Ingat, jangan bocorkan hal ini kepada siapapun.. aku hanya sedang membantu tuan muda yang sedang bertengkar dengan nona." maafkan saya tuan. Tapi mereka tak akan berani bertanya, satu-satunya alasan yang tepat memang hanya itu.
Sekretaris muda yang penuh semangat sedang mencoba untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang asisten, Lyn Liora.
Mina mengangguk, "Iya, tuan bisa mempercayakannya kepada saya."
###
Ada yang mau membantu sekretaris Ars?
__ADS_1
🙈🙈🙈