
Melihat mereka terdiam dan menunduk membuat professor Jo merasa malu, "Tuan muda tidak perlu khawatir, jika memang mereka terbukti melakukan kesalahan.. saya sendiri yang akan memberikan tindakan disiplin."
Prof. Jo mendekat dengan membawa peralatan USG, dia menuangkan gel ke atas perut nona muda.
Stik USG itu pun bergerak kesana kemari, Tidak ada yang aneh, lalu kenapa mereka seperti ketakutan seperti ini?
Pemeriksaan pun selesai.
"Bagaimana hasilnya paman?"
"Tuan tidak perlu khawatir, saya sudah memeriksanya dengan teliti.. tidak ada kantung rahim atau pun kehamilan."
"Benarkah? Tapi kenapa istriku bisa pingsan mendadak?"
Mereka bernafas lega saat mendengar hasil pemeriksaan nya. Dan perlahan nona muda mereka tersadar dari pingsan nya.
"Lapar.." suaranya terdengar serak.
"Sayang? Kau bicara apa barusan, kau juga mendadak pingsan tadi.."
"Aku lapar, bagaimana bisa kau tak memberiku makan? Itu sebabnya aku jatuh pingsan!"
"Hah, be- benar kah?" tapi yang namanya tuan muda dia tak pernah salah, alias selalu benar. Jadi biarkan saja mereka mengumpat sesuka hati.
--------------
Setelah nona muda di pindahkan ke ruang rawat, prof. Jo mengumpulkan para medis yang ada di ruangan Hamish tadi.
"Kenapa wajah kalian bisa se-pucat itu, tidak ada hal yang aneh dengan nona muda.. apakah kalian menyembunyikan sesuatu?"
"Tidak prof, bukan seperti itu.. hanya saja tuan muda tak mau mendengar penjelasan saya, dan itu membuat kami takut."
"Ya sudah, masalah ini sudah selesai. Pulanglah dan istirahatkan tubuh kalian."
__ADS_1
"Baik, prof.. terimakasih untuk hari ini.." mereka serentak memberikan bow pada prof. Jo.
***
"Bagaimana keadaan mu sekarang, kau sudah makan jadi pastinya sudah lebih baik kan?"
"Iya sayang, terimakasih.."
Sagaara duduk di samping bed, dia memandang penuh cinta pada istrinya. Tangannya menyibak lembut rambut coklat panjangnya yang bergelombang.
"Hari ini aku sangat bahagia?"
"Bahagia?" Sagaara mengangguk, "Benarkah, kenapa?" bukan kah tadi tuan muda hanya merasa kesal dan tak menikmati nya sama sekali?
"Kau membuat kencan pertama kita menjadi lebih menyenangkan, berikutnya kau juga harus membuat kencan kita menjadi lebih menarik lagi.."
"Istirahatlah, besok pagi kita baru pulang ke vila.. malam ini menginap saja di rumah sakit."
Size kamar rawat milik CEO memang berbeda dari kamar VVIP lainnya, jadi Vely benar-benar beruntung sekali karena telah di cintai oleh tuan muda Sagaara.
***
Rembulan menampakan pancaran cahayanya yang begitu indah, bias cahayanya menerpa dinding kaca di lantai 90 rumah sakit itu.
Sagaara yang baru saja datang setelah selesai mengurusi beberapa hal kecil, dia melangkah mendekat dan duduk di tepi bed.
"Kenapa melamun?"
"Aku tidak melamun sayang, sayang lihatlah.. cahaya bulannya sangat terang."
"Kau suka?"
__ADS_1
Vely mengangguk, "I- iya.."
Sagaara tersenyum.
"Sayang?"
"Hm?"
"Mmm... itu.." duh kok rasa-rasanya Vely jadi ingin sesuatu ya?
"Kenapa? Kau ingin sesuatu? Katakan saja."
"Mmm..."
Malu-malu dia menabrakkan bibir nya ke bibir sang suami, membuat Sagaara tersenyum samar.
Malam panjang nan keromantisan yang terjadi di atas ranjang, membuat suasananya menghangat.
Malam indah yang mereka habiskan bersama, "Terimakasih sayang.."
Usai menghabiskan malam bersama keduanya pun tertidur, bed dengan size yang besar cukup untuk menampung mereka berdua di atasnya.
###
Yuhu.. seperti biasa..
💯 Votte
👍 Like
✍️ Komen
__ADS_1