Contract Marriage

Contract Marriage
Pembalasan Nona Muda (2)


__ADS_3

Hah? Sagaara di minta untuk membeli tas sementara yang tadi menggebu ingin beli lah kok malah duduk di kursi.


Sagaara menyeringai, dia mengangkat dagu Vely. "Rencana apa lagi ini?" menatap tajam. "Kau -"


"Sayang.." menatap manik hitam itu dengan penuh harap, kilatan manik coklat Vely membuyarkan emosi Sagaara. Kedua tangannya ia kalung kan di leher Sagaara. "Aku cium ya.. tapi nanti, hehe.." mengedipkan satu mata.


Sagaara menghela nafas, "Lihat, sudah berapa banyak kerugian yang ku alami akibat ke kurang ajaran mu ini!"


"Tidak mau cium? Ya sudah.. tunggu saja di sini aku yang akan membelinya."


Pria itu berwajah masam, "Baiklah.. yang ku dapatkan harus lebih dari sekedar ciuman, awas saja kalau kau berani menolaknya."


Sagaara segera pergi ke toko itu dan membeli tas yang di inginkan Vely, tas dengan warna biru.


Hmph! Hanya membeli tas saja.. apa sulitnya? Kebanggaan hati si tuan Sagaara.


"Hei kau, aku beli tas itu."


Usai berbelanja tas, Sagaara pun segera kembali ketempat Vely sedang duduk tadi. Saat kembali dia menjatuhkan tasnya karena terkejut mendapati kursi itu kosong.


Dadanya bergemuruh hebat, wajah paniknya tak bisa di sembunyikan. Dia menoleh kesana kemari namun sosok mungil itu tak ia temukan.


"Vely, kau dimana?" suaranya terdengar nyaring.


Hampir 15 menit mencari namun tak berhasil menemukannya, bahkan nomor hpnya saja tidak aktif.


Sagaara menelefon satuan tim pengaman khusus untuk menggeledah seluruh mall ini.

__ADS_1


Sementara dirinya, dia sudah berada di ruangan cctv untuk mengecek lokasi terakhir mereka.


Dari rekaman cctv itu terlihat seorang pria yang menghampiri Vely, dari pakaiannya seperti orang biasa.


Entah apa yang di obrolkan hingga akhirnya Vely pun mengangguk, setuju untuk ikut pergi.


Melihat rekaman itu membuatnya menyipitkan mata, dengan kesal dia menggebrak meja.


"Sialan!!" berani sekali kau bermain di belakang, ku! Perempuan hina!


Tuan, seharusnya kau mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi.


Rekaman berpindah ke area parkir, Vely dan pria asing itu masuk kedalam sebuah mobil dengan nomor KT 340 XX.


Tangannya meraih hp dari saku celana, dia menelefon Ars.


"Perempuan? Siapa -"


Sagaara mematikan telefonnya, dia menatap layar komputer itu dengan rahangnya yang mengeras. Bersiaplah musnah dari bumi ini, brengsek!


***


Epilog ...


Saat Vely masih menunggu dan tersenyum melihat bagaimana cara si tuan muda berbelanja, tiba-tiba saja seorang pria datang menghampirinya.


"Nona tolong saya, ayah saya di mobil dia sesak.."

__ADS_1


Vely yang berhati lembut itu pun sama sekali tak curiga, jadi dia bersedia membantunya.


Begitu keluar dari belokan, pria tadi berjalan di belakangnya dan menodongkan belati tajam di punggung Vely.


"Jangan melihat ke belakang, ataupun berteriak.. nona Lovely!"


Deg!


Si- siapa dia? Kenapa bisa tahu namaku?! "Siapa kau, kenapa melakukan ini padaku?"


"Lihatlah ke arah jam 1, jika kau berani memberontak.. maka kami juga tak akan segan menembak kepala suami mu!"


Benar saja, saat Vely menoleh ke arah jam 1 air matanya menetes. "Jangan sakiti suamiku, kumohon.." lirih meminta.


"Maka bekerja samalah dengan kami, nona manis.. tuan William ingin bertemu dengan anda." dia menoyor pelan punggung ramping Vely, "Jalan!"


"Apa yang bisa membuatku percaya jika kalian tidak akan menyentuh, atau pun menyakiti suamiku?"


Pria itu bersiul, dan mendapatkan anggukan dari rekan kerjanya yang sejak tadi sudah bersiap dengan pistol kecilnya.


.....


Bersambung!


Lanjut besok ya, jangan tanya kenapa gak ada lanjutannya?


Sabar! wkwkwk 🤭

__ADS_1


Votte nya ya, kencengin.


__ADS_2